Tak Kantongi Izin, Syiar Kekhalifahan di Monas Dipastikan Batal

Bangun Santoso | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Minggu, 18 November 2018 | 10:36 WIB
Tak Kantongi Izin, Syiar Kekhalifahan di Monas Dipastikan Batal
Acara kekhalifahan di Monas dipastikan batal karena tak kantongi izin. (Suara.com/Chyntia Sami B)

Suara.com - Acara syiar dan silaturahmi kekhalifaan se-dunia yang rencananya akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat dipastikan batal digelar. Sebab, pihak keamanan yakni kepolisian dan pengelola Monas tidak memberikan izin penyelenggaraan acara itu.

Kasi Ketertiban Kantor Pengelola Kawasan Monas Yayang Kustiawan mengatakan, pihak panitia acara tidak mengantongi izin dari polisi dan juga pengelola Monas. Tak hanya itu, pengelola juga memutuskan untuk menutup kawasan Monas untuk masyarakat umum guna mengantisipasi massa yang datang.

"Karena tak ada izin dari kepolisian dan (pihak) Monas, dikhawatirkan mereka memaksa masuk dan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Maka diarahkan oleh kapolres supaya ditutup sementara," kata Yayang saat dikonfirmasi, Minggu (18/11/2018).

Pantauan Suara.com di lokasi, hingga pukul 10.00 WIB massa aksi kekhalifahan tidak nampak hadir di kawasan Monas. Beberapa aparat kepolisian pun sudah mulai meninggalkan kawasan Monas.

Salah seorang petugas keamanan Monas Tarudin mengatakan, hingga kini tidak ada pergerakan massa kekhalifahan yang datang. Kondisi situasi di kawasan Monas hanya dipenuhi oleh warga yang berolahraga saja.

"Tadi saya dengar laporan sih enggak ada massa. Cuma ini saja yang pada olahraga," kata Tarudin.

Untuk diketahui, penutupan Monas dilakukan untuk mengantisipasi massa aksi syiar dan silahturahmi Kekhalifahan Islam se-Dunia. Awalnya digelar di Masjid Az Zikra Bogor. Namun, pihak pengelola acara menolak kegiatan itu hingga akhirnya acara dialihkan ke Kemayoran, Jakarta Pusat.

Namun, kegiatan itu kembali dibatalkan oleh pihak pengelola dan kepolisian. Ketua Panitia Pelaksana Syiar dan Silaturahmi Kekhalifahan Islam se-Dunia 1440 H Hadi Salam mengatakan akan mengalihkan massa aksi ke Monas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Antisipasi Massa Kekhalifahan, Polisi Jaga Ketat Kawasan Monas

Antisipasi Massa Kekhalifahan, Polisi Jaga Ketat Kawasan Monas

News | Minggu, 18 November 2018 | 10:26 WIB

Monas Ditutup untuk Antisipasi Massa Kekhalifahan, Warga Kesal

Monas Ditutup untuk Antisipasi Massa Kekhalifahan, Warga Kesal

News | Minggu, 18 November 2018 | 08:34 WIB

Antisipasi Massa Kekhalifahan, Monas Ditutup Hari Ini

Antisipasi Massa Kekhalifahan, Monas Ditutup Hari Ini

News | Minggu, 18 November 2018 | 07:39 WIB

Minggu, Akan Ada Tamasya Khilafah di Tugu Monas

Minggu, Akan Ada Tamasya Khilafah di Tugu Monas

News | Jum'at, 16 November 2018 | 20:46 WIB

Novel Bamukmin: Anies Izinkan Monas Dipakai Reuni Akbar 212

Novel Bamukmin: Anies Izinkan Monas Dipakai Reuni Akbar 212

News | Jum'at, 16 November 2018 | 18:14 WIB

Terkini

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:10 WIB

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:06 WIB

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:00 WIB

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:49 WIB

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB