BNPB: Zaman Jokowi 9.957 Bencana Terjadi dan 6.170 Orang Meninggal Dunia

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 31 Desember 2018 | 17:23 WIB
BNPB: Zaman Jokowi 9.957 Bencana Terjadi dan 6.170 Orang Meninggal Dunia
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10). ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Suara.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, bencana alam yang terjadi di Indonesia tidak bisa dikaitkan dengan era kepemimpinan pemerintahan. Sutopo mengatakan sebagian besar bencana yang terjadi di tanah air berasal dari ulah manusia itu sendiri.

Hal itu dikatakan Sutopo menanggapi adanya sebagian kalangan yang membandingkan jumlah peristiwa kejadian bencana di masa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama tahun 2004-2014 dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini.

"Urusan bencana adalah urusan kemanusiaan, tidak ada kaitannya era pemerintahan. Siapapun Presiden Indonesia pasti akan berhadapan dengan bencana," kata Sutopo saat konferensi pers di Kantor Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, Sutopo mengatakan jumlah bencana selama masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Novenber 2004 hingga Oktober 2014 tercatat ada 12.820 bencana. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 181.045 orang.

"Sementara zaman Pak Jokowi ada 9.957 bencana dan 6.170 orang meninggal dunia dalam kurun waktu November 2014 hingga 27 Desember 2018," imbuhnya.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, BNPB memprediksi lebih dari 2.500 kejadian bencana akan terjadi di tahun 2019 mendatang. Menurutnya, bencana hidrometerologi akan mendominasi di tahun 2019.

Sutopo menuturkan diprediksi bencana hidrometerologi seperti banjir, longsor dan puting beliung akan mendominasi bencana selama tahun 2019. Diperkirakan lebih dari 95 persen adalah bencana hidrometerologi.

"Kita prediksikan selama tahun 2019 lebih dari 2.500 kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Paling dominan adalah bencana hidrometerologi seperti banjir, longsor dan puting beliung," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB Prediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Tahun 2019

BNPB Prediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Tahun 2019

News | Senin, 31 Desember 2018 | 16:38 WIB

Update Tsunami Selat Sunda: 437 Orang Meninggal Dunia

Update Tsunami Selat Sunda: 437 Orang Meninggal Dunia

News | Senin, 31 Desember 2018 | 14:28 WIB

Tim Jokowi: Tes Baca Al Quran Bukan SARA, Tapi...

Tim Jokowi: Tes Baca Al Quran Bukan SARA, Tapi...

News | Senin, 31 Desember 2018 | 14:15 WIB

Tes Baca Al Quran, Relawan Jokowi: Bisa Lihat Siapa yang Nebeng Soleh

Tes Baca Al Quran, Relawan Jokowi: Bisa Lihat Siapa yang Nebeng Soleh

News | Senin, 31 Desember 2018 | 13:12 WIB

Terkini

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

×