Bawaslu Perintahkan KPU Gelar Pemungutan Suara Susulan di Sidney Australia

Reza Gunadha | Muhammad Yasir
Bawaslu Perintahkan KPU Gelar Pemungutan Suara Susulan di Sidney Australia
Jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019). [Suara.com/Muhamad Yasir]

"Bawaslu memerintah kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri Sydney melalui KPU, untuk melakukan pemungutan suara susulan."

Suara.com - Ratusan WNI Tidak Bisa Mencoblos, Bawaslu Rekomendasikan KPU Lakukan Pemungutan Suara Susulan di Sydney

Badan Pengawas Pemilu RI merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan pemungutan suara susulan di Sydney, Australia.

Hal itu dilakukan menyusul adanya ratusan warga negara Indonesia yang tidak bisa mencoblos pada hari pemungutan suara di Sydney, Sabtu (14/4) akhir pekan lalu.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menuturkan, keterangan Panwaslu di Sydney, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melakukan penutupan TPS pada pukul 18.00 waktu setempat.

Padahal, kata dia, ketika itu masih terdapat antrean panjang WNI di Sydney yang hendak menggunakan hak pilihnya.

Untuk itu, kata Fritz, Bawaslu merekomendasikan KPU untuk melakukan pemungutan suara susulan di Sydney, guna memenuhi hak pilih WNI.

"Bawaslu memerintah kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri Sydney melalui KPU, untuk melakukan pemungutan suara susulan di TPS bagi pemilih yang sudah mendaftarkan dirinya, tapi belum dapat menggunakan karena TPS yang ditutup PPLN," tutur Fritz saat jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Fritz mengatakan, pemungutan suara ulang di Sydney diperuntukkan bagi seluruh pemilih yang telah terdaftar. Baik di daftar pemilih tetap (DPT), DPT Tambahan (DPTb) dan daftar pemilih khusus (DPK).

"Termasuk yang terdaftar dalam DPK yang telah berada dalam antrean, tetapi belum menggunakan hak pilih di TPS, sesuai dengan prosedur dan tata cara mekanisme sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan," ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan warga Indonesia yang menetap di Sydney, Australia menuntut pemungutan suara Pemilu 2019 secara ulang. Permintaan itu disampaikan melalui sebuah petisi di laman www.change.org, Minggu (14/3).

Alasan pemungutan suara diminta ulang, karena WNI yang memiliki hak suara itu tak diperbolehkan untuk menggunakan hak suaranya di TPS beberapa tempat di Sydney, Sabtu waktu setempat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS