Beri Pembekalan Ke ASN, JK: Buang Pemikiran Ingin Dilayani

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:44 WIB
Beri Pembekalan Ke ASN, JK: Buang Pemikiran Ingin Dilayani
Wapres Jusuf Kalla memberikan pembekalan di depan para ASN. (Dok. Tim Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan kuliah umum kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) hasil perekrutan tahun 2018. JK berpesan untuk mengutamakan memberikan pelayanan yang terbaik sebagai Anggota Sipil Negara (ASN).

JK menjelaskan bahwa beragam jenis pekerjaan yang akan dilakukan ASN tetap harus mengedepankan dalam melayani publik. ASN masa kini harus meninggalkan pemikiran harus mendapatkan pelayanan, justru sebaliknya yakni harus memberikan pelayanan yang terbaik.

"Prinsip anda yang selalu jadi pegangan anda ialah melayani. Apa tugas anda? melayani. Itu tentu berbeda cara melayani, tergantung apa tugas anda," kata JK dalam acara Presidential Lecture 2019 yang digelar di Istora Senayan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/7/2019).

"Melayani masyarakat untuk maju, tertib, melayani para pengusaha yang beri pekerjaan ke orang banyak. Semua itu tugas kalian. Jangan berprinsip lagi untuk dilayani. Dulu banyak yang mau dilayani, dihormati masyarakat. Ingin dapat fasilitas yang baik," sambungnya.

JK mengungkapkan bahwa setiap pekerjaan ASN memiliki satu tujuan yakni melayani. JK mencontohkan kalau seorang ASN yang bekerja di bidang pendidikan, semisal guru, harus ikhlas melayani para muridnya dengan memberikan pendidikan yang baik.

"Seorang guru yang diangkat melayani dengan mendidik generasi muda dengan ikhlas dengan kemampuan baik. Seorang pegawai Kemenkes melayani merawat mendorong kesehatan lebih baik," JK mencontohkan.

JK kemudian menerangkan bahwa ASN harus siap ditugaskan di daerah manapun. Memang bukan tugas yang ringan. Namun kata JK, hal tersebut menjadi salah satu bukti daripada tekad pengabdian seorang ASN.

"Bangsa ini bangsa besar. Kita tak punya lagi prinsip di Jawa diatur birokrasinya orang Jawa, di Makassar harus orang Makassar," ujarnya.

Kemudian JK juga mengatakan kepada ribuan ASN untuk tidak melulu tergantung kepada pemerintah pusat. JK menuturkan kalau sistem otonomi daerah saat ini sudah berjalan jauh lebih baik.

baca juga

"Anda ditempatkan di daerah jangan tergantung ke pusat. Semua serba pusat, itu masa lalu. Sekarang pemda ditentukan aparat di daerah untuk jalankan pemerintah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK Minta CPNS yang Lolos Tak Protes Bila Ditugaskan ke Pedalaman

Wapres JK Minta CPNS yang Lolos Tak Protes Bila Ditugaskan ke Pedalaman

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:37 WIB

Di Harlah ke-21, JK: Suara PKB Naik Terus Tapi Belum Bisa Libas Golkar

Di Harlah ke-21, JK: Suara PKB Naik Terus Tapi Belum Bisa Libas Golkar

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 22:22 WIB

Soal Dokter Romi yang Dibatalkan Jadi ASN, Ini Jawaban Pemkab Solsel

Soal Dokter Romi yang Dibatalkan Jadi ASN, Ini Jawaban Pemkab Solsel

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 22:21 WIB

Miris, Dokter Penyandang Disabilitas Ini Dibatalkan Jadi ASN

Miris, Dokter Penyandang Disabilitas Ini Dibatalkan Jadi ASN

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 21:54 WIB

JK soal KKB di Nduga: Jika Tak Mau Damai dan Serang Tentara, Mesti Dibalas

JK soal KKB di Nduga: Jika Tak Mau Damai dan Serang Tentara, Mesti Dibalas

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 21:30 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×