Tragedi Polsek Cimanggis, Kriminolog: Polisi Termakan Egonya Sendiri

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 26 Juli 2019 | 21:39 WIB
Tragedi Polsek Cimanggis, Kriminolog: Polisi Termakan Egonya Sendiri
Polsek Cimanggis. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof Adrianus Meliala menyoroti
tragadi pembunuhan Bripka Rahmat Efendy akibat ditembak mati rekan polisinya, Brigadir Rangga Tianto.

Dia menilai insiden berdarah yang terjadi di Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7/2019) malam itu dipicu adanya masalah pribadi seorang polisi yang tidak punya kontrol diri dan tak matang sebagai aparat hukum. 

"Kejadian ini bisa terjadi bila pelaku kemungkinan tidak punya kontrol diri yang kuat dan kematangan pribadi yang tidak kuat," kata Adrianus kepada Antara saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Bripka RE ditembak. (ist)
Bripka RE ditembak. (ist)

Pakar kriminologi ini mengatakan melihat kasus ini dari sudut pandang individual seorang anggota Polisi, jangan dilihat dari sisi institusi Polri.

Karena, lanjut Adrianus, sebagai individu, anggota polisi dalam hubungan kerja bisa memiliki konflik dengan sesama individu lainnya.

"Konflik yang begitu tajam bisa menimbulkan emosi dan itu menjadi mungkin karena polisi juga manusia, bisa marah, bisa kesal," terangnya.

Prosesi pemakaman Bripka RE di TPU Jonggol. Bogor,  Jawa Barat. (Suara.com/Supriyadi).
Prosesi pemakaman Bripka RE di TPU Jonggol. Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Supriyadi).

Yang menjadi permasalahan, lanjut dia, pelaku Brigadir Rangga Tianto sebagai individu yang memiliki akses terhadap senjata api. Sehingga ketika kontrol diri dan kepribadiannya tidak kuat jadi kebablasan menggunakan senjata tajam untuk memuaskan egonya.

Berbeda dengan orang awam apabila emosi hanya bisa melampiaskan dengan cara meninju meja atau tembok.

Istri almarhum Bripka RE menangis di peti jenazah suaminya di Depok. (Suara.com/Supriyadi)
Istri almarhum Bripka RE menangis di peti jenazah suaminya di Depok. (Suara.com/Supriyadi)

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu mengatakan ada kemungkinan pelaku tidak marah dengan rekan sejawatnya hingga melayangkan tembakan, tetapi karena ada persoalan di dalam dirinya.

baca juga

Menurut Adrianus, pelaku kemungkinan sudah janji kepada orang tua anak pelaku tawuran yang ditangkap atau kepada masyarakat bahwa dia akan membereskan kasus tersebut.

"Jadi dia (Brigadir Rangga) dengan amat bangga menjamin pada orang tua pelaku tawuran ini bahwa dia bisa kok meng-handel masalahnya bisa buat anaknya bebas kembali, sambil membawa orang tuanya ke kantor polisi," katanya.

"Ternyata pelaku ketemu dengan atasannya (Bripka Rahmat Effendy) yang dengan gampangnya mengatakan tidak bisa dengan alasan sedang diproses," katanya.

Pada situasi itu, lanjut Adrianus, bisa dibayangkan pelaku malu, atau bahkan jatuh harga dirinya di depan masyarakat yang sudah dijanjikan anaknya akan bebas.

Kondisi ini, bila dihadapi oleh orang yang berkepribadian yang kuat, maka akan menyampaikan kepada orang tua pelaku tawuran bahwa sistem tidak membolehkan karena harus diproses, meskipun dia sudah berjanji.

"Itu cara orang yang berkepribadian kuat, tapi pelaku ini (Brigadir RT) mengikuti marahnya, egonya," kata Adrianus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibunuh Rekan Polisi, Pimpinan Upayakan Naikkan Pangkat Bripka RE

Dibunuh Rekan Polisi, Pimpinan Upayakan Naikkan Pangkat Bripka RE

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 19:33 WIB

Tangisi Pusara Bripka Rahmat Efendy, Tito: Bukakan Pintu Surga Ya Allah

Tangisi Pusara Bripka Rahmat Efendy, Tito: Bukakan Pintu Surga Ya Allah

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 18:26 WIB

Komisi III DPR: Kok Bisa Polisi Tembak Polisi di Polsek?

Komisi III DPR: Kok Bisa Polisi Tembak Polisi di Polsek?

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 17:14 WIB

Polisi Tembak Polisi di Polsek, DPR: Anggota Polri Harus Pembinaan Mental

Polisi Tembak Polisi di Polsek, DPR: Anggota Polri Harus Pembinaan Mental

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:57 WIB

Pesan Terakhir Bripka RE, Minta Rekan-rekannya Kompak Rawat Burung

Pesan Terakhir Bripka RE, Minta Rekan-rekannya Kompak Rawat Burung

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:49 WIB

Kasus Penembakan Polisi, Mengapa Marah Sebabkan Tindakan Kekerasan?

Kasus Penembakan Polisi, Mengapa Marah Sebabkan Tindakan Kekerasan?

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:57 WIB

Jejak Darah di Polsek Cimanggis, Polisi Tembak Mati Polisi

Jejak Darah di Polsek Cimanggis, Polisi Tembak Mati Polisi

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 14:59 WIB

Bripka Rahmat Effendy Ditembak dari Dekat di Polsek, Peluru Mengenai Tulang

Bripka Rahmat Effendy Ditembak dari Dekat di Polsek, Peluru Mengenai Tulang

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 14:41 WIB

Brigadir Rangga Tembak Mati Rekan Polisi Terancam Pidana, Begini Prosesnya

Brigadir Rangga Tembak Mati Rekan Polisi Terancam Pidana, Begini Prosesnya

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 14:37 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×