SBY Akan Bertemu Jokowi, PKS: Jangan untuk Kepentingan Kelompok

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:57 WIB
SBY Akan Bertemu Jokowi, PKS: Jangan untuk Kepentingan Kelompok
Susilo Bambang Yudhoyono. (@jansen_jsp)

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid tak mempermasalahkan rencana Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono soal pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo pada awal Agustus tahun ini.

Hidayat berujar, pertemuan tersebut merupakan hak sesoerang sehingga siapapun boleh bertemu siapapun. PKS, mata dia, monggo saja jika SBY bertemu Jokowi terlebih hal itu dinilai dapat membuat Indonesia guyub dan rukun.

"Mereka orang-orang Jawa yang pasti mengenal itu semuanya lah. Pak Jokowi Jawa, Pak SBY Jawa, Bu Mega Jawa, Pak Prabowo juga Jawa. Jadi orang Jawa ini mengerti lah bahwa itu memang hal yang biasa dan apalagi kita semuanya muslim, silaturahim juga adalah hal yang biasa," kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Namun Hidayat berharap jika pertemuan antara SBY dan Jokowi nantinya tidak hanya untuk membawa kepentingan kelompok semata. Melainkan harus didasari pertemuan antarnegarawan.

"Tapi memang harapannya adalah ini bukan sekadar pertemuan biasa dalam artian ini adalah pertemuan antar negarawan, antar pimpinan yang negarawan. Mestinya memberikan penyikapan politik yang betul-betul membawa manfaat bagi bangsa, bagi negara. Bukan sekadar untuk kepentingan kelompok, kepentingan golongan, kepentingan jangka pendek," kata Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal bulan Agustus 2019. Pertemuan itu disebut dalam rangka membangun persatuan Indonesia.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti pertemuan antara Jokowi dengan SBY. Syarief menuturkan, SBY akan aktif ke dunia politik serta melakukan kunjungan-kunjungan ke sejumlah elite politik.

"Pak SBY sudah memberikan penegasan, beliau akan aktif kembali, sekalipun mengamati kondisi terkini tentunya akan menjadi komunikasi-komunikasi dengan presiden tepiilih dan diyakini akan dilakukan dalam waktu yang tidak lama lagi, katakanlah awal Agustus," kata Syarief di D'consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019) lalu.

Persamuhan antara SBY dengan Jokowi, kata Syarief, akan membicarakan formula guna membawa Indonesia ke depannya lebih baik. Dalam hal ini, lima tahun kedepan pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.

"Kita harapkan demikian tinggal ada 2 bulan, waktu memformulasikan 5 tahun ke depan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Sakit Hati Jokowi Dirundung, Gibran: Tapi Lucu Banget

Akui Sakit Hati Jokowi Dirundung, Gibran: Tapi Lucu Banget

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 11:40 WIB

Pengamat: Jokowi Wajar Kasih Jatah Menteri, Tapi Libatkan PPATK

Pengamat: Jokowi Wajar Kasih Jatah Menteri, Tapi Libatkan PPATK

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 10:41 WIB

Presiden Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Berkelas

Presiden Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Berkelas

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2019 | 10:33 WIB

Pengamat: Anies Capres 2024, Nasdem Sedang Gertak Jokowi dan PDIP

Pengamat: Anies Capres 2024, Nasdem Sedang Gertak Jokowi dan PDIP

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 10:28 WIB

Jokowi Akan Putusakan Jika Eks Koalisi Prabowo Mau Gabung ke KIK

Jokowi Akan Putusakan Jika Eks Koalisi Prabowo Mau Gabung ke KIK

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 10:21 WIB

Terkini

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB