Berbicara di Hadapan Diaspora Indonesia, JK Contohkan Keberadaan Chinatown

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 19 Agustus 2019 | 22:13 WIB
Berbicara di Hadapan Diaspora Indonesia, JK Contohkan Keberadaan Chinatown
Wapres JK saat membuka acara Simposium Cendekiawan Kelas Dunia 2019 di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019). [Dok. Setwapres]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berpesan kepada diaspora Indonesia untuk tidak buru-buru kembali ke tanah air. Belajar dari negara-negara lain, JK berharap diaspora Indonesia justru melebarkan sayap Indonesia di berbagai negara.

JK mengharapkan, diaspora Indonesia mesti melihat pengalaman diaspora dari negara lain. Lantaran, banyak negara yang menerapkan konsep diaspora untuk memperkuat negara.

"Kita agak iri sedikit, saya berpendapat, saudara-saudara diaspora tak perlu masuk kembali. Silakan saja ke mana-mana. Belajar dari pengalaman banyak negara," jelas JK saat membuka acara Simposium Cendekiawan Kelas Dunia 2019 di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

JK tidak memungkiri kehebatan konsep diaspora bisa memajukan ekonomi India dan China. Ia mencontohkan, banyaknya 'chinatown' di berbagai negara sebagai bentuk banyaknya warga negara China yang bermukim di sejumlah negara.

Kemudian diaspora India di Amerika Serikat juga jumlahnya tidak sedikit. Diaspora dari Indonesia juga berhasil menjadi eksekutif tertinggi di berbagai perusahaan ternama.

"India, di samping banyak ke Amerika Serikat, dia CEO dari India, Google, Microsoft, Pepsi, Cola, Citibank, macam-macam. Begitu hebat diaspora mereka," tuturnya.

Negara tetangga pun merasakan keuntungan dari diaspora-diaspora yang bermukim di negara lain. Seperti Filipina yang memiliko 20 persen Gross Domestic Product (GDP)-nya disumbangkan dari diaspora.

Dengan begitu, JK menyarankan kepada diaspora-diaspora Indonesia untuk tidak buru-buru kembali ke Indonesia apalagi untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya kira bapak, ibu tidak perlu mendahulukan pulang jadi PNS. Karena, kalau jadi PNS gajinya turun tinggal 10 persen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Diaspora Indonesia Usulkan BNP2TKI Direvisi, Ada Apa?

Ketua Diaspora Indonesia Usulkan BNP2TKI Direvisi, Ada Apa?

News | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:57 WIB

Kongres Diaspora Indonesia ke-5 Bakal Digelar di Jakarta, Ini Agendanya

Kongres Diaspora Indonesia ke-5 Bakal Digelar di Jakarta, Ini Agendanya

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 11:53 WIB

Cara Diaspora Indonesia di St Petersburg Rayakan Sumpah Pemuda

Cara Diaspora Indonesia di St Petersburg Rayakan Sumpah Pemuda

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 06:50 WIB

Diaspora Indonesia di Luar Negeri Penting Untuk Genjot Ekonomi

Diaspora Indonesia di Luar Negeri Penting Untuk Genjot Ekonomi

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 12:29 WIB

Terkini

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:02 WIB

Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor

Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:39 WIB

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:35 WIB