Protes Anggaran Janggal, Anies Didemo Emak-emak di Depan Balai Kota

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 November 2019 | 16:50 WIB
Protes Anggaran Janggal, Anies Didemo Emak-emak di Depan Balai Kota
Presidium Rakyat Nusantara demo di depan Kantor Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, digeruduk pendemo, Jumat (8/11/2019). Massa aksi meminta Anies agar segera membuka dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) DKI tahun 2020 kepada publik.

Massa aksi yang mengatasnamakan Presidium Rakyat Nusantara ini mendatangi Balai Kota dengan mobil komando sekitar pukul 14.50 WIB. Mereka juga membawa beberapa atribut aksi seperti poster, bendera Indonesia, dan karangan bunga.

Salah seorang orator, Siska menganggap banyak anggaran yang janggal di dokumen tersebut. Selain nilainya yang fantastis, tujuan pengadaannya juga dinilai tak masuk akal.

"Dalam dokumen ini, ditemukan ada puluhan bahkan ratusan mata anggaran menjadi perundungan public. Mata anggaran itu antara lain rencana pembelian," ujar Siska di atas mobil komando.

Diketahui, beberapa anggaran yang janggal di antaranya adalah lem aibon Rp 127 miliar, ballpoint Rp 123,8 miliar, komputer Rp 121,2 miliar, antivirus Rp 12,9 miliar, dan influencer Rp 5 miliar.

Presidium Rakyat Nusantara demo di depan Kantor Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Presidium Rakyat Nusantara demo di depan Kantor Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Meski sudah terbongkar, kata Siska, anak buah Anies masih tidak mau memublikasikan dokumen itu. Ia menduga Pemprov sengaja menutup-nutupi anggaran itu.

"Maka kami menduga pemerintah provinsi DKI Jakarta secara sengaja menutup semua akses informasi," jelasnya.

Menurutnya pengadaan anggaran janggal itu bisa merugikan masyarakat Jakarta karena berpotensi korupsi. Maka dari itu, massa aksi meminta agar Anies segera mundur dari jabatannya.

"Kami menyarankan Gubernur Anies Baswedan untuk mundur dari jabatan karena dinilai gagal dan sarat indikasi korupsi," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JPO Tanpa Atap Mau Ditambah, Warga: Ampun Jangan Pak Anies

JPO Tanpa Atap Mau Ditambah, Warga: Ampun Jangan Pak Anies

News | Jum'at, 08 November 2019 | 15:14 WIB

Warga Protes Atap JPO Sudirman Dicopot Anies: Selfie Panas-panas Begini?

Warga Protes Atap JPO Sudirman Dicopot Anies: Selfie Panas-panas Begini?

News | Jum'at, 08 November 2019 | 14:37 WIB

Soal Meme Anies Baswedan ala Joker, Fahira Idris Penuhi Panggilan Polisi

Soal Meme Anies Baswedan ala Joker, Fahira Idris Penuhi Panggilan Polisi

Video | Jum'at, 08 November 2019 | 13:07 WIB

Anies Baswedan Akan Bicara di Kongres Nasdem, PDIP: Biasa Saja

Anies Baswedan Akan Bicara di Kongres Nasdem, PDIP: Biasa Saja

News | Jum'at, 08 November 2019 | 11:38 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×