LBH Jakarta Terima Laporan Dugaan Intimidasi ke Penolak RUU Omnibus Law

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:54 WIB
LBH Jakarta Terima Laporan Dugaan Intimidasi ke Penolak RUU Omnibus Law
Sejumlah menteri saat menyerahkan omnibus law RUU Cipta Kerja ke DPR RI. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menerima laporan adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oknum tertentu kepada kelompok masyarakat yang menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Pengacara publik LBH Jakarta Citra Referandum menyebut ada dua kasus intimidasi kepada kelompok masyarakat yang menolak RUU Omnibus Law.

Dugaan intimidasi yang pertama kata dia, pembubaran diskusi "Omnimbus Law bertajuk 'Nasib Cilaka Bagi Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar' yang digelar oleh Federasi Pejar Indonesia (Fijar) di Jakarta Barat pada 8 Februari 2020.

"Kelompok mahasiswa dan buruh mengadakan diskusi terkait Omnibus Law jam 19.00. Tapi ada polisi yang mengaku sebagai Kanit Intelkam, menanyakan perizinan diskusi dan meminta bubar diskusi karena menentang kebijakan pemerintah," ujar Citra di kantor Walhi Nasional, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Citra menuturkan polisi tersebut sudah datang sejak sore sekitar jam 16.00 WIB. Karena tak memiliki dasar untuk membubarkan diskusi tersebut, polisi akhirnya mengawasi jalannya diskusi sampai jam 22.00 WIB.

Aparat kepolisian kata Citra, sampai mengintimidasi melalui ketua RT dan karang taruna setempat.

"Ketua RT dan karang taruna dipanggil sekitar jam 20.00 untuk menghadap polisi dan menanyakan perihal perizinan diskusi. Lalu meminta kedepan pihak RT dan karangtaruna harus meminta izin dulu ke polisi setempat kalau ada warga yang mau ngadain diskusi," ucap Citra.

Ia pun mempertanyakan masalah izin diskusi tersebut.

"Karena tidak punya dasar hukum yang jelas juga. Katanya diskusi harus punya perizinan, izin dari mana? perlu ditelaah lagi, apa saya lupa atau gimana. Bahkan unras (Unjuk rasa) pun sifatnya pemberitahuan, bukan izin. apalagi diskusi," ucap Citra.

baca juga

Untuk kasus kedua kata Citra, yakni Sekretariat KASBI di Jakarta Timur didatangi sekitar 15 orang tidak dikenal pada 17 Februari 2020 sekitar pukul 09.30 WIB.

"Mereka menyatroni dulu kemudian mereka membakar ban, mereka teriak teriak mereka mengencam orang orang yang menolak Omnimbus Law. Habis mereka bakar ban sudah nyala mereka kabur," kata dia.

Lebih lanjut, Citra meyakini pihak-pihak yang menolak Omnibus Law akan terus menerus mendapat intimidasi.

"Karena omnimbus law ini betul betul kepentingan dari si oligarki itu sendiri mereka mengeruk sebesar besarnya keuntungan buat para pemodal kemudian untuk mengamankan itu. Maka tidak ada pilihan untuk melakukan intimidasi karena memang jelas penolakan itu sangat kencang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mirip Rezim Orde Baru, RUU Omnibus Law Disebut Mengancam Kebebasan Pers

Mirip Rezim Orde Baru, RUU Omnibus Law Disebut Mengancam Kebebasan Pers

News | Kamis, 20 Februari 2020 | 16:24 WIB

RUU Omnibus Law Disebut Bakal Hancurkan Kehidupan Buruh yang Sudah Hancur

RUU Omnibus Law Disebut Bakal Hancurkan Kehidupan Buruh yang Sudah Hancur

News | Kamis, 20 Februari 2020 | 15:48 WIB

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Presiden Bisa Cabut Perda, Anies: Belum Lihat

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Presiden Bisa Cabut Perda, Anies: Belum Lihat

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 21:59 WIB

Draf RUU Keamanan Laut Sedang Dirancang, Berharap Selesai Tahun Ini

Draf RUU Keamanan Laut Sedang Dirancang, Berharap Selesai Tahun Ini

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 19:21 WIB

Terkini

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

×