Perumahannya Jadi Viral karena Corona, Ketua RT: Kami Stres Luar Biasa

Dany Garjito, Ruhaeni Intan

Senin, 09 Maret 2020 | 13:49 WIB
Perumahannya Jadi Viral karena Corona, Ketua RT: Kami Stres Luar Biasa
Anis Hidayah. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Anis Hidayah tak pernah membayangkan sebelumnya jika suatu hari nanti perumahan tempat ia tinggal bakal ditonton jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Ia tak pernah menyangka jika semua orang saat ini tahu tentang tempat tinggalnya.

"Seminggu ini kami jatuh bangun emosinya, stres luar biasa," tulis Anis via Facebook.

Perempuan yang menjabat sebagai Direktur Migrant Care Indonesia itu lantas menceritakan pengalamannya menghadapi hari-hari terberat dalam hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Semua bermula ketika Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan dua orang di Indonesia positif terkena virus corona pada hari Senin (2/3/2020).

"Tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Pak Menteri Kesehatan bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," demikian tutur Presiden Jokowi seperti dilansir dari Kompas TV.

Publik langsung heboh dengan informasi tersebut. Namun, kehebohan tersebut menghentak Anis dengan lebih dahsyat. Pasalnya, dua orang yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo adalah warga Studio Alam Indah, perumahan tempat ia tinggal.

Anis yang mengetahui informasi ini dari pesan yang masuk via ponselnya merasa linglung selama sesaat. Informasi menyebar secepat kilatan cahaya. Ia tak mengerti bagaimana bisa informasi detail mengenai nama lengkap, usia, alamat, dan bahkan sejarah pengobatan pasien corona yang adalah tetangganya tersebar lewat media sosial, lewat berita yang disiarkan televisi, juga lewat media online. Ia geram bukan main dengan hal itu.

"Yang membuat marah adalah data pribadi pasien tetiba viral. Saya tidak habis pikir siapa yang menyebarkannya," tulis Anis via Facebook.

Namun, kegeraman Anis tidak berhenti sampai di sana. Setelah informasi mengenai pasien viral, perumahan tempat ia tinggal dibanjiri oleh media. Ia marah karena kegaduhan yang terjadi di lingkungannya membuat Anis dan warga perumahan Studio Alam Indah merasa tidak aman. Tapi, yang terjadi bertubi-tubi setelahnya justru membuat Anis semakin stres.

baca juga
Anis Hidayah di Mata Najwa (Youtube).
Anis Hidayah di Mata Najwa (Youtube).

Pada hari Senin (9/3/2020), seminggu pasca pengumuman tersebut, ia menulis curahan panjang mengenai hari-hari tersulit dalam hidupnya sebagai ibu RT Perumahan Studio Alam Indah.

"Pasca penyemprotan disinfektan yang Senin itu selesai jam 00.30, kami harus menghadapi realitas yang tidak mudah di rumah," tulis Anis.

Hari itu usai pengumuman, anak keduanya demam tinggi sementara anak pertamanya terus memegangi kepala. "Katanya sakit dan pusing," tulisnya. Malam itu ia bersama suami tak bisa tidur karena harus mengompres anak kedua mereka yang mengalami demam tinggi. Selama satu minggu penuh, anak kedua Anis terbaring di rumah karena sakit.

Anis pun terpaksa harus pergi menemui dokter pada hari Selasa (3/3/2020) karena kondisi kesehatannya drop. Tekanan darah Anis naik hingga 180/110 dengan tingkat kolesterol 371. Suaminya, Teguh Prawiro tak henti memberikan semangat. "Mama harus sehat, Ayah tak bisa menghadapi ini sendirian," demikian tutur Teguh seperti ditulis oleh Anis via Facebook.

Namun, ternyata puncak dari situasi sulit ini terjadi pada hari Jumat (6/3/2020). Hari itu seseorang entah siapa mengirim seekor bangkai anjing dalam plastik lengkap bersama kain kafan ke rumahnya. Anis menemukan bangkai hewan malang itu di belakang rumah dan langsung meminta suaminya untuk mengubur. Beberapa jam setelah itu, tiba-tiba ia mendapat kabar bahwa empat orang warga yang menjenguk pasien kasus satu dan kasus dua dinyatakan sebagai suspect virus corona dan harus diisolasi.

Anis Hidayah, Ibu RT Perumahan Studio Alam Indah (Facebook).
Anis Hidayah, Ibu RT Perumahan Studio Alam Indah (Facebook).

Anis yang langsung mendatangi keluarga tersebut tak kuasa saat melihat mereka menangis mendengar kabar itu. Ia membayangkan bagaimana kondisi mental mereka ke depan mengingat apa yang terjadi pada pasien kasus satu dan kasus dua. Sepanjang jalan, Anis berusaha untuk menahan air matanya agar tak keluar. Namun, usaha itu gagal tepat saat ia sampai di rumah. Ia menangis sejadi-jadinya, berusaha menumpahkan segala emosi dan pikiran. Suami Anis juga drop dan anak pertama mereka berlari menangis di kamar.

"Kok ujungnya seperti ini ya?" ujar Teguh, suami Anis. Jantungnya berdebar dengan kencang sehingga ia memutuskan untuk menghabiskan sisa hari Jumat itu dengan beristirahat sambil menonton Stand Up Comedy.

Anis yang menyaksikan musibah ini datang bertubi-tubi hanya bisa bergumam. Ia marah bukan kepada siapapun melainkan pemerintah. Ia merasa cara pemerintah menyikapi wabah ini sangat tidak manusiawi.

"Pemerintah lupa bahwa di balik pasien-pasien yang diumumkan adalah manusia yang memiliki hati dan rasa. Kami melihat penanganan corona ini tidak menggunakan hati," tulis Anis.

Hari Minggu siang (8/3/2020), Anis kembali mengalami demam tinggi sampai 39 derajat celcius. Ia merasa lemas dan kelelahan. Untuk menghibur diri, ia lantas ikut menyaksikan tayangan Stand Up Comedy yang tempo hari berhasil membuat suaminya merasa sedikit terhibur. Humor memang tak bisa mengobati penyakit, tetapi setidaknya humor bisa mengobati luka hati dan pikiran. Ia lantas terpikir bagaimana jika warga RT di perumahannya menonton Stand Up Comedy bersama agar energi baik kembali menyapa mereka.

Meski lelah, ia merasa gembira mengetahui kabar perkembangan pasien kasus satu dan kasus dua yang terus membaik. Ia mengakhiri tulisan itu dengan nada optimis dan sedikit satir, menyadur apa yang diucapkan oleh Dilan kepada Milea.

"Jadi RT itu berat, kamu enggak akan kuat," tulisnya disertai emoji tersenyum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:15 WIB

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:57 WIB

Komnas HAM Siapkan Rapor Kinerja Polri, Ada 15 Kategori Penilaian

Komnas HAM Siapkan Rapor Kinerja Polri, Ada 15 Kategori Penilaian

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:35 WIB

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Antrean Mobile JKN Semrawut hingga Obat Kosong, Komnas HAM Beri Nilai 67,1 untuk BPJS

Antrean Mobile JKN Semrawut hingga Obat Kosong, Komnas HAM Beri Nilai 67,1 untuk BPJS

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:29 WIB

Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah

Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:53 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi

Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026

Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB

Houthi Yaman Bantah Serang Makkah

Houthi Yaman Bantah Serang Makkah

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:52 WIB

Rayakan Musim Baru PERSIB, bank bjb Kasih Diskon Rp50 Ribu untuk Bobotoh

Rayakan Musim Baru PERSIB, bank bjb Kasih Diskon Rp50 Ribu untuk Bobotoh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 11:51 WIB

BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan

BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan

Kaltim | Rabu, 16 September 2026 | 11:51 WIB

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:48 WIB

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 11:47 WIB

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:45 WIB

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:44 WIB

×