Tak Mangkal, Cara PSK Jingga Tetap Dicari Pria Hidung Belang saat Corona

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 11 Juni 2020 | 19:09 WIB
Tak Mangkal, Cara PSK Jingga Tetap Dicari Pria Hidung Belang saat Corona
Wanita PSK bernama Jingga (nama samaran) saat diwawancara Suara.com di sebuah hotel Melati di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Suarac.com/Arga).

"Mas boleh nego. Jujur saja, asal tidak terlalu parah negonya," kata Jingga saat berbincang dengan Suara.com.

Pelanggan jasa seks berbayar beragam. Mereka bisa datang dari usia muda hingga tua. Sopan dan brengsek. Di aplikasi Michat, kenyataan-kenyataan seperti itu bisa dijumpai. Sebagai orang yang terlanjur basah di dunia itu, Jingga sudah mengerti betul ciri-ciri pelanggan yang hendak memakai jasanya.

Jingga bercerita, kebanyakan pelanggannya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Kelas yang ingin merasakan kenikmatan seks dengan kocek yang tidak terlalu mahal.

Jingga pun mengaku pernah mendapat seorang tamu berusia 18 tahun. Rasanya seperti berhadapan dengan anak sendiri, kata Jingga.

Jingga juga sering berhadapan dengan calon pelanggan brengsek. Mereka biasanya menawar harga dengan nominal yang murah atau hanya modus belaka. Banyak calon pelanggan yang sudah membikin janji dengan Jingga untuk bermain seks namun hilang tanpa kabar.

Terkait hal tersebut, Jingga punya kiat sukses untuk menangkal calon pelanggan brengsek yang cuma memberi harapan palsu. Jingga punya peraturan yang harus dipenuhi oleh para calon pelanggannya.

Setelah proses negosiasi di Michat menemukan kata 'iya', Jingga meminta sang pelanggan untuk datang ke hotel kelas melati di kawasan Tanah Abang. Sang pelanggan diminta untuk menyewa kamar terlebih dahulu --tentunya biaya sewa kamar ditanggung oleh sang pelanggan. Setelah memesan kamar, sang pelanggan diminta untuk mengirimkan foto kunci kamar sebagai tanda kalau sudah memesan kamar.

Jingga juga punya cara lain untuk memastikan kalau pelanggannya sudah memesan kamar. Dia biasa menelepon pegawai hotel untuk memastikannya. Misalnya, sang pelanggan mengaku sudah berada di kamar nomor 205, lantai dua. Jingga meminta data kepada pegawai hotel apakah ada orang yang memesan kamar tersebut dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan.

"Saya telepon pegawai sini, "Mas di lobi ada orang nunggu gak" saya tanya gitu. Ciri-ciri juga sudah kasih tahu. 'Oh gak ada', kalau jawaban pegawai gak ada orang nunggu, berarti orang yang ingin menggunakan jasa saya itu bohong. Kalau memang ada yang sudah nunggu, saya baru jalan dari kontrakan," ujar Jingga.

Saat kami sedang asyik berbincang, ada pesan singkat Michat yang mampir di ponsel Jingga. Rupanya ada calon pelanggan yang hendak bermain seks dengan dia. Sang calon pelanggan memaparkan kepada Jingga kalau dia memakai kaos berwarna merah dan sudah berada di lobby hotel. Guna memastikannya, Jingga langsung menghubungi petugas hotel yang berada di meja resepsionis, dekat lobi hotel.

"Nih saya kasih lihat chat-nya, dia katanya pakai baju merah dan lagi di parkiran. coba kita telepon resepsionis hotel ya" kata dia. Telepon berdering.

Jingga: Mas, di lobby hotel ada orang pakai kaos warna merah nggak?
Petugas: Kalau di lobby nggak ada.
Jingga: Kalau di parkiran?
Petugas: Kalau diparkiran ada orang lagi ngobrol sama security.
Jingga: Kaos merah?
Petugas: Bukan, ini orang yang sering nongkrong di sini.
Jingga: Oh ya sudah. Bohong berarti. Terima kasih ya, Mas.

Jingga juga sudah bisa mengetahui ciri-ciri pelanggan yang cuma modus. Dia bisa mengetahui mana saja calon pelanggan yang cuma ingin menipu dirinya. Biasanya, hal itu terlihat dari proses negosiasi harga lewat chatting, Michat.

Jika ada pelanggan yang minta hal aneh-aneh, Jingga langsung memblokir akun tersebut. Permintaan aneh itu misalnya minta foto bugil atau foto payudara sebagai bukti kalau Jingga benar-benar perempuan. Selain itu, jika sang calon pelanggan yang memulai percakapan dengan kata yang tidak sopan, Jingga tidak akan melayaninya.

"Saya sudah tahu kalau ada orang yang mau modus, saya langsung blokir. Pertama, pasti ada yang minta foto aneh-aneh kaya pap tete, foto bugil lah, itu sudah pasti nggak bener. Terus sudah kelihatan juga dari gaya bahasa ketika chatingan, kalau sudah nggak sopan, berarti bohong," ujar Jingga.

Sepuluh menit berselang, ada satu pelanggan yang mengirim pesan singkat pada Jingga. Katanya, dia sudah berada di hotel tempat kami berbincang. Pria ini mengaku sudah berada di kamar nomor 593. Namun kenyataannya, hotel ini cuma sampai lantai empat. Otomatis, nomor kamar tidak ada yang diawali dari angka lima.

"Ini barusan ada yang chat lagi, katanya sudah di kamar 593, ngaco kan. wong hotel ini cuma 4 lantai. Itupun lantai 4 hanya dipakai sama pegawai hotel, ini sudah ngaco kan," ucap dia.

Jingga juga punya cerita lucu tentang calon pelanggan brengsek yang hendak berbohong. Singkat cerita, Jingga baru selesai bermain seks dengan pelanggan lainnya. Saat itu, Jingga dan sang pelanggan bermain seks di kamar nomor 304. Tepatnya di lantai tiga.

Sang pelanggan memesan kamar transit berdurasi lima jam dengan tarif Rp150 ribu. Setelah dua kali bermain, sang pelanggan pulang terlebih dahulu. Sementara, Jingga masih berada di kamar, menunggu sisa waktu pemakaian kamar habis.

Saat sedang beres-beres, ada pesan singkat yang kembali nyangkut di ponsel Jingga. Ada satu pria yang mengaku sudah memesan kamar di hotel kelas melati tersebut. Sang pelanggan mengaku sudah memesan kamar nomor 304, tempat Jingga berada. Saat itu Jingga juga tidak menyadari kalau dia sedang berada di kamar itu. Seperti biasa, Jingga menelepon petugas hotel untuk memastikan kebenarannya.

"Aku telpon pegawai hotel, 'mas, kamar 304 ada yang baru masuk?' kata si pegawai, 'enggak kan udah dari tadi, tamu mbak yang tadi'. Nah aku baru sadar, ternyata pelanggan yang baru kontak aku ini ternyata cuma modus," katanya. 

"Banyangin coba kalau aku masih di kontrakan, terus datang ke hotel tapi pelanggannya gak ada. Gimana coba? Kan kasian kan orang-orang kaya kami," tutup Jingga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minim Protokol Kesehatan, 16.000 Penonton Banjiri Stadion Partizan

Minim Protokol Kesehatan, 16.000 Penonton Banjiri Stadion Partizan

Bola | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:46 WIB

Kantor Wali Kota Semarang Jadi Sumber Penularan Virus Corona

Kantor Wali Kota Semarang Jadi Sumber Penularan Virus Corona

Jawa Tengah | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:31 WIB

20 PNS Pemkot Semarang Positif Corona

20 PNS Pemkot Semarang Positif Corona

Jawa Tengah | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:19 WIB

Demi Penuhi Undangan TV, Baby Margaretha Terabas PSBB

Demi Penuhi Undangan TV, Baby Margaretha Terabas PSBB

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:15 WIB

Kasus Corona Makin Tinggi, Brasil Justru Longgarkan Lockdown

Kasus Corona Makin Tinggi, Brasil Justru Longgarkan Lockdown

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:52 WIB

Ahli: Pandemi Global Berikutnya 100 Kali Lebih Bahaya dari Virus Corona

Ahli: Pandemi Global Berikutnya 100 Kali Lebih Bahaya dari Virus Corona

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:51 WIB

Wapres Ma'ruf Sebut 1.851 Anak Indonesia Jadi Korban Keganasan Covid-19

Wapres Ma'ruf Sebut 1.851 Anak Indonesia Jadi Korban Keganasan Covid-19

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:29 WIB

Resmi! Surabaya Raya Masuk Masa Transisi New Normal Wabah Corona

Resmi! Surabaya Raya Masuk Masa Transisi New Normal Wabah Corona

Jatim | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:00 WIB

Fakta Renee Gracie, Eks Pebalap yang Jadi Bintang Porno

Fakta Renee Gracie, Eks Pebalap yang Jadi Bintang Porno

Video | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:35 WIB

Kabar Baik, Obat Ini Punya Hasil Menjanjikan Untuk Lawan Covid-19

Kabar Baik, Obat Ini Punya Hasil Menjanjikan Untuk Lawan Covid-19

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:35 WIB

Terkini

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:47 WIB

Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!

Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:38 WIB

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:34 WIB

Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung

Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:26 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:12 WIB

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:10 WIB

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:08 WIB

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:59 WIB

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:49 WIB

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB