AJI Lampung Kecam Teror dan Peretasan Akun Dua Jurnalis Teknokra Unila

Dwi Bowo Raharjo | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 11 Juni 2020 | 23:44 WIB
AJI Lampung Kecam Teror dan Peretasan Akun Dua Jurnalis Teknokra Unila
Poster diskusi bertajuk "Diskriminasi Rasial terhadap Papua" #PapuanLivesMetter yang digelar UKPM Teknokra Universitas Lampung (Pers Mahasiswa). (Ist)

Suara.com - Pembungkaman kembali terjadi terhadap ruang berpendapat dan berekspresi. Kali ini teror dan intimidasi terjadi terhadap dua jurnalis pers mahasiswa Teknokra Universitas Lampung (Unila) diduga terkait diskusi isu rasisme dan pelanggaran hak asasi manusia/HAM Papua.

Dua jurnalis pers mahasiswa Teknokra Unila itu adalah Chairul Rahman Arif sebagai Pemimpin Umum dan Mitha Setiani Asih selaku Pemimpin Redaksi. Mereka diteror dan akun media sosialnya diretas.

Atas kasus itu, Koalisi Pembela Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Lampung, yang terdiri dari LBH Bandar Lampung, AJI Bandar Lampung, Teknokra Unila, Aliansi Pers Mahasiswa Lampung, dan LBH Pers Lampung mengecam tindakan kekerasan tersebut.

"Kami mengecam keras teror terhadap jurnalis mahasiswa Teknokra Unila. Diskusi yang akan digelar Teknokra merupakan bentuk kebebasan berpendapat yang seharuanya didukung dan dilindungi," kata Hendry Sihaloho, Ketua AJI Bandar Lampung dalam keterangan pers, Kamis (11/6/2020).

Kasus ini bermula, pada Rabu (10/6) sekitar pukul 13.00 WIB, Chairul mendapat telpon dari nomor tidak dikenal mengatasanakan alumni Unila sebanyak 12 kali panggilan.

Penelpon itu menanyakan lokasi diskusi isu papua. Namun dia tak menjelaskan identitas lengkapnya. Chairul pun menganjurkan penelpon mengikuti acara sesuai jadwal yang ada di pamflet.

Selang beberapa menit kemudian, Wakil Rektor III Unila, Yulianto meminta Chairul menemuinya. Yulianto meminta agar menunda diskusi atau menambah pembicara dari kalangan akademisi. Namun, Chairul bersama teman-temannya pengurus Teknokra memutuskan tetap melanjutkan diskusi pada Kamis (11/6/2020) malam dengan narasumber yang sudah dikorfirmasi.

Kemudian, pada pukul 19.39 malamnya Pemimpin Redaksi Teknokra, Mitha Setiani Asih mendapatkan pesan kode OTP di akun Go-jek pribadinya. Tiba-tiba pesan WhatsApp masuk dari driver Go-jek.

Awalnya Mitha tak menyangka pesan itu dari Go-jek. Ia kira hanya nomor orang yang iseng. Namun telpon pintar Mitha terus berdering dari driver Gojek.

Sejak itu ia baru menyadari bahwa akun di aplikasi Go-jeknya diretas. Saat Mitha membuka aplikasi Go-jek, puluhan pesanan go-jek sudah muncul di fitur pesanan, bahkan pesanan tersebut tidak bisa dibatalkan.

Chat pesanan seolah-olah Mitha memesan dengan kalimat "sesuai aplikasi ya bang", bahkan chatnya pun menyarankan untuk menghubungi akun WhatsApp Mitha. Sampai sekitar pukul 21.47 WIB, akun Go-jeknya terus memesan makanan dengan titik yang disebar di banyak tempat. Sampai akhirnya, Mitha menghubungi call center Go-jek untuk menutup akun go-jeknya.

Tidak hanya akun Go-jeknya saja, ternyata akun media sosial lain seperti Facebook, Instagram juga ikut diretas, karena Mitha tidak dapat mengakses akunnya. Bersamaan dengan Mitha, setelah sebelumnya mendapat telepon dari orang tidak dikenal, pukul 20.28 WIB, Chairul mendapat pesan teror melalui whatsApp dengan screen capture data identitas pribadinya, disertai dengan kalimat bernada ancaman untuk tidak menyelenggarakan diskusi.

Selanjutnya pukul 20.59 WIB, Chairul kembali mendapat pesan bernada ancaman untuk tidak melaksanakan diskusi yang dianggap memprovokasi masyarakat, bahkan orang tersebut menyebutkan data pribadi Chairul sudah dipegang dan mereka mengancam keselamatan orang tua dari Chairul. Pesan itu disertai dengan foto KTP chairul.

Aksi teror dan peretasan yang diterima dua jurnalis teknokra diduga kuat disebabkan oleh diskusi daring yang akan diselenggarkan teknokra tentang isu rasial terhadap Papua, pada Kamis, (11/6) pukul 19.00 WIB. Kabar terkahir yang diterima, salah satu pemateri dalam diskusi tersebut ikut mendapat peretasan pada akun Gojek dan WhatsApp.

"Teror dan peretasan itu tindakan tak beradab yang menciderai demokrasi dan kehidupan bermasyarakat," jelasnya.

Selain itu, koalisi mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas aksi teror dan peretasan terhadap dia
jurnalis Teknokra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Diskusi Rasisme terhadap Papua, Aktivis Persma Teknokra Unila Diteror

Gelar Diskusi Rasisme terhadap Papua, Aktivis Persma Teknokra Unila Diteror

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 23:39 WIB

Enam Polisi Hanya Jalani Sidang Etik, Amnesty dan KontraS: Polri Gagal

Enam Polisi Hanya Jalani Sidang Etik, Amnesty dan KontraS: Polri Gagal

News | Jum'at, 01 November 2019 | 22:47 WIB

YLBHI: 33 Pelanggaran HAM Timpa Mahasiswa Papua, Paling Banyak di Surabaya

YLBHI: 33 Pelanggaran HAM Timpa Mahasiswa Papua, Paling Banyak di Surabaya

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:33 WIB

Jokowi Diam Lewat di Depan Aksi Kamisan, Sumarsih: Saya Cuekin

Jokowi Diam Lewat di Depan Aksi Kamisan, Sumarsih: Saya Cuekin

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:10 WIB

Aktivis HAM: Dukungan Muchdi PR Menambah Beban Jokowi

Aktivis HAM: Dukungan Muchdi PR Menambah Beban Jokowi

News | Senin, 11 Februari 2019 | 22:12 WIB

Terkini

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB