Dipetik oleh Monyet, Sejumlah Supermarket Inggris Boikot Produk Kelapa

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Sabtu, 04 Juli 2020 | 11:47 WIB
Dipetik oleh Monyet, Sejumlah Supermarket Inggris Boikot Produk Kelapa
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Sejumlah supermarket yang berbasis di Inggris memboikot produk air kelapa dan minyak kelapa sebagai respons kritik atas pemasok yang mempekerjakan monyet.

Menyadur BBC, Sabtu (4/7/2020), beberapa pemasok produk kelapa asal Thailand telah memaksa monyet untuk bekerja memetik kelapa dari pohon.

Organisasi hak asasi hewan PETA mengatakan monye-monyet kuncir di Thailand yang di ambil dari alam liar dijadikan "mesin pemetik kelapa" dengan dilatih untuk mengambil hingg 1000 kelapa setiap harinya.

Merespon hal ini beberapa supermarket di Inggris seperti Waitrose, Ocado, Co-op, Boots, hingga Asda telah bersumpah untuk menghentikan penjualan produk-produk kelapa dari pemasok yang mengeksploitasi para monyet.

"Sebagai bagian dari kebijakan perusahaan kami terkait kesejahteraan hewan, kami telah berkomitmen untuk tidak pernah menjual produk apa pun yang bersumber dari tenaga kerja monyet," ujar pernyataan pihak Waitrose.

Senada, Co-op juga mengambil sikap tegas dengan melarang produk-produk dari pemasok yang mempekerjakan monyet, "sebagai peritel etis, kami tidak mengizinkan penggunaan tenaga kerja kera untuk memenuhi bahan baku produk kami."

Ilustrasi Kelapa. (Pixabay/nipananlifestyle)
Ilustrasi Kelapa. (Pixabay/nipananlifestyle)

Tunangan Perdana Menteri Inggris Borris Johnson, Carrie Symonds yang merupakan ahli konservasi, meminta semua supermarket untuk memboikot produk kelapa yang dipetik oleh monyet.

Pihak PETA menyebut telah menemukan delapan pertanian Thailand yang menjadikan monyet sebagai tenaga pemetik kelapa, di mana produk dari kelapa tersebut kemudian diekspor ke berbagai negara.

Jika dibandingkan manusia yang memetik sekitar 80 kelapa setiap hari, PETA mengatakan monyet jantan dapat mengambil 1000 kelapa.

baca juga

Organisasi ini juga menyinggung adanya "sekolah monyet", di mana hewan dilatih untuk memetik buah, naik sepeda hingga bermain basket untuk kepentingan wisata hiburan.

"Hewan-hewan di fasilitas ini, banyak dari mereka yang ditangkap secara ilegal ketika masih bayi, menujukkkan perilaku stereotip yang menunjukkan tekanan ekstrem," kata PETA.

Direktur PETA Elisa Allen mengatakan hewan-hewan yang dikenal cerdas ini tidak diberi stimulasi psikologis, persahabatan, kebebasan dan hal lain yang membuat hidup mereka layak dijalani selain mengumpulkan kelapa.

"PETA menyerukan kepada orang-orang baik untuk tidak pernah mendukung penggunaan tenaga kerja monyet dengan menghindari produk kelapa dari Thailand," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Serang Warga, Ratusan Monyet di Thailand Disterilisasi

Khawatir Serang Warga, Ratusan Monyet di Thailand Disterilisasi

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 18:35 WIB

Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

Peneliti China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:36 WIB

Persediaan Miras Habis, Monyet Pemabuk Ngamuk dan Bunuh Orang

Persediaan Miras Habis, Monyet Pemabuk Ngamuk dan Bunuh Orang

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:24 WIB

Terkini

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

News | Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

Batam | Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

Foto | Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 06:52 WIB

Alicia's Law Tayang 11 November di Netflix, Adaptasi Serial The Good Wife

Alicia's Law Tayang 11 November di Netflix, Adaptasi Serial The Good Wife

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 06:50 WIB

×