Dadan Tulis Nama Pembunuhnya Pakai Darah saat Sekarat: Keponakanku

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 06 Juli 2020 | 13:13 WIB
Dadan Tulis Nama Pembunuhnya Pakai Darah saat Sekarat: Keponakanku
Ilustrasi pembunuhan. [Shutterstock]

Suara.com - Dadan Tiwari, lelaki di Bihar, India, menjadi korban pembunuhan keji yang dilakukan keponakannya sendiri.

Diberitakan BBC, Senin (6/7/2020), Dadan dibunuh sang keponakan memakai sekop saat sedang pulas tertidur.

Pembunuhan ini terjadi tengah malam di desa Urda di distrik Rohtas, sekitar 150 km barat daya ibu kota Bihar, Patna.

Saat itu, Dadan memilih tidur di atap rumahnya karena kepanasan. Tepat tengah malam, pelaku yang diduga keponakannya menyerang dengan sekop hingga tubuh Dadan luka parah dan darah mengucur deras.

Dengan tenaga yang tersisa, Dadan lantas turun dan menggedor pintu rumah untuk membangunkan putranya.

Sang putra panik melihat ayahnya penuh luka dan bertanya, siapa yang menyerang tapi Dadan terlalu kesakitan untuk menceritakan semuanya dan dia menulis nama dengan darah yang menetes dari lukanya.

Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Simon Howden)
Ilustrasi pembunuhan. (Freedigitalphotos/Simon Howden)

"Ketika kami bertanya tentang pelaku, ia tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi sebelum kehilangan akal sehat ia menulis nama penyerang di dinding dengan darah, menggunakan jarinya," kata putra korban Ramesh Tiwari kepada polisi.

Setelah berhasil menulis nama dengan darah, Dadan jatuh ke tanah dan langsung dilarikan ke rumah sakit namun ia dinyatakan sudah meninggal ketika ditangani oleh dokter.

"Segera setelah kasus itu didaftarkan, kami menggerebek rumah terdakwa, tetapi ia ditemukan hilang. Kami sedang melakukan penggerebekan dan terdakwa akan segera ditangkap," kata polisi setempat Rakesh Kuma.

baca juga
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]
Ilustrasi TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

Putra korban mengatakan ayahnya terbunuh karena perselisihan keluarga.

Menurutnya, ketiga pamannya mendesak agar tanah-tanah mereka ditanami, tapi ayahnya menentang langkah itu dan mengatakan pembagian tanah tidak akan menyampaikan pesan yang baik kepada masyarakat tentang keluarga mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gatal Tanda Diabetes Tipe Dua, Covid-19 Sudah Ada Sejak Tujuh Tahun Lalu?

Gatal Tanda Diabetes Tipe Dua, Covid-19 Sudah Ada Sejak Tujuh Tahun Lalu?

Health | Minggu, 05 Juli 2020 | 19:50 WIB

Sadis! Sopir Taksi Online Bekasi Dibacok, Leher Sobek Bersimbah Darah

Sadis! Sopir Taksi Online Bekasi Dibacok, Leher Sobek Bersimbah Darah

Jabar | Minggu, 05 Juli 2020 | 19:25 WIB

Pendonor Sepi Saat Wabah, Stok Darah PMI Kota Yogyakarta Menipis

Pendonor Sepi Saat Wabah, Stok Darah PMI Kota Yogyakarta Menipis

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2020 | 19:15 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×