Polisi Periksa Sidik Jari di Pisau Dekat Jenazah Editor Metro TV

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Polisi Periksa Sidik Jari di Pisau Dekat Jenazah Editor Metro TV
Sebilah pisau yang ditemukan di lokasi tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo di pinggir tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (istimewa).

Polisi juga tengah melakukan penyelidikan melalui handphone milik korban.

Suara.com - Polisi masih memeriksa sidik jari pada pisau dapur yang ditemukan bersamaan dengan jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo (25) di pinggir Tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Santoso mengatakan sidik jari pada pisau ataupun kendaraan milik korban masih diperiksa oleh tim laboratorium forensik.

"Jadi sekarang untuk sidik jari, jika memang ada dalam pisau, mungkin motor atau pun helm dan lain-lainnya, masih dalam proses, masih dalam proses laboratorium forensik," kata Irwan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Selain itu, Irwan mengemukakan jika pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan melalui handphone milik korban. Diharapkan, dari hasil penyelidikan tersebut nantinya dapat memberikan titik terang terhadap dugaan kasus pembunuhan tersebut.

"HP korban sedang kita analisis secara forensik tentunya. Mudah-mudahan ada jejak yang penting sehingga kemudian kita bisa mengarah kepada misalkan pihak-pihak tertentu yang terlibat," ujar Irwan.

Dalam kasus ini, Yodi diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Sebab ditemukan sebilah pisau dan beberapa luka pada bagian tubuh Yodi.

Lokasi TKP editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Pesanggarahan, Jaksel. (Suara.com/Arga).
Lokasi TKP editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Pesanggarahan, Jaksel. (Suara.com/Arga).

Hingga saat ini tercatat 23 saksi telah diperiksa guna mengungkap misteri pelaku dibalik dugaan kasus pembunuhan tersebut. Selain itu, polisi juga turut memeriksa rekmanan CCTV yang berada di sekitar lokasi.

Kemudian saat melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP polisi juga mengerahkan seekor anjing pelacak atau K-9. Anjing tersebut dikerahkan untuk menelusuri asal muasal pisau yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh Yodi.

"Indikasi sementara pisau dapur digunakan untuk menusuk korban. Ini dugaan sementara. Makanya kita gunakan anjing yang ada untuk mengendus asal pisau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS