Terimpit Kemiskinan saat Pandemi Corona, Ayah Tega Jual Bayinya Rp 8,7 Juta

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 13:38 WIB
Terimpit Kemiskinan saat Pandemi Corona, Ayah Tega Jual Bayinya Rp 8,7 Juta
Ilustrasi (dok.Penang Kini)

Suara.com - Seorang ayah di India tega jual bayinya yang baru berusia 15 hari dengan harga hanya Rp 8,7 juta karena terimpit masalah kemiskinan.

Menyadur Times of India, Senin (27/7/2020), Dipak Brahma, seorang penduduk Dhantola Mandaria, sebuah desa di distrik Kokrajhar, melakukan perdagangan manusia karena terimpit masalah ekonomi.

Dipak baru kembali dari Gujarat, di mana ia bekerja sebagai buruh. Dia menganggur dan merasa sulit untuk menghidupi keluarganya, menurut seorang pejabat LSM yang bekerja menentang perdagangan manusia.

Setelah kembali, keluarga itu mulai tinggal di rumah mertuanya di desa Kochugaon Patakata di distrik yang sama.

Selama masa-masa sulit ini, istri Dipak melahirkan putri keduanya. Putri sulung mereka berumur satu tahun, kata ketua Yayasan Nedan Digambar Narzary.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

"Brahma berusaha mencari pekerjaan selama pandemi tetapi sulit didapatkannya. Dengan hampir semua pintu untuk mencari nafkah ditutup, Brahma memutuskan untuk menjual bayi yang baru lahir," jelas Narzary.

Pria itu menjual bayinya yang baru berusia 15 hari kepada dua wanita hanya dengan harga 45.000 rupee (sekitar Rp 8,6 juta) pada 2 Juli, melihat hal tersebut istrinya langsung marah.

Istri dan penduduk desa Brahma mengajukan laporan ke kantor polisi Kochugaon setelah mereka mengetahui kejahatan suaminya.

"Saat menerima laporan, polisi beraksi dan menyelamatkan bayi dari dua perempuan. Kami juga menangkap pria itu (Dipak)," kata seorang petugas polisi.

Selama interogasi, kedua wanita tersebut mengklaim bahwa mereka membeli bayi itu yang nantinya akan diberikan pada pasangan yang tidak memiliki anak.

"Kami benar-benar berterima kasih kepada polisi karena telah menyelamatkan bayi itu. Tetapi masalah ini bersifat sangat serius. Karena lockdown, orang miskin tidak punya pekerjaan. Situasinya semakin buruk bagi mereka yang tinggal di desa," kata Narzary.

Ratusan ribu buruh kembali ke rumah mereka di Assam dari kota-kota besar di luar negara bagian setelah mereka menjadi pengangguran selama kurungan tersebut.

Meskipun pemerintah negara bagian berjanji akan menciptakan peluang kerja bagi mereka melalui berbagai inisiatif, termasuk di bawah Undang-Undang Jaminan Ketenagakerjaan Pedesaan Nasional Mahatma Gandhi (MGNREGA), wabah Covid-19 telah berdampak buruk pada sebagian besar kegiatan ekonomi di negara bagian tersebut.

Orang-orang menghadapi bencana ganda yakni pandemi Covid-19 dan banjir yang menciptakan kekacauan di negara bagian itu.

Sebanyak 283 ribu orang di 26 dari 33 distrik negara bagian terkena dampak banjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

iPhone 11 Buatan India Siap Diproduksi

iPhone 11 Buatan India Siap Diproduksi

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 07:30 WIB

Demi Beli Smartphone untuk Sang Anak, Seorang Ayah Rela Jual Sapi

Demi Beli Smartphone untuk Sang Anak, Seorang Ayah Rela Jual Sapi

News | Senin, 27 Juli 2020 | 07:05 WIB

Ngaku Bisa Sembuhkan Virus Corona, Dukun Gadungan Diciduk Polisi

Ngaku Bisa Sembuhkan Virus Corona, Dukun Gadungan Diciduk Polisi

News | Minggu, 26 Juli 2020 | 15:07 WIB

Terkini

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB

Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel

Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:44 WIB