WHO: Pesawat Bawa 20 Ton Bantuan Sudah Mendarat di Beirut Lebanon

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 06 Agustus 2020 | 21:56 WIB
WHO: Pesawat Bawa 20 Ton Bantuan Sudah Mendarat di Beirut Lebanon
Pasca ledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

Suara.com - Sebuah pesawat yang membawa 20 ton perbekalan kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia mendarat di Beirut untuk mendukung perawatan pasien yang terluka akibat ledakan dahsyat yang mengguncang kota itu.

"Pasokan akan mencakup 1.000 intervensi trauma dan 1.000 intervensi bedah untuk orang yang menderita luka dan luka bakar akibat ledakan," ujar WHO disadur dari Anadolu Agency pada Kamis (6/8/2020).

Beirut dan pinggiran kota sekitarnya diguncang oleh ledakan besar yang menyebabkan sedikitnya 135 orang tewas dan hampir 5.000 lainnya luka-luka pada Selasa (6/8/2020).

Dalam tanggap darurat kesehatan, pusat logistik WHO di Dubai mengangkut pengiriman tersebut.

"Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan nasional, mitra kesehatan, dan rumah sakit yang merawat korban untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan dan memastikan dukungan segera," kata perwakilan WHO di Lebanon, Dr Iman Shankiti.

Akibat ledakan itu, WHO mengatakan tiga rumah sakit di Beirut tidak berfungsi, dan dua rumah sakit rusak, membuat kapasitas tempat tidur rumah sakit menjadi kritis.

Pasien yang terluka dipindahkan ke rumah sakit di seluruh Lebanon seperti Saida dan Tripoli utara, dan banyak fasilitas kewalahan.

WHO mengatakan akan mendistribusikan bantuan ke rumah sakit prioritas di seluruh Lebanon untuk menerima dan merawat pasien yang terluka.

"Keadaan darurat terbaru ini datang saat kerusuhan sipil baru-baru ini, krisis ekonomi besar, wabah Covid-19, dan beban berat pengungsi," kata WHO.

baca juga

"Memastikan bahwa ada kesinambungan tanggapan terhadap Covid-19 - termasuk menargetkan bantuan yang paling rentan - adalah prioritas Kementerian Kesehatan Masyarakat dan WHO," kata organasisa kesehatan dunia tersebut.

Setelah ledakan tersebut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu (5/8/2020) sebagai hari berkabung nasional.

Darurat nasional juga telah diumumkan di Beirut selama dua minggu mulai 4 Agustus.

Ledakan itu mengguncang Lebanon saat negara itu mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai tukar mata uang Lebanon terhadap dolar AS.

Menteri Kesehatan Hamad Hassan mengatakan sekitar 250.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah beberapa ledakan susulan mengguncang Lebanon.

Jumlah korban tewas akibat ledakan diperkirakan akan terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan Dahsyat Lebanon Luluh Lantakkan Pemotretan Prewedding

Ledakan Dahsyat Lebanon Luluh Lantakkan Pemotretan Prewedding

Video | Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:40 WIB

Hits: Cari Tahu Perasaan Terdalam, Pengantin Selamat dari Ledakan di Beirut

Hits: Cari Tahu Perasaan Terdalam, Pengantin Selamat dari Ledakan di Beirut

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:33 WIB

Cerita Pengantin Rekam Ledakan di Beirut:  Alhamdulillah Kami Masih Hidup

Cerita Pengantin Rekam Ledakan di Beirut: Alhamdulillah Kami Masih Hidup

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×