Bersua Pak Bujang, Pejuang Konservasi Penyu Dalam Sunyi di Pulau Lampu

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 07:10 WIB
Bersua Pak Bujang, Pejuang Konservasi Penyu Dalam Sunyi di Pulau Lampu
Kerangkeng yang dibangun Pak Bujang untuk melindungi telur penyu dari pemangsa di Pulau Lampu, Batam. [Suara.com/Bobi]

"Saya ingin telur penyu ini bisa netas dan anaknya hidup semakin banyak," ujarnya dengan penuh harapan yang besar.

Tahun 2020 ini, pulau ini sudah beberapa kali didatangi tamu yang ingin mendukung program konservasi penyu yang dijalaninya. Dengan beragam konsep ditawarkan, salah satunya konsep ekologi wisata yang menjadikan penyu sebagai daya tawar utamanya.

Pak Bujang mengaku selalu terbuka dengan program konservasi penyu. Namun sampai saat ini masih belum ada dampak signifikan untuk kemudahannya bekerja.

Di sela obrolan asyik dengan Pak Bujang, beberapa kelapa muda sudah tersaji di sisi lain pohon rindang ini. Tanpa dikomando, satu persatu dari anggota rombongan mengambil dan langsung menenggak air kelapa. Juga menghabiskan isinya dengan sendok yang terbuat dari bagian bawah kulit kelapa.

Anggota rombongan lain yang kebetulan berada di sisi pantai mencari kerang, langsung bergegas menghampiri. Bergerak cepat dari kejauhan untuk mendapatkan kelegaan dari manisnya air kelapa yang baru saja diturunkan dari pohonnya. Puja-puji atas kenikmatan melepas dahaga menggema sesaat, berakhir dengan obrolan tentang Pak Bujang dengan program konservasi yang dijalaninya dalam sunyi.

Sambil mengitari beberapa sarang, warga asli kampung Darat Pulau, Pulau Karas ini mengatakan, total ada 13 sarang penyu di sini pada tahun 2019 lalu. 7 diantaranya menghasilkan 1.072 ekor tukik, sementara 6 sisanya gagal dengan berbagai sebab, termasuk ulah manusia.

Pak Bujang mendapatkan sertifikat dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang. Ia mengaku akan lebih senang lagi jika ada dukungan pada peningkatan infrastruktur penyelamatan telur penyu untuk kemudian dilepasliarkan setelah menjadi tukik, edukasi, juga dukungan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa ikut bersama-sama menjaga penyu dan habitatnya.

Dengan dukungan itu, ia meyakini upaya menjaga kelestarian spesies penyu bisa berjalan lebih baik.

Sampai hari ini, Bujang hanya mengandalkan pengalaman dan petunjuk dari orang tuanya tentang penyu. Ia tahu kapan pastinya penyu akan naik bertelur hanya dengan melihat tanda-tanda kilatan di langit dan hitungan bulan dalam kalender Hijriah. Ia tahu ciri atau gerak-gerik penyu ketika akan mengeluarkan telurnya saat sudah berada di pasir dan membuat kubangan.

Pak Bujang juga bisa menemukan di mana persisnya posisi telur penyu ketika hanya mendapati jejak kaki Penyu. Ia tidak selalu bisa melihat langsung penyu bertelur, justru lebih banyak hanya menemukan jejak kaki penyu ketika naik dan turun ke laut setelah bertelur. Karena ada kesibukan lain sebagai nelayan, tidak setiap momen penyu bertelur ia bisa lihat.

"Pas air pasang dan ada kilat agak kuning, itu pasti ada penyu bertelur," tuturnya.

Tukik yang baru menetas berkumpul di penangkaran Banyuwangi Sea Turtle foundation di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/7/2020).  [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]
Ilustrasi - Tukik yang baru menetas berkumpul di penangkaran Banyuwangi Sea Turtle foundation di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/7/2020). [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]

Dari pengalamannya selama bertahun-tahun, prosesi bertelurnya penyu mulai dari naik ke darat mencari lokasi, menggali lubang utama dan lubang tipuan dari pemangsa, bertelur, mengubur telur, hingga akhirnya kembali ke laut, butuh waktu cukup panjang, bisa sampai sekitar 3 atau 4 jam lamanya.

Pada prosesnya hewan yang dilindungi ini sangat sensitif. Ia mengaku tidak berani mendekat karena takut mengganggu proses penyu bertelur. Ia sempat mendapat informasi dari warga kalau ada penyu yang naik ke darat namun tidak bertelur, hal itu mungkin karena terganggu karena mengetahui keberadaan manusia.

Lain halnya bila mendekat ketika penyu telah mengeluarkan telurnya. Keberadaan manusia tidak akan mengganggu proses selanjutnya, walaupun ia tetap tidak berani untuk datang terlalu dekat dengan lokasi Penyu yang tengah bertelur itu.

"Kalau kaki belakangnya sudah menutupi lubang, itu pasti mulai bertelur," jelas Bujang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:05 WIB

Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam

Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:23 WIB

Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga

Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:20 WIB

Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?

Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?

Your Say | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:15 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam

Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat

Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 18:44 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:04 WIB

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

News | Senin, 25 Mei 2026 | 10:49 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:46 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:28 WIB

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:25 WIB

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB