Perjuangkan Demokrasi, Pemberontak Arab Saudi Bentuk Partai Oposisi

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 24 September 2020 | 18:59 WIB
Perjuangkan Demokrasi, Pemberontak Arab Saudi Bentuk Partai Oposisi
Putra Mahkota Arah Saudi (DW)

Suara.com - Sekelompok pembangkang atau pemberontak Arab Saudi yang diasingkan di luar negeri telah meluncurkan partai oposisi sebagai bentuk perlawanan politik terhadap pihak kerajaan.

Menyadur Al Jazeera, Kamis (24/9/2020), Arab Saudi adalah negara dengan sistem kerajaan atau monarki. Mereka tidak mentolelir pembentukan partai politik apapun.

Namun, sekelompok pembangkang yang kini berada di Inggris dan Amerika Serikat, memutuskan untuk membentuk Partai Majelis Nasional tepat pada tanggal berdirinya kerajaan Arab saudi, 23 September.

Pembuatan partai oposisi itu sebagai respon dari teracbiknya demokrasi di negara tersebut. Mereka menganggap Raja Salman dan bawahannya tak mentolelir perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi.

Upaya untuk mengatur politik di salah satu negara terbesar di Timur Tengah itu bukannya belum pernah dilakukan. Pada 2007 dan 2011 hal itu pernah terjadi meski berhasil tragis yakni anggotanya ditindas dan ditangkap.

"Dengan ini kami mengumumkan pembentukan Partai Majelis Nasional, yang bertujuan untuk melembagakan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di kerajaan Arab Saudi," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Pembentukan partai oposisi dilaporkan Al Jazeera mungkin tak akan berdampak besar pada otoritas keluarga penguasa Arab Saudi.

Namun, di luar itu, Partai Majelis Nasional, dikhawatirkan bisa menyulitkan Arab Saudi dalam negosiasi harga minyak mentah, serta saat mereka jadi tuan rumah KTT G20 pada November mendatang.

Partai oposisi ini dipimpin oleh aktivis hak asasi manusia terkemuka yang berbasis di London Yahya Assiri, dan anggotanya termasuk akademisi Madawi al-Rasheed, peneliti Saeed bin Nasser al-Ghamdi, Abdullah Alaoudh yang berbasis di AS dan Omar Abdulaziz yang berbasis di Kanada, sebagaimana dilaporkan AFP.

baca juga

"Kami mengumumkan peluncuran partai ini pada saat kritis untuk mencoba menyelamatkan negara kami ... untuk melembagakan masa depan yang demokratis dan untuk menanggapi aspirasi rakyat kami," kata Assiri selaku sekretaris jenderal partai.

Assiri adalah mantan perwira Angkatan Udara Kerajaan Saudi, mendirikan organisasi hak asasi manusia ALQST yang berbasis di London.

Dia telah membuat katalog apa yang disebutnya pelanggaran negara yang meluas termasuk penangkapan aktivis wanita, akademisi dan anggota keluarga kerajaan.

“Pemerintah terus-menerus melakukan kekerasan dan penindasan, dengan meningkatnya jumlah penangkapan dan pembunuhan politik," kata Assiri.

"Kebijakan yang semakin agresif terhadap negara-negara bagian, penghilangan paksa dan orang-orang yang didorong untuk meninggalkan negara itu,” tambahnya.

Rasheed, juru bicara partai, menekankan bahwa para pendirinya tidak memiliki permusuhan pribadi dengan keluarga yang berkuasa.

Tetapi tidak adanya peradilan independen, kontrol ketat pemerintah terhadap media lokal dan "pemberangusan opini publik, disebutnya sebagai faktor lain yang menyebabkan pembentukan kelompok tersebut, kata pernyataan partai tersebut.

Arab Saudi telah lama menghadapi kritik internasional atas catatan hak asasi manusianya. Itu meningkat sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai pewaris takhta Saudi pada Juni 2017.

Secara khusus, pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 di dalam konsulat Saudi di Istanbul memicu pengawasan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap catatan hak asasi manusia kerajaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPIU di Palembang Bersiap Jadwal Ulang Keberangkatan Umroh

PPIU di Palembang Bersiap Jadwal Ulang Keberangkatan Umroh

Sumsel | Kamis, 24 September 2020 | 06:31 WIB

30 Ribu Jemaah Umroh Asal Sulsel Masih Menunggu Kepastian Berangkat

30 Ribu Jemaah Umroh Asal Sulsel Masih Menunggu Kepastian Berangkat

Sulsel | Rabu, 23 September 2020 | 15:47 WIB

Indonesia Belum Yakin Dapat Izin Umrah Dari Otoritas Arab Saudi

Indonesia Belum Yakin Dapat Izin Umrah Dari Otoritas Arab Saudi

News | Rabu, 23 September 2020 | 15:00 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Habib Rizieq Tewas Tertabrak Unta di Arab Saudi?

CEK FAKTA: Benarkah Habib Rizieq Tewas Tertabrak Unta di Arab Saudi?

News | Rabu, 23 September 2020 | 14:43 WIB

DPR Minta Kemenag Sampaikan Informasi Pelaksanaan Umrah dengan Benar

DPR Minta Kemenag Sampaikan Informasi Pelaksanaan Umrah dengan Benar

News | Rabu, 23 September 2020 | 12:13 WIB

Terkini

Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja

Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Appi Beri Peringatan Camat-Lurah: Tinggalkan Kebiasaan Santai, Tak Boleh Kerja Seremoni

Appi Beri Peringatan Camat-Lurah: Tinggalkan Kebiasaan Santai, Tak Boleh Kerja Seremoni

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:34 WIB

Pratikno Ungkap Tugas Menko PMK ke Sugiono: Pantau Bencana hingga Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal

Pratikno Ungkap Tugas Menko PMK ke Sugiono: Pantau Bencana hingga Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Karhutla Belum Reda, 18 Penerbangan Palembang Kembali Terganggu hingga Kuala Lumpur

Karhutla Belum Reda, 18 Penerbangan Palembang Kembali Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

×