Ratusan Wanita di India Membelah Bukit untuk Membuat Saluran Air ke Desanya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 29 September 2020 | 12:57 WIB
Ratusan Wanita di India Membelah Bukit untuk Membuat Saluran Air ke Desanya
Ilustrasi bukit di India.[Unsplash/Sreehari Devadas]

Suara.com - Ratusan wanita di desa Angrotha di Madhya Pradesh, India membelah bukit dengan cara digali untuk membuat saluran air.

Menyadur Hindustan Times, Selasa (29/9/2020) sekitar 250 wanita dari desa Angrotha, Madya Pradesh, membelah bukit dalam 18 bulan untuk menciptakan saluran air.

"Kami telah bekerja selama lebih dari 18 bulan untuk menyalurkan air ke desa, air yang dulunya mengalir bebas di hutan dan tidak dapat digunakan." kata Babita Rajput, seorang wanita yang ikut membuat saluran air.

"Jadi, para perempuan di desa membentuk kelompok dan diputuskan untuk memotong bukit sekitar setengah kilometer dan memberi jalan agar airnya mengalir ke kolam di desa tersebut," sambungnya.

Menurut laporan ANI, kekeringan melanda daerah tersebut dan menghambat pertanian dan ternak yang menjadi salah satu mata pencaharian warga sekitar.

"Kami melakukan ini sendiri, ada kekurangan air di sini. Kami tidak dapat bertani dan ternak kami juga menderita." ujar Vivitabai Adivasi, salah satu wanita yang ikut menggali.

Vivitabai juga mengungkapkan ada sekitar 250 perempuan yang ikut menggali untuk mengalirkan air ke kolam di desanya. "Kami membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan ini," ungkap Vivitabai.

Warga Angrotha menyambut baik dan senang atas usaha ratusan wanita yang sudah berjuang untuk membuat saluran air.

"Mereka telah membelah bukit dan membuat jalan air. Para wanita juga bekerja untuk menghilangkan beberapa batu yang ada di jalur aliran air," kata seorang warga desa lainnya, Ram Ratan Singh Rajput.

Sebelumnya ada seorang kakek yang juga melakukan hal yang sama seperti ratusan wanita tersebut untuk membuat saluran air.

"Saya membutuhkan waktu 30 tahun untuk menggali kanal ini yang membawa air ke kolam di desa," kata Laungi Bhuiyan.

Laungi mengaku bahwa selama 30 tahun terakhir, ia pergi ke hutan terdekat untuk menggembala hewan ternaknya sambil menggali kanal.

"Tidak ada yang membantu ... penduduk desa pergi ke kota untuk mencari nafkah tetapi saya memutuskan untuk tetap di belakang," katanya kepada kantor berita ANI.

Desa tempat Laungi tinggal dikenal sebagai tempat perlindungan bagi para Maoists atau anggota Partai Komunis India yang ingin menggulingkan pemerintahan India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernikahan Beda Kasta Berujung Tragis, Pria Ini Dibunuh Keluarga Istrinya

Pernikahan Beda Kasta Berujung Tragis, Pria Ini Dibunuh Keluarga Istrinya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2020 | 09:14 WIB

Adegan Terlama Film India, Bikin Teh 12 Menit Jadinya Bikin Penonton Emosi

Adegan Terlama Film India, Bikin Teh 12 Menit Jadinya Bikin Penonton Emosi

News | Senin, 28 September 2020 | 21:22 WIB

Kalah Main Ludo, Anak Laporkan Ayah Kandung ke Pengadilan

Kalah Main Ludo, Anak Laporkan Ayah Kandung ke Pengadilan

News | Senin, 28 September 2020 | 16:12 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB