Setengah Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia Lenyap Sejak 1995

Siswanto, BBC

Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:49 WIB
Setengah Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia Lenyap Sejak 1995
Dampak perubahan iklim [BBC]

Suara.com - Gugusan terumbu karang Great Barrier Reef di Australia kehilangan lebih dari setengah gugusan karangnya sejak tahun 1995.

Situasi yang melanda gugusan terumbu karang terbesar di dunia itu terjadi karena suhu laut yang semakin hangat akibat perubahan iklim.

Tren itu muncul dalam penelitian yang terbit di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Semua jenis karang di gugusan itu berkurang, menurut para ilmuwan dari ARC Center of Excellence for Coral Reef Studies di Queensland.

Ini adalah situasi yang paling ekstrem setelah peristiwa 'pemutihan massal' pada 2016 dan 2017. Proses hilangnya warna karang itu lebih sering terjadi tahun ini.

"Tidak ada waktu untuk terus merugi. Kita harus menurunkan emisi gas rumah kaca secepatnya," demikian konklusi para peneliti.

Para ilmuwan menyebut kesehatan dan ukuran koloni karang di seluruh Great Barrier Reef turun sejak 1995 hingga 2017.

Tim peneliti melihat bahwa populasi karang di kawasan itu berkurang lebih dari 50 persen, untuk semua ukuran dan spesies karang, terutama di karang bercabang dan yang berbentuk meja.

Berbagai karang itu adalah spesies berstruktur besar yang biasanya menyediakan habitat bagi ikan dan kehidupan laut lainnya.

baca juga

Profesor Terry Hughes, salah satu penulis dalam kajian ini, menyebut sejumlah karang tadi adalah yang paling terpengaruh pada proses pemutihan massal. Akibatnya, kata dia, dua pertiga karang di gugusan itu rusak.

Proses pemutihan terjadi ketika karang di bawah tekanan untuk mengusir alga. Organisme yang dikenal sebagai zooxanthellae inilah yang mengubah warna karang.

Terumbu karang bisa pulih jika kondisi normal kembali, tapi itu bisa memakan waktu puluhan tahun.

Sebuah studi di tahun 2019 menemukan bahwa koloni karang yang rusak sulit melakukan regenerasi karena sebagian besar karang dewasa mati.

"Populasi karang yang hidup memiliki jutaan bayi karang kecil dan banyak karang besar," kata penulis utama riset ini, Andy Dietzel.

"Hasil penelitian kami menunjukkan kemampuan Great Barrier Reef untuk pulih sangat kecil dibandingkan periode lalu karena ada lebih sedikit bayi karang dan lebih sedikit pembiakan karang besar."

Bagaimana prospek ke depan?

Tahun lalu, badan resmi pemerintah Australia di bidang terumbu karang memastikan, pemanasan iklim yang disebabkan manusia tetap menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup terumbu karang dalam jangka panjang.

Membentang sepanjang 2.300 kilometer, Great Barrier Reef ditetapkan menjadi situs Warisan Dunia pada tahun 1981. Pertimbangannya kala itu adalah kepentingan ilmiah dan kekayaan imateril yang sangat besar.

Namun selama satu dekade terakhir, gugusan karang ini rusak parah. Suhu laut yang lebih hangat telah membunuh karang, menyebarkan kehidupan laut lainnya dan mempercepat pertumbuhan alga dan kontaminan lainnya.

"Dulu kami berpikir bahwa Great Barrier Reef terlindungi karena ukurannya yang besar, tapi hasil penelitian kami menunjukkan bahkan terumbu karang terbesar dan relatif terlindungi di dunia juga semakin terancam dan menurun," kata Hughes.

Maret lalu, para ilmuwan melaporkan bahwa terumbu karang itu mengalami proses pemutihan massal ketiga dalam lima tahun terakhir. Skala kerusakannya kini masih dikaji.

Secara umum suhu global meningkat sekitar 1 derajat celsius sejak zaman pra-industri. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan, jika kenaikan suhu mencapai 1,5 derajat celsius, 90% karang dunia akan musnah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:55 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Saat Limbah Nikel Berubah Menjadi Habitat Baru bagi Ikan: Bagaimana Caranya?

Saat Limbah Nikel Berubah Menjadi Habitat Baru bagi Ikan: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 10:52 WIB

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:22 WIB

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:01 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×