Paus Tunjuk Uskup Agung Wiltom Gregory, Kardinal Afrika-Amerika Pertama

Siswanto, BBC

Senin, 26 Oktober 2020 | 13:58 WIB
Paus Tunjuk Uskup Agung Wiltom Gregory, Kardinal Afrika-Amerika Pertama
BBC

Suara.com - Paus Franciskus berkata dirinya akan menunjuk 13 kardinal baru Katolik Roma, di antaranya adalah pastor Afrika-Amerika pertama.

Paus mengumumkan 13 kardinal dari delapan negara dalam pidato dadakan dari jendelanya yang menghadap Lapangan Santo Petrus di Roma pada hari Minggu (25/10).

Wilton Daniel Gregory, Uskup Agung berusia 72 tahun yang progresif di Washington DC, akan menjadi salah satunya.

Para kardinal akan dilantik dalam upacara di Vatikan pada 28 November.

Kardinal adalah pastor paling senior di Gereja Katolik Roma di bawah Paus.

Peran mereka termasuk memilih Paus - kepala Gereja - dari antara mereka dalam pertemuan rahasia yang dikenal sebagai konklaf.

Karena empat dari anggota baru berusia di atas 80 tahun, mereka tidak diizinkan untuk memberikan suara di bawah peraturan Gereja.

Sembilan nominasi yang berhak memberikan suara berasal dari Italia, Malta, Rwanda, Amerika Serikat, Filipina, Chile, Brunei, dan Meksiko.

Para pengamat Vatikan mengatakan pengangkatan para kardinal baru akan memperkuat pengaruh Paus Fransiskus terhadap para kardinal yang suatu hari nanti akan memilih penggantinya.

Dengan menghitung para kardinal yang akan diangkat, Paus Fransiskus akan memilih hampir 60% dari seluruh kardinal selama masa jabatannya, menurut National Catholic Reporter.

Siapakah Uskup Agung Wilton Gregory?

Sebagai pastor yang ditahbiskan pada usia 25 tahun, ia menjadi uskup agung Washington pada Mei 2019. Ia menggantikan Kardinal Donald Wuerl, yang mengundurkan diri di tengah kritik atas penanganan kasus pelecehan seksual.

Di AS, Uskup Agung Gregory telah menjadi suara yang lantang dalam upaya membasmi pelecehan di Gereja. Sebagai presiden konferensi uskup AS, ia membujuk para pemimpin Gereja untuk menerapkan hukuman yang lebih keras bagi para pelaku kekerasan pada tahun 2002.

Uskup Agung Gregory telah mengkritik retorika Presiden Donald Trump serta kunjungannya ke situs-situs keagamaan.

Dia mengkritik keras kunjungan Presiden Trump ke tempat doa Santo Yohanes Paulus II di Washington, dengan menyebutnya "mengherankan dan tercela".

Kunjungan itu dilakukan pada bulan Juni, sehari setelah presiden memerintahkan pembubaran pengunjuk rasa damai di dekat Gedung Putih.

Uskup Agung Gregory mengatakan Santo Yohanes Paulus II "pasti tidak akan memaafkan penggunaan gas air mata dan tindakan lainnya untuk membungkam, membubarkan, atau mengintimidasi mereka (pengunjuk rasa) untuk kesempatan pemotretan di depan tempat ibadah dan perdamaian".

Siapa lagi yang ditunjuk Paus Fransiskus?

Ke-13 orang itu termasuk pastor Italia, Raniero Cantalamessa, 84 tahun, yang telah mengabdi sebagai pengkhotbah di tiga rumah tangga kepausan.

Calon asal Italia lainnya, Marcello Semeraro, adalah uskup berusia 72 tahun yang mengawasi kanonisasi orang-orang kudus oleh Gereja.

Jabatan kardinal juga akan diberikan kepada Mario Grech, kepala Sinode Uskup asal Malta, badan penasihat yang berpengaruh untuk Paus.

Yang lainnya termasuk Antoine Kambanda, Uskup Agung Kigali di Rwanda; Jose Fuerte Advincula, Uskup Agung Capiz di Filipina; dan Celestino Aos Braco, Uskup Agung Santiago di Chile.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

Siapa Sarah Mullally? Mantan Perawat yang Jadi Perempuan Pertama Pimpin Gereja Inggris

Siapa Sarah Mullally? Mantan Perawat yang Jadi Perempuan Pertama Pimpin Gereja Inggris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:22 WIB

Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung

Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 17:21 WIB

Uskup Agung Katedral: Gereja Harus Berani Bersuara Soal Persoalan Bangsa

Uskup Agung Katedral: Gereja Harus Berani Bersuara Soal Persoalan Bangsa

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:40 WIB

Pesan Natal Uskup Agung: Rawat Alam, Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban

Pesan Natal Uskup Agung: Rawat Alam, Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:16 WIB

Hasto Dipenjara, Uskup Agung Datang dengan Pesan Khusus: Puasa 3 Hari 3 Malam di Rutan KPK

Hasto Dipenjara, Uskup Agung Datang dengan Pesan Khusus: Puasa 3 Hari 3 Malam di Rutan KPK

News | Senin, 14 April 2025 | 13:29 WIB

Sebut Hasto PDIP Jalani Retret di Rutan KPK, Romo Ignatius Suharyo: Jadi Tak Surap Tetapi Hidup

Sebut Hasto PDIP Jalani Retret di Rutan KPK, Romo Ignatius Suharyo: Jadi Tak Surap Tetapi Hidup

News | Senin, 14 April 2025 | 13:24 WIB

Kunjungi Hasto di Rutan KPK, Uskup Agung Mengaku Pernah Main Bola Bersama

Kunjungi Hasto di Rutan KPK, Uskup Agung Mengaku Pernah Main Bola Bersama

News | Senin, 14 April 2025 | 13:01 WIB

Uskup Agung Dijadwalkan Kunjungi Hasto Hari Ini, Begini Kata KPK

Uskup Agung Dijadwalkan Kunjungi Hasto Hari Ini, Begini Kata KPK

News | Senin, 14 April 2025 | 08:15 WIB

Dianggap Matikan Usaha Rakyat Kecil, Uskup Jakarta Beri Warning Pemerintah soal Bansos: Hati-hati...

Dianggap Matikan Usaha Rakyat Kecil, Uskup Jakarta Beri Warning Pemerintah soal Bansos: Hati-hati...

News | Rabu, 25 Desember 2024 | 18:45 WIB

Terkini

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

×