Presiden Macron: Saya Menghormati Umat Muslim, Kami Melawan Islam Radikal

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 03 November 2020 | 16:59 WIB
Presiden Macron: Saya Menghormati Umat Muslim, Kami Melawan Islam Radikal
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]

Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, memahami perasaan umat Islam sedunia atas penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh media Charlie Hebdo.

Namun, Macron menegaskan sedang melawan "Islam radikal" sebagai ancaman bagi semua orang.

"Saya memahami sentimen yang diungkapkan dan saya menghormati mereka. Tapi Anda harus memahami peran saya sekarang, untuk melakukan dua hal: mempromosikan ketenangan dan juga melindungi hak-hak ini," kata Macron dalam sebuah wawancara eksklusif kepada Al Jazeera.

"Saya akan selalu membela kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar di negara saya," tambahnya.

Macron juga mengecam apa yang dia sebut sebagai distorsi dari para pemimpin politik, dengan mengatakan bahwa masyarakat sering dituntun untuk percaya bahwa karikatur tersebut adalah hasil karya negara Prancis.

"Saya pikir reaksi itu muncul sebagai akibat dari kebohongan dan penyimpangan kata-kata saya karena orang-orang mengerti bahwa saya mendukung kartun-kartun ini," kata Macron.

"Karikatur itu bukan proyek pemerintah, tapi muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah," tegasnya.

Macron mengacu pada penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad oleh majalah satire Charlie Hebdo baru-baru ini, untuk menandai pembukaan persidangan atas serangan mematikan pada tahun 2015.

Presiden Macron membela "hak untuk menghujat" di bawah hak kebebasan berbicara pada saat republikasi pada bulan September tersebut.

baca juga

Keputusan Macron itu kemudian ditanggapi oleh reaksi keras dari aktivis Muslim pada tanggal 2 Oktober.

Selain itu Macron juga menyebutkan bahwa Islam "dalam krisis global" dan mengumumkan rencananya "untuk mereformasi Islam" agar lebih sesuai dengan nilai-nilai republik negaranya.

Macron kembali menegaskan pandangannya terhadap kartikatur Nabi Muhammad saat insiden pemenggalan seorang guru sejarah geografi oleh ekstrimis keturunan Checnya.

Muslim korban pertama

Sementara Muslim di Prancis mengutuk pembunuhan guru tersebut. Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran akan hukuman kolektif di tengah tindakan keras pemerintah yang menargetkan organisasi Islam dan serangan oleh kelompok main hakim sendiri di masjid.

Sementara itu, komentar Macron memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim, menyebabkan puluhan ribu orang - dari Pakistan hingga Bangladesh hingga wilayah Palestina - melakukan protes anti-Prancis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Asli Indonesia

Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Asli Indonesia

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 15:48 WIB

Danone Sambut Baik Indonesia Tak Boikot Produk Prancis

Danone Sambut Baik Indonesia Tak Boikot Produk Prancis

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 15:45 WIB

Teror di Austria, Presiden Prancis Macron: Ini Eropa Kita, Kami Tak Mundur!

Teror di Austria, Presiden Prancis Macron: Ini Eropa Kita, Kami Tak Mundur!

News | Selasa, 03 November 2020 | 15:18 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×