Dua Obat yang Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19 Ditemukan

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 16:34 WIB
Dua Obat yang Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19 Ditemukan
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Dua obat diketahui dapat mengurangi tingkat kematian hingga seperempat pada pasien dengan gejala paling parah Covid-19, akhirnya ditemukan.

Obat-obat anti-inflamasi ini, yang diberikan melalui infus, menyelamatkan satu nyawa untuk setiap 12 dari yang menerima perawatan itu, kata para peneliti yang telah melakukan uji coba di unit perawatan intensif Layanan Kesehatan Nasional di Inggris (NHS).

Persediaan obat-obat ini sudah tersedia di seluruh Inggris, sehingga dapat segera digunakan untuk menyelamatkan ratusan nyawa, kata para ahli.

Ada lebih dari 30.000 pasien Covid yang sedang dirawat di rumah-rumah sakit di Inggris - 33% lebih banyak daripada di bulan April lalu.

Pemerintah Inggris bekerja sama dengan produsen, untuk memastikan obat-obat itu - tocilizumab and sarilumab - terus tersedia untuk pasien-pasien di Inggris.

Selain menyelamatkan lebih banyak nyawa, pengobatan tersebut mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi lamanya waktu yang dibutuhkan pasien yang kritis di dalam perawatan intensif hingga satu minggu.

Kedua obat tersebut tampak sama-sama bekerja dengan baik dan menambah manfaat yang sudah ditemukan dengan obat steroid terjangkau lain yang bernama dexamethasone.

Meskipun kedua obat tersebut tidak murah, dengan biaya sekitar £750 (Rp14,3 juta) hingga £1.000 (Rp 19 juta) per pasien, dibandingkan dengan biaya £5 (Rp95.000) untuk dexamethasone, keuntungan penggunaannya jelas - dan lebih murah daripada biaya per hari untuk perawatan intensif yang mencapai sekitar £2.000 (Rp38,1 juta), kata para ahli.

Punya 'dampak besar'

Peneliti utama, Profesor Anthony Gordon, dari Imperial College London, mengatakan, "Untuk setiap 12 pasien yang Anda tangani dengan obat-obatan ini, Anda berharap dapat menyelamatkan satu nyawa. Ini efek yang besar."

Dalam uji coba REMAP-CAP yang dilakukan di enam negara berbeda, termasuk Inggris, dengan sekitar 800 pasien perawatan intensif:

  • Hampir 36% pasien Covid-19 yang mendapat perawatan standar meninggal dunia
  • Obat-obat baru tersebut mengurangi angka itu hampir seperempatnya, menjadi 27%, bila diberikan kepada pasien dalam waktu 24 jam setelah mereka memasuki perawatan intensif

Profesor Stephen Powis, direktur medis nasional NHS, mengatakan, "Faktanya bahwa sekarang ada obat lain yang dapat membantu mengurangi kematian bagi pasien dengan Covid-19 adalah berita yang sangat disambut baik dan merupakan suatu perkembangan positif dalam perjuangan berkelanjutan melawan virus itu."

Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Matt Hancock mengatakan, "Inggris telah membuktikan berkali-kali bahwa Inggris berada di garis depan dalam mengidentifikasi dan menyediakan perawatan inovatif yang paling menjanjikan untuk pasien-pasiennya.

"Hasil hari ini adalah perkembangan penting lainnya dalam menemukan jalan keluar dari pandemi ini dan, ketika ditambahkan dengan pasokan vaksin dan perawatan yang sudah diluncurkan, akan memainkan peran penting dalam mengalahkan virus ini."

Obat tersebut meredam peradangan yang biasa memicu reaksi berlebihan pada pasien Covid dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan organ lainnya.

Para dokter disarankan untuk memberikannya kepada setiap pasien Covid yang, meskipun menerima dexamethasone, kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan intensif.

Tocilizumab dan sarilumab telah ditambahkan ke daftar pembatasan ekspor pemerintah, yang melarang perusahaan membeli obat-obatan yang ditujukan untuk pasien Inggris dan menjualnya dengan harga lebih tinggi di negara lain.

Temuan penelitian belum ditinjau atau dipublikasikan dalam jurnal medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prancis dan Rusia Laporkan Varian Baru Virus Corona, dari Inggris?

Prancis dan Rusia Laporkan Varian Baru Virus Corona, dari Inggris?

Health | Senin, 11 Januari 2021 | 16:31 WIB

Akhirnya, BPOM Restui Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac dari China

Akhirnya, BPOM Restui Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac dari China

Jawa Tengah | Senin, 11 Januari 2021 | 16:30 WIB

BPOM Keluarkan Izin Darurat Pemakaian Vaksin Sinovac

BPOM Keluarkan Izin Darurat Pemakaian Vaksin Sinovac

Jawa Tengah | Senin, 11 Januari 2021 | 16:28 WIB

Update Covid-19 di Singkawang: Kasus Positif Bertambah 15 Orang

Update Covid-19 di Singkawang: Kasus Positif Bertambah 15 Orang

Kalbar | Senin, 11 Januari 2021 | 16:26 WIB

BPOM Nyatakan Vaksin Sinovac Aman Digunakan

BPOM Nyatakan Vaksin Sinovac Aman Digunakan

Lampung | Senin, 11 Januari 2021 | 16:10 WIB

China Akhirnya Izinkan WHO Untuk Investigasi Asal Mula Pandemi Covid-19

China Akhirnya Izinkan WHO Untuk Investigasi Asal Mula Pandemi Covid-19

Health | Senin, 11 Januari 2021 | 16:07 WIB

Pasien Covid-19 di Metro Didominasi Klaster Keluarga

Pasien Covid-19 di Metro Didominasi Klaster Keluarga

Lampung | Senin, 11 Januari 2021 | 16:06 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB