Dalam Misi Berantas Pemberontak, Sebuah Helikopter Filipina Jatuh, 7 Tewas

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 18 Januari 2021 | 21:50 WIB
Dalam Misi Berantas Pemberontak, Sebuah Helikopter Filipina Jatuh, 7 Tewas
Ilustrasi helikopter jatuh. (Shutterstock)

Suara.com - Tujuh anggota militer Filipina, termasuk seorang kolonel angkatan udara, tewas saat helikopter yang mereka tumpangi jatuh selama perburuan pemberontak.

Menyadur The Straits Time, Minggu (17/1/2021) helikopter UH-1H era Vietnam yang telah diperbaharui yang biasa dikenal sebagai Huey, jatuh pada hari Sabtu (16/1).

Helikopter tersebut terbang dengan Huey lainnya dalam misi pengiriman ke pangkalan militer terpencil di Pantaron, sebuah wilayah pegunungan di provinsi Bukidnon, saat macet.

"Helikopter lain memberi tahu lewat radio dan memberi tahu mereka bahwa mereka membuntuti asap." kata Mayor Jenderal Andres Centeno, komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat. Filipina

"Mereka jatuh di lapangan terbuka." katanya. Menurut keterangan Jendral Andres tidak ada yang selamat pada kecelakaan tersebut.

Nama-nama korban tidak dirilis menunggu pemberitahuan dari keluarga mereka, tetapi pangkat tertinggi di antara mereka adalah seorang kolonel angkatan udara, kata militer.

Dari enam korban meninggal tersebut, tiga adalah penerbang dan tiga bertugas di ketentaraan.

Pangkalan operasi tersebut didirikan sebagai bagian dari kampanye untuk akhirnya memberantas Tentara Rakyat Baru, unit bersenjata dari Partai Komunis Filipina.

Kelompok pemberontak telah terkunci dalam konflik intensitas rendah dengan pemerintah di Manila sejak 1969.

baca juga

Pasukan pemberontak diperkirakan berjumlah sekitar 5.000 orang, turun dari angka tertinggi 20.000 yang tersebar di seluruh Filipina pada awal 1980-an.

Pemerintah memerintahkan operasi intensif terhadap Tentara Rakyat Baru, atau NPA, setelah kelompok itu mengumumkan bulan ini bahwa mereka menghidupkan kembali kelompok pembunuh untuk menargetkan pejabat yang dikatakan telah melakukan "kejahatan terhadap publik".

Kecelakaan helikopter tersebut terjadi sehari setelah Jenderal Gilbert Gapay, kepala Angkatan Bersenjata Filipina, memerintahkan untuk meningkatkan upaya membongkar gerakan gerilya dan mengakhirinya.

"Semua front gerilya komunis yang tersisa akan ditangani secara bersamaan dan dikalahkan menjelang akhir 2021," kata Jenderal Gapay Jumat lalu.

Dia mengatakan lebih dari 50 kelompok gerilya masih tersebar di seluruh negeri tetapi berada di ambang kehancuran.

Kecelakaan itu bukan yang pertama yang melibatkan helikopter Huey yang digunakan oleh militer Filipina. Pada November, seorang tentara tewas ketika sebuah helikopter dengan merek yang sama jatuh saat sedang mengevakuasi pasukan yang terluka dalam pertempuran dengan militan Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transmisi Matik atau Manual? Filipina Buat Aturan Baru SIM Sepeda Motor

Transmisi Matik atau Manual? Filipina Buat Aturan Baru SIM Sepeda Motor

Banten | Jum'at, 15 Januari 2021 | 19:38 WIB

Begini Kategori SIM untuk Sepeda Motor di Filipina

Begini Kategori SIM untuk Sepeda Motor di Filipina

Kaltim | Jum'at, 15 Januari 2021 | 19:24 WIB

Filipina Segera Terapkan Pembagian Kategori SIM untuk Sepeda Motor

Filipina Segera Terapkan Pembagian Kategori SIM untuk Sepeda Motor

Otomotif | Jum'at, 15 Januari 2021 | 19:15 WIB

Terkini

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

×