Bagaimana Jakarta Bebaskan Warga Dataran Rendah dari Langganan Banjir?

Siswanto | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 17 Februari 2021 | 15:00 WIB
Bagaimana Jakarta Bebaskan Warga Dataran Rendah dari Langganan Banjir?
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Mengutip sebuah jurnal dua mahasiswa Universitas Oxford berjudul The evolution of Jakarta’s flood policy over the past 400 years: The lock-in of infrastructural solutions yang terbit pada 2018, sistem kanal sudah menjadi “peluru utama” melawan Banjir di Jakarta sejak 1619.

Sistem kanal pun terukir sebagai bagian Sejarah Indonesia dalam Prasasti Tugu tentang asal muasal pengerukan kanal dalam tata kelola air pada saat itu.

Saat ini, Jakarta memiliki dua kanal, yaitu Kanal Banjir Barat peninggalan Belanda yang berusia lebih dari 100 tahun serta Kanal Banjir Timur yang hampir mencapai satu dasawarsa.

Kedua sistem kanal yang merupakan bagian dari drainase makro Jakarta yang memiliki fungsi untuk mengalirkan air dari hulu melalui saluran yang sudah tercipta di pinggir kota menuju langsung ke laut sehingga tidak merendam rumah-rumah warga.

Meski saat ini keduanya memiliki kapasitas mumpuni, untuk Kanal Banjir Barat berkapasitas 734 meter kubik per detik dan Kanal Banjir Timur berkapasitas 390 meter kubik per detik hal itu tidak menjamin Jakarta sepenuhnya bebas dari banjir.

"Dua kanal bisa jadi tidak terlalu cukup, karena peningkatan debit air akan terus bertambah seiring jalannya waktu," kata Firdaus Ali yang juga bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Air dan Sumber Daya Air.

Menurut dia, agar kapasitas kedua kanal banjir Jakarta itu lebih efektif maka harus disatukan melalui sebuah saluran yang dikenal dengan sodetan Kali Ciliwung. Namun sayangnya pengerjaan saluran penghubung yang dirancang berkapasitas 60 meter kubik per detik itu, saat ini dalam posisi mandek karena alotnya proses pembebasan lahan di bantaran Kali yang meliuk sepanjang 119 kilometer melintasi Jakarta tersebut.

"Ya jadi sekarang, antisipasi lainnya tentu bekerja sama dengan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten dari daerah hulu untuk membangun Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi, tidak ketinggalan reboisasi di kawasan itu," ujar Firdaus Ali.

Selain pemeliharaan infrastruktur secara fisik dengan pembangunan pintu air, ada juga campur tangan petugas-petugas harian yang kerap dikenal sebagai “pasukan oranye” dan pasukan hijau yang disiagakan sebagai “penjaga gawang” di pintu-pintu air agar aliran menjadi lancar.

Tidak jarang mereka terjun langsung berbalut pelampung oranye ke dalam air untuk menyingkirkan sampah-sampah yang mengganggu aliran di pintu air.

"Tugas kita kan yang penting airnya bisa lancar buat sampai ke tujuannya, enggak boleh itu sampai meluap. Jadi ya, kalau ada sampah besar yang ‘ngehalangin’ jalur air, ya mau enggak mau, kita angkut langsung," kata salah satu petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air di Pintu Air Karet, Solihin.

Tugas para petugas UPK Badan Air yang bertanggung jawab terhadap aliran kanal banjir Jakarta setiap harinya agar berjalan lancar tidaklah mudah. Butuh waktu, tenaga dan dana agar saluran Kanal Banjir Jakarta tidak dipenuhi sampah-sampah sehingga aliran air menuju laut semakin mudah.

"Dulu belum dilengkapi peralatan memadai, peralatan harus rakit sendiri. Dulu bahkan pengambil sampah menggunakan kipas angin untuk jadi saringan secara manual," kata Prasetyo, petugas UPK Badan Air lainnya yang bertugas di kawasan Menteng.

Saat ini kondisi saluran Kanal Banjir Jakarta di pintu-pintu air sudah jauh lebih tertata. Tidak ada lagi gundukan sampah yang terlalu menggunung yang dapat terbawa arus menuju laut. Kondisi para petugas di badan air itu pun semakin membaik dengan fasilitas yang ditambahkan.

"Dulu saya ‘nyebur’ ya ‘nyebur’ aja. Tapi sekarang setidaknya harus pakai pelampung. Semakin baik. Enggak cuma kondisi kitanya ya, kondisi saluran airnya juga. Karena sebelum ada kami, dulunya sampah-sampah pasti sudah terbawa arus sampai ke laut, " kata Solihin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit

Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:56 WIB

Normalisasi Drainase Pasar Kemis, 261 Bangunan Liar Ditertibkan

Normalisasi Drainase Pasar Kemis, 261 Bangunan Liar Ditertibkan

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:40 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:47 WIB

Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras

Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:36 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB