Kisah Tentara Bayaran dalam Operasi Menghabisi Raja Narkotik Pablo Escobar

Siswanto, BBC

Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:07 WIB
Kisah Tentara Bayaran dalam Operasi Menghabisi Raja Narkotik Pablo Escobar
BBC

Suara.com - Sebuah kelompok tentara bayaran asal Inggris, dipimpin laki-laki asal Skotlandia, Peter McAleese, melakukan perjalanan menuju kerajaan kriminal yang dibentuk orang paling berbahaya di dunia.

Tentara bayaran itu diberangkatkan untuk membunuh Pablo Escobar, pemimpin kartel narkoba di Kota Medellin, Kolombia. Escobar adalah salah satu penjahat paling kaya dalam sejarah.

Escobar berstatus produsen sekaligus distributor kokain terbesar di dunia. Dia dulu bertanggung jawab atas 80% perdagangan obat-obatan terlarang.

Sementara itu, McAleese adalah mantan anggota tentara khusus Inggris, SAS. Dia direkrut kartel narkotik Kolombia lainnya untuk mengalahkan Escobar.

Sebuah film dokumenter baru berjudul "Killing Escobar", menceritakan kisah misi yang akhirnya tidak berhasil dan orang-orang di baliknya.

McAleese, yang lahir di Glasgow tahun 1942, adalah pria kompleks yang mengalami banyak kekacauan batin, kata sutradara dokumenter tersebut, David Whitney.

McAleese dibesarkan di Riddrie, sebuah daerah pinggiran di kota terbesar di Skotlandia. Sejak kecil, dia juga berada dalam bayang-bayang penjara Barlinnie yang terkenal. Di penjara itulah, ayahnya yang sangat keras dan kejam, menghabiskan hidupnya bertahun-tahun.

"Saya dilatih untuk membunuh oleh Angkatan Darat Inggris, tapi naluri bertempur saya muncul dari Glasgow," kata McAleese yang kini berusia 78 tahun dalam film "Killing Escobar".

McAleese meninggalkan rumah untuk bergabung dengan Angkatan Darat Inggris pada usia 17 tahun. Dia memilih jalan itu untuk menemukan cara menyalurkan perangainya yang agresif.

baca juga

McAleese terdaftar di Resimen Parasut, lalu menjadi anggota elit 22 Resimen SAS.

McAleese pernah terlibat dalam operasi militer di Kalimantan bersama SAS. Di sana dia terlibat peperangan hutan yang berat.

Tahun 1969, dia meninggalkan Angkatan Darat Inggris. Dia menyebut keputusan ini sebagai hal terburuk yang pernah dia lakukan.

McAleese lantas berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang tidak cocok dengan kepribadiannya. Dia merasa tersesat dan agresinya menjadi lebih buruk sampai-sampai dikirim ke penjara karena menyerang kekasihnya.

Setelah keluar dari penjara, McAleese berusaha menciptakan kembali kegairahan yang dia rasakan selama berkarier di militer.

Dia beralih menjadi tentara bayaran dalam Perang Saudara di Angola, kemudian di Rhodesia (sekarang Zimbabwe), serta Afrika Selatan.

McAleese bertemu Dave Tomkins di Angola pada tahun 1976. Tomkins bukanlah tentara biasa. Dia tahu bagaimana membuat kesepakatan dan memasok senjata.

Dua sosok yang awalnya tidak mungkin bekerja sama ini kemudian menjadi teman baik. Dan Tomkins adalah orang yang menawari McAleese menjalankan misi membunuh Escobar.

Jorge Salcedo, bagian dari kartel narkotik Kolombia pesaing Escobar, yaitu kelompok Cali, mengkoordinasikan rencana pembunuhan itu.

Salcedo ingin Tomkins merekrut tim untuk melaksanakan rencana itu. McAleese adalah orang pertama yang ditawari oleh Salcedo.

"Anda tidak akan diminta untuk membunuh Pablo Escobar jika Anda tidak memiliki pengalaman yang tepat," kata McAleese.

"Saya tidak punya perasaan benar atau salah untuk membunuhnya," ujarnya. "Saya tidak pernah menganggap misi itu sebagai pembunuhan. Saya melihatnya sebagai target."

Kartel Cali yakin bahwa Escobar dapat dibunuh ketika dia pergi ke perkebunan Hacienda Napoles yang mewah.

Senjata dan bom

Di properti milik Escobar itu terdapat kebun binatang penuh hewan eksotis, koleksi mobil tua dan mewah, bandara pribadi, serta arena adu banteng.

McAleese terbang di atas perkebunan itu untuk pengintaian. Setelahnya, ia setuju bahwa misi itu bisa dilakukan. Misi itu sepertinya bisa dilakukan.

Tomkins merekrut tim yang terdiri dari 12 tentara bayaran. Mereka adalah orang-orang yang pernah bekerja dengannya atau orang yang direkomendasikan kepadanya.

Anggota tim ini dibantu meloloskan diri dari pemeriksaan otoritas keimigrasian. Jorge Salcedo dan kartel Cali mendanai masa tinggal mereka selama di Kolombia.

Masing-masing anggota tim ini dibayar US$5000 atau Rp71,8 juta per bulan, di luar akomodasi. Sementara itu, Tomkins digaji US$1.000 per hari. Angka itu setara setidaknya Rp14,3 juta.

Film ini menampilkan cuplikan video yang diambil oleh Tomkins, yang memperlihatkan orang-orang yang bermain dengan banyak uang.

Awalnya para tentara bayaran ini tinggal di kota Cali, tapi ada bahaya yang mengintai mereka karena mereka terlalu menarik perhatian.

Kemudian mereka pindah ke sebuah peternakan di pedesaan. Di sana mereka diberikan banyak senjata.

"Kepindahan itu seperti Natal. Semua senjata yang kami butuhkan ada di sana," kata McAleese.

Tentara bayaran berlatih keras untuk misi itu Namun hanya Tomkins dan McAleese yang tahu siapa yang hendak mereka bunuh.

Sebelum anggota lain diberi tahu, seorang dari tim itu tersebut keluar dari peternakan dan diizinkan pulang. Dia lalu menjual cerita apa yang dijalani di Kolombia ke surat kabar, tapi tidak memberikan nama atau detail operasi tersebut.

Saat misi penyerangan semakin dekat, tim tentara bayaran itu memindahkan latihan mereka ke dalam hutan. Tujuannya agar mereka dapat berlatih menggunakan senjata dan bom tanpa terdengar pihak lain.

Rencana serangan itu melibatkan dua helikopter yang terbang ke kompleks Hacienda Napoles.

Helikopter ini direncanakan terbang di saat para tentara bayaran menembaki penjaga keamanan Escobar dan membunuh sang gembong narkotik.

Para tentara bayaran ditargetkan membawa kepala Escobar sebagai piala kemenangan.

Saat mendengar dari seorang informan bahwa Escobar sedang berada di perkebunannya, mereka langsung menuju sasaran. Namun serangan itu akhirnya tidak pernah terjadi.

Helikopter yang membawa McAleese dan Tomkins jatuh saat terbang rendah ketika menembus awan di atas Pegunungan Andes. Pilot helikopter tewas dalam kecelakaan itu.

Janji kepada Tuhan

Orang-orang lain dalam helikopter itu selamat. Akan tetapi, luka McAleese terlalu parah untuk menuruni lereng gunung. Dia terbaring selama tiga hari dalam kesakitan yang luar biasa sampai dia diselamatkan.

Escobar mendengar tentang rencana pembunuhannya. Dia lalu mengirim anak buahnya ke gunung untuk menemukan para tentara bayaran tersebut.

"Jika Pablo Escobar menangkap saya, saya akan mengalami kematian yang panjang, berlarut-larut, dan menyakitkan," kata McAleese.

Dia melarikan diri dan mencoba menepati janji yang telah dia buat kepada Tuhan saat dia terbaring di lereng gunung.

McAleese mengatakan, dia adalah "laki-laki yang kotor, rendah hati, dan bajingan". Dia berkata, dia harus berubah.

Namun bukan tindakannya di zona perang yang dia sesali, melainkan kegagalannya sebagai suami dan ayah.

"Saya memiliki banyak penyesalan dan tidak satupun dari penyesalan itu adalah saat saya berada di sisi tentara," ujarnya.

Pada usia 78 tahun, McAleese mengatakan bahwa dia akhirnya menemukan kedamaian.

Sebaliknya, Pablo Escobar ditembak mati pada tahun 1993 saat berupaya melarikan diri dari kejaran penegak hukum Kolombia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Loving Pablo: Menyelami Sisi Lain Sang Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV

Loving Pablo: Menyelami Sisi Lain Sang Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:30 WIB

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini

Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini

News | Senin, 23 Februari 2026 | 15:09 WIB

Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya

Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya

News | Senin, 26 Januari 2026 | 14:49 WIB

Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?

Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:38 WIB

Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang

Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang

News | Senin, 19 Januari 2026 | 20:30 WIB

Nyaris Mati saat Perang Lawan Ukraina, TNI Ogah Peduli Nasib Satria Kumbara, Kenapa?

Nyaris Mati saat Perang Lawan Ukraina, TNI Ogah Peduli Nasib Satria Kumbara, Kenapa?

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 15:17 WIB

Eks Marinir Satria Kumbara Nyaris Mati Dihujani Mortir, Mabes TNI: Bukan Urusan Kami Lagi!

Eks Marinir Satria Kumbara Nyaris Mati Dihujani Mortir, Mabes TNI: Bukan Urusan Kami Lagi!

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 15:10 WIB

Eks Marinir Satria Kumbara Luka Parah Dihantam Mortir di Ukraina, Minta Doa Rakyat Indonesia

Eks Marinir Satria Kumbara Luka Parah Dihantam Mortir di Ukraina, Minta Doa Rakyat Indonesia

News | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 15:02 WIB

Dubes Rusia: Kami Tak Rekrut WNI Jadi Tentara, Satria Umbara Sendiri yang Mau

Dubes Rusia: Kami Tak Rekrut WNI Jadi Tentara, Satria Umbara Sendiri yang Mau

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:52 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×