Pasukan Etnis Rebut Pangkalan Militer Myanmar, Dibalas Serangan Udara

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 15:26 WIB
Pasukan Etnis Rebut Pangkalan Militer Myanmar, Dibalas Serangan Udara
Telur paskah di Myanmar yang dijadikan media menyuarakan aksi protes.[Twitter]

Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), sayap bersenjata dari KNU yang menguasai wilayah Myanmar timur dekat perbatasan Thailand, berhasil merebut pangkalan militer di lokasi kekuasaannya.

Menyadur Taipei Times Rabu (28/09), pasukan etnis Myanmar ini bersekutu dengan gerakan yang melawan kudeta. Militer Myanmar langsung melancarkan serangan udara, beberapa jam setelah KNLA membakar pangkalan mereka.

Selain melancarkan tembakan, militer juga dilaporkan menghancurkan desa dengan bom. Seorang warga Thailand dilaporkan terkena peluru nyasar. 

Dave Eubank dari Free Burma Rangers, sebuah kelompok bantuan kemanusiaan mengonfirmasi adanya serangan udara di desa-desa Karen di dua kota kecil di Distrik Papun. 

Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

Juru bicara Persatuan Nasional Karen (KNU), mengatakan bahwa sayap bersenjatanya menyerang pangkalan itu pada pukul 5 pagi dan membakarnya tepat setelah fajar.

Jumlah korban belum diketahui, kata Kepala KNU Bidang Luar Negeri Padoh Saw Taw Nee melalui pesan singkat. Sementara ini belum ada komentar langsung dari pemerintah militer Myanmar.

Rekaman video dari sisi perbatasan Thailand menunjukkan api membumbung dari posisi pemerintah di tepi Sungai Salween yang menandai perbatasan, di tengah suara tembakan senjata yang hebat.

Laporan situs berita online Pusat Informasi Karen mengatakan seorang warga melihat tujuh tentara pemerintah mencoba melarikan diri dari kamp, yang berseberangan dengan Desa Mae Sam Laep di Thailand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkalan Militer Meledak, 500 Orang Terluka dan 20 Orang Meninggal

Pangkalan Militer Meledak, 500 Orang Terluka dan 20 Orang Meninggal

Sulsel | Senin, 08 Maret 2021 | 09:44 WIB

Angkatan Luar Angkasa AS Akan Bangun Pangkalan Militer Pertama di Bulan

Angkatan Luar Angkasa AS Akan Bangun Pangkalan Militer Pertama di Bulan

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2020 | 07:30 WIB

Menilik Peninggalan Pangkalan Militer Jepang di Pulau Sangiang

Menilik Peninggalan Pangkalan Militer Jepang di Pulau Sangiang

Jakarta | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 08:25 WIB

Terkini

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:11 WIB

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:06 WIB

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:02 WIB