Diintai 3 Tahun, FBI dan Polisi Australia Berhasil Jerat Ratusan Penjahat Internasional

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 16:45 WIB
Diintai 3 Tahun, FBI dan Polisi Australia Berhasil Jerat Ratusan Penjahat Internasional
Ilustrasi lelaki sedang diborgol karena melanggar hukum. [shutterstock]

Suara.com - Pasukan gabungan polisi Australia dan FBI berhasil menjerat ratusan penjahat dalam operasi Ironside.  Menyadur News.comSelasa (08/06), mereka menangkap kelompok teroris, organisasi mafia, dan geng motor pelanggar hukum.

Operadi Ironside dibentuk tiga tahun lalu sebagai kolaborasi antara Polisi Federal Australia (AFP) dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat untuk menjatuhkan tokoh-tokoh dunia bawah.

Di New South Wales, penyelidik mengeksekusi 33 surat perintah penggeledahan, menangkap 35 orang dan menyita 27 senjata api dan lebih dari $ 800 ribu uang tunai, juga kendaraan mewah senilai $ 1,5 juta dan sejumlah besar narkoba.

Petugas membawa 27 senjata api, termasuk dua pistol Glock dan senapan sniper kaliber 50 serta kendaraan mewah seperti Ferrari, Lamborghini, McLaren, dan Bentley.

“Ini adalah momen penting dalam sejarah penegakan hukum Australia. Segala sesuatu yang kami lakukan adalah untuk menjaga agar warga Australia tetap aman,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Ilustrasi polisi dan mobilnya. (Shutterstock)
Ilustrasi polisi. (Shutterstock)

Ratusan target dijebak dalam aplikasi AN0M, sebuah media berkomunikasi terenkripsi yang dirancang oleh polisi. Lebih dari 4 ribu penegak hukum terlibat untuk melaksanakan 525 surat perintah penggeledahan di seluruh Australia.

"Ironside telah menangkap dan mendakwa orang yang kami duga sebagai penjahat paling berbahaya di Australia," kata Komisaris AFP, Reece Kershaw.

"Kami menuduh mereka sebagai anggota geng motor pelanggar hukum, Mafia Australia, sindikat kejahatan Asia dan kelompok kejahatan serius dan terorganisir yang berdagang narkoba di Australia dalam skala industri."

Meskipun penyelidikan berjalan selama bertahun-tahun, dan penangkapan dilakukan sesekali, Kershaw mengatakan para tersangka penjahat tidak tahu bahwa mereka menjadi sasaran.

Ilustrasi buronan FBI. (Youtube/FBI – Federal Bureau of Investigation)
Ilustrasi buronan FBI. (Youtube/FBI – Federal Bureau of Investigation)

“Ketika Anda mendapatkan akses dan itu akan keluar di pengadilan, Anda akan melihat bahwa semua hal yang mereka bicarakan hanyalah narkoba, kekerasan, saling pukul, orang tak bersalah yang akan dibunuh,” katanya.

“(Bunyi SMS) akan seperti, 'Saya butuh 1000 kilo dengan harga ini.' Sangat kurang ajar. Tidak ada upaya untuk bersembunyi di balik segala jenis percakapan yang dikodifikasi ... termasuk 'kami akan memiliki speed boat untuk menemui Anda di tempat ini ...'”

Saat petugas AFP melanjutkan penggerebekan di seluruh negeri hari ini, Kershaw mengatakan para penjahat dalam keadaan panik. "Mereka semua saling menyerang," kata Kershaw.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Penumpang Ngamuk di Pesawat Lalu Diikat, FBI sampai Turun Tangan

Heboh Penumpang Ngamuk di Pesawat Lalu Diikat, FBI sampai Turun Tangan

News | Minggu, 06 Juni 2021 | 13:33 WIB

Mantan Pilot Israel: Pemerintah dan Militer Kami adalah Penjahat Perang

Mantan Pilot Israel: Pemerintah dan Militer Kami adalah Penjahat Perang

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 20:57 WIB

Penjahat Manfaatkan iPhone untuk Lacak dan Bunuh Korban

Penjahat Manfaatkan iPhone untuk Lacak dan Bunuh Korban

Tekno | Selasa, 11 Mei 2021 | 03:30 WIB

Terkini

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo  Trump, Menkomdigi Buka Suara

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:04 WIB

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya:  Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:49 WIB

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:46 WIB

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:33 WIB