Aktivis Selamatkan Puluhan Anjing yang Akan Disembelih dalam Festival Yulin

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 22 Juni 2021 | 16:03 WIB
Aktivis Selamatkan Puluhan Anjing yang Akan Disembelih dalam Festival Yulin
Ilustrasi anjing. (Pixabay/kim_hester)

Suara.com - Aktivis hewan berhasil menyelamatkan puluhan ekor anjing yang dibawa untuk disembelih di festival daging anjing di China selatan. Satu diantaranya bahkan dalam kondisi hamil dan siap melahirkan.

Menyadur Daily Mail Selasa (22/06) sebuah truk mengangkut hingga 68 ekor anjing yang dijejalkan ke dalam kandang kawat kecil. Truk ini dihentikan saat menuju kota Yulin, China, Jumat pekan lalu.

Aktivis mengatakan beberapa hewan dalam kondisi terinfeksi prnyakit, sementara yang lain tampak seperti hewan peliharaan yang telah dicuri dengan maksud dibunuh untuk dikonsumsi.

Salah satu anjing dilaporkan sedang hamil dan melahirkan dua anak anjing tak lama setelah truk dihentikan dan anjing-anjing itu berhasil diselamatkan.

Humane Society International mengatakan tim penyelamat berhasil membujuk pengemudi truk untuk menyerahkan kargonya dan 70 hewan itu kini dirawat di tempat penampungan.

Ilustrasi daging beku. (Shutterstock)
Ilustrasi daging . (Shutterstock)

Liang Jia, aktivis Guangxi mengaku frustasi dan menyayangkan pihak berwenang karena tak menghentikan dan menyita anjing-anjing itu. "Jadi kami memutuskan menyelamatkan anjing sendiri dan menunggu di jalan raya."

"Kami meyakinkan pengemudi untuk menyerahkan anjing itu karena mereka jelas hewan peliharaan curian. Anjing-anjing itu memiliki cakar seperti hewan peliharaan dan gigi sehat. Itu artinya seseorang merawat mereka sebelum dicuri."

"Beberapa ada yang sakit dan akan menerima perawatan dokter hewan. Siapa yang tahu penyakit apa yang mereka bawa dan sayangnya anjing ini akan berakhir di pasar makanan."

Ilustrasi perempuan dan anjing. (Shutterstock)
Ilustrasi anjing peliharaan. (Shutterstock)

Sementara itu, makan daging anjing adalah tradisi berabad-abad di berbagai bagian di Asia dan Festival Daging Anjing Yulin terhitung baru karena dimulai tahun 2009 jika menelusuri asal-usulnya.

baca juga

Berbagai mitos tentang makan daging anjing selama cuaca panas muncul, termasuk membawa keberuntungan, kesehatan yang baik, menyembuhkan penyakit dan meningkatkan libido laki-laki.

Aktivis mengatakan anjing sering disembelih secara tak manusiawi seperti dipukuli sampai mati dengan tongkat sementara teman satu kandang mereka melihatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Pandemi Covid-19, China Tetap Gelar Festival Daging Anjing

Di Tengah Pandemi Covid-19, China Tetap Gelar Festival Daging Anjing

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 15:46 WIB

Bakar Anjing Hidup-hidup, Festival Daging Anjing Kembali Tuai Kecaman

Bakar Anjing Hidup-hidup, Festival Daging Anjing Kembali Tuai Kecaman

Lifestyle | Sabtu, 22 Juni 2019 | 18:10 WIB

Dikecam Soal Festival Makan Anjing, Warga Yulin: Ini Tradisi Kami

Dikecam Soal Festival Makan Anjing, Warga Yulin: Ini Tradisi Kami

News | Selasa, 23 Juni 2015 | 12:29 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×