Jakarta Sekarang Lagi Butuh 2.156 Nakes dan 5.139 Vaksinator

Siswanto, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 30 Juni 2021 | 12:17 WIB
Jakarta Sekarang Lagi Butuh 2.156 Nakes dan 5.139 Vaksinator
Vaksinator memberikan suntikan vaskin Covid-19 dalam acara vaksinasi massal petugas pelayanan publik, TNI hingga wartawan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (26/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Suara.com - Pemerintah Jakarta membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 yang setiap hari jumlahnya terus meningkat. "Tenaga profesional ini butuh lagi 2.156 (orang). tenaga vaksinator perlu ditambah lagi 5.139 (orang) ya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/6/2021).

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa (29/6/2021), kemarin saja, tercatat terjadi penambahan 7.379 orang. Jika ditotal-total, seluruh pasien yang tersebar di berbagai rumah sakit di Jakarta, kemarin, mencapai 535.788 orang.

Kebutuhan nakes di Jakarta sudah mendesak dan sejauh ini terbantu dengan keberadaan sukarelawan terlatih. "Kan kebutuhan nakes tidak bisa diciptakan dengan cepat. Tenaga-tenaga sukarelawan yang nanti ditraining itu nanti disiapkan."

Selain menambah jumlah tenaga kesehatan, pemerintah provinsi juga terus meningkatkan fasilitas tempat tidur isolasi pasien, ICU, isolasi terkendali hingga obat-obatan.

"Rumah sakit rujukan, okupansi daripada tempat tidur RS ditingkatkan, kemudian juga nakes, ruang ICU, semuanya. Lab, vitamin, obat-obatan, masker semuanya ditingkatkan," kata dia.

Segera buka RS darurat

Kemarin, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani meminta pemerintah pusat dan daerah segera membuka rumah sakit darurat dengan memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah seperti pusat pendidikan dan latihan, stadion olahraga atau GOR, untuk mengatasi lonjakan pasien.

"Termasuk pusdiklat yang dimiliki sejumlah BUMN karena itu koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN perlu dilakukan," kata Muzani dalam keterangan pers.

Menurut dia, pembukaan RS darurat menjadi penting karena peningkatan jumlah kasus positif terus terjadi secara signifikan di banyak daerah.

Dia juga meminta agar fasilitas yang ada di kompleks Gelora Bung Karno digunakan untuk membuka RS darurat karena saat ini Jakarta merupakan zona merah yang laju peningkatan kasus Covid-19 terbesar di Indonesia.

"Kami menyarankan agar beberapa fasilitas gedung di kompleks GBK Senayan digunakan untuk RS darurat tersebut. Seperti di Tennis Indoor dan sarana lainnya, karena RS di area Jabodetabek mayoritas telah melebihi kapasitas yang menyebabkan antrean panjang pasien," ujarnya.

Muzani menjelaskan saat ini fasilitas kesehatan yang ada di RSD Wisma Atlet telah melebihi kapasitas sehingga menyebabkan pasien harus menunggu antrean.

Muzani menilai, khusus wilayah Jakarta, untuk kondisi seperti saat ini, tidak mungkin bergantung pada RSD Wisma Atlet yang sudah hampir melebihi kapasitas, yang menyebabkan pasien positif lainnya harus mengantri.

"Dan pembukaan RS darurat juga perlu dilakukan di daerah-daerah zona merah Covid-19 khususnya di Pulau Jawa. Beberapa asrama haji juga dapat difungsikan sebagai RS darurat terutama setelah ibadah haji ditiadakan tahun 2021," katanya.

Dia menilai, dalam situasi seperti ini yang diperlukan adalah kerjasama yang maksimal antara semua pihak seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Viral Nakes Bikin Konten Joget saat Pasien Dioperasi

Viral Nakes Bikin Konten Joget saat Pasien Dioperasi

Entertainment | Kamis, 02 April 2026 | 14:12 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:05 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

3.000 Nakes Terdampak Banjir Sumatra Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Menkes: Supaya Tenang Kerja

3.000 Nakes Terdampak Banjir Sumatra Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Menkes: Supaya Tenang Kerja

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:11 WIB

Viral Nakes Girang Pindahkan 'Bayi Jelek'

Viral Nakes Girang Pindahkan 'Bayi Jelek'

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:01 WIB

Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya

Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:19 WIB

Terkini

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB