Ratusan Ulama, Pastor, dan Pendeta di Indonesia Meninggal karena Covid-19

Reza Gunadha | ABC | Suara.com

Kamis, 29 Juli 2021 | 15:52 WIB
Ratusan Ulama, Pastor, dan Pendeta di Indonesia Meninggal karena Covid-19
Pemakaman Covid 19

Suara.com - Sedikitnya 84 ribu warga Indonesia meninggal dunia karena covid-19. Ratusan di antaranya adalah pemuka agama dari berbagai keyakinan.

ABC Indonesia menghubungi beberapa elemen dari kalangan Islam, Katolik dan Protestan untuk mendapat angka seberapa banyak tokoh agama yang meninggal di masa pandemi COVID dan jika ada dampaknya bagi komunitas mereka.

Sebagai agama mayoritas di Indonesia, jumlah pemuka agama Islam yang meninggal dunia sejauh ini lebih besar dibandingkan agama lainnya.

Panser Nadhlatul Ulama mencoba mengumpulkan data mengenai ulama yang meninggal di masa pandemi COVID-19.

Menurut Fathurrochman Karyadi, salah seorang anggota tim Panser NU Data, pengumpulan data dilakukan bekerja bersama dengan sejumlah elemen di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). 

Fathurrochman mengatakan data ini nantinya bisa dipakai agar mereka bisa berbuat lebih banyak lagi dalam upaya mencegah COVID-19.

"Di dalamnya terdapat RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) PBNU, Satkor Covid-19 RMI, PDNU (Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama), Gerakan Ayo Mondok, dan Gusdurian," kata Atunk, panggilan Fathurrochman kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

Dari informasi yang dikumpulkan sampai hari Senin (26/07/2021) tercatat ada 732 ulama yang meninggal sejak bulan Februari 2020.

Tapi Atunk mengatakan tidak semua dari mereka yang meninggal dunia disebabkan karena COVID. 

"Kalau dibilang ada yang wafat karena COVID, ya memang ada akan tetapi belum bisa dipastikan siapa saja dan berapa banyak."

"Karena di pesantren termasuk keluarga kiai dan santri yang wafat belum terbuka hasilnya apakah karena positif COVID atau negatif," kata Atunk lagi.

'Kurang mematuhi protokol kesehatan'

Salah satu pondok pesantren yang pemimpinnya meninggal dunia karena COVID1-9 adalah Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta yang dikelola oleh Yayasan Ali Maksum.

Pondok pesantren tersebut sekarang dikelola oleh generasi keempat dari keluarga Ali Maksum.

Maya Fitria adalah salah seorang dari generasi keempat tersebut, yang sekarang menjadi Sekretaris Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. 

Menurut Maya, sama seperti sebagian masyarakat Indonesia lainya, pada awalnya kalangan di pondok pesantren tidak menganggap pandemi COVID-19 sebagai hal yang serius. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Alasan Mulia, Ini Sebab Poppy Sovia Berani Buka Usaha di Tengah Pandemi

Punya Alasan Mulia, Ini Sebab Poppy Sovia Berani Buka Usaha di Tengah Pandemi

Entertainment | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:49 WIB

Di Samarinda, Jenazah Covid-19 Boleh Dikuburkan di Pemakaman Umum

Di Samarinda, Jenazah Covid-19 Boleh Dikuburkan di Pemakaman Umum

Kaltim | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:31 WIB

Program Tes Antigen Massal di Batam Lamban, Panitia: Kekurangan Nakes, Warga Takut

Program Tes Antigen Massal di Batam Lamban, Panitia: Kekurangan Nakes, Warga Takut

Batam | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:27 WIB

Gandeng BPKP, Bobby Nasution: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Gandeng BPKP, Bobby Nasution: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Sumut | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:17 WIB

Kasus Dugaan Penimbunan Obat di Kalideres, Polisi Periksa 21 Saksi

Kasus Dugaan Penimbunan Obat di Kalideres, Polisi Periksa 21 Saksi

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:15 WIB

Cerita Penyintas Covid-19 di Jogja, Sulitnya Urus Selter hingga Ditekan Warga untuk Pergi

Cerita Penyintas Covid-19 di Jogja, Sulitnya Urus Selter hingga Ditekan Warga untuk Pergi

Jogja | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:06 WIB

Soal Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Varian Delta, Ini Jawaban WHO

Soal Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Varian Delta, Ini Jawaban WHO

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:30 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB