DK PBB Tegaskan Tak akan Akui Pemerintah Afghanistan di Bawah Taliban

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 13:17 WIB
DK PBB Tegaskan Tak akan Akui Pemerintah Afghanistan di Bawah Taliban
Pasukan keamanan Afghanistan memblokade jalan tempat terjadinya bom bunuh diri di Kabul, Senin (25/12/2017). [AFP/Shah Marai]

Suara.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sedang membahas rancangan pernyataan untuk mengecam serangan Taliban di kota-kota besar dan kecil, yang menyebabkan tingginya jumlah korban sipil.

Rancangan itu juga berisi ancaman sanksi atas berbagai pelanggaran dan tindakan yang membahayakan perdamaian dan stabilitas Afghanistan.

Pernyataan resmi, yang rancangannya dibuat oleh Estonia dan Norwegia dan dilihat oleh Reuters, harus disetujui secara konsensus oleh 15 anggota DK.

Dokumen tersebut juga "menegaskan bahwa Emirat Islam Afghanistan tidak diakui di PBB dan menyatakan bahwa rancangan itu tidak akan mendukung pembentukan pemerintah mana pun di Afghanistan yang dipaksakan oleh kekuatan militer atau pemulihan Emirat Islam Afghanistan. "

Utusan khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons yang pekan lalu mempertanyakan komitmen Taliban untuk penyelesaian politik. Lyons mengatakan kepada DK bahwa perang telah memasuki "fase yang lebih mematikan dan lebih merusak."

"Dewan Keamanan mengutuk sekeras-kerasnya serangan bersenjata oleh pasukan Taliban di kota-kota di Afghanistan, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah tinggi," demikian isi rancangan pernyataan itu.

Rancangan teks juga menggarisbawahi kesiapan dewan untuk memberlakukan tindakan tambahan pada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia atau pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk mereka yang terlibat dalam serangan yang menargetkan warga sipil, dan individu atau entitas yang terlibat dalam, atau memberikan dukungan untuk, tindakan yang mengancam perdamaian, stabilitas, atau keamanan.”

PBB pada Kamis (12/8) menyatakan keprihatinan atas pergeseran pertempuran di Afghanistan ke daerah perkotaan dan memperingatkan bahwa jika serangan Taliban mencapai Ibu Kota Kabul, tindakan itu akan menimbulkan "dampak bencana bagi warga sipil."

Taliban telah meningkatkan pergerakan untuk mengalahkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat, ketika pasukan asing menyelesaikan penarikan diri setelah 20 tahun. Kelompok bersenjata itu sekarang menguasai sekitar dua pertiga wilayah Afghanistan.

Kelompok itu mengeklaim bahwa pihaknya menguasai dua kota terbesar Afghanistan pada Kamis, menurut laporan media, ketika AS dan Inggris mengatakan akan mengirim ribuan tentara untuk membantu mengevakuasi staf kedutaan mereka.

Jatuhnya kota-kota besar adalah tanda bahwa warga Afghanistan menyambut Taliban, kata juru bicara kelompok itu.

Taliban juga menyatakan bahwa mereka "tidak akan menutup pintu ke jalur politik," menurut laporan Al Jazeera TV. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman: Bantuan ke Afganistan akan Dihentikan, Jika Taliban Berkuasa

Jerman: Bantuan ke Afganistan akan Dihentikan, Jika Taliban Berkuasa

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Taliban yang Kian Dekat Kuasai Afghanistan

Taliban yang Kian Dekat Kuasai Afghanistan

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 06:08 WIB

Taliban Kuasai Afganistan, Suap dan Hukuman Brutal Kembali Lagi

Taliban Kuasai Afganistan, Suap dan Hukuman Brutal Kembali Lagi

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Lari dari Kekejaman Taliban, Warga Afganistan Tidur di Jalanan Ibu Kota

Lari dari Kekejaman Taliban, Warga Afganistan Tidur di Jalanan Ibu Kota

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:38 WIB

Gedor Setiap Pintu, Taliban Kumpulkan Gadis Belia untuk Dijadikan Budak Seks

Gedor Setiap Pintu, Taliban Kumpulkan Gadis Belia untuk Dijadikan Budak Seks

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:01 WIB

Pemerintah Afghanistan di Ambang Runtuh, Taliban Bisa Rebut Ibu Kota Kabul Dalam 90 Hari

Pemerintah Afghanistan di Ambang Runtuh, Taliban Bisa Rebut Ibu Kota Kabul Dalam 90 Hari

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Taliban Kuasai Kembali Afganistan, Anak-anak Ikut Jadi Korban Kekerasan

Taliban Kuasai Kembali Afganistan, Anak-anak Ikut Jadi Korban Kekerasan

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB