Partai Buruh Dibangkitkan Lagi: Apa Kunci Suksesnya Agar Diperhitungkan?

Siswanto | Suara.com

Senin, 04 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Partai Buruh Dibangkitkan Lagi: Apa Kunci Suksesnya Agar Diperhitungkan?
Ilustrasi pemilu (Unsplash/5Element)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 dan meningkatnya eskalasi politik, bergulir wacana melahirkan kembali Partai Buruh.

Partai Buruh yang disebut-sebut evolusi dari Partai Buruh (didirikan Muchtar Pakpahan dan Sonny Pudjisasono) ini diinisiasi oleh berbagai elemen serikat pekerja dan gerakan sosial di Indonesia yang selama ini merasa tak tertampung aspirasinya di DPR.

Salah satu pendiri Partai Buruh optimistis partainya bisa lolos semua persyaratan dan memiliki perwakilan di Senayan.

Seorang politikus dari partai pendukung pemerintah juga mengungkapkan keyakinannya, dengan basis pekerja yang begitu banyak, Partai Buruh bakal lolos ke Senayan.

Dalam pandangan analis politik, kunci kesuksesan Partai Buruh yaitu mampu mempersatukan para pekerja, "akan menjadi kekuatan yang bagus." Selama ini, kekuatan raksasa pekerja terpecah-pecah dalam sejumlah partai.

Pendiri Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan, "Partai Buruh yang lama dibangkitkan kembali dan Partai Buruh yang baru ini siap mengikuti pemilu 2024."

Kelahiran kendaraan politik ini, kata Said Iqbal, di antaranya dilatari kekecewaan atas tak terakomodirnya kepentingan mayoritas buruh di DPR, "Puncaknya ketika pembahasan omnibus law Cipta Kerja."

Said Iqbal seorang aktivis yang dikenal dekat dengan lingkaran politik Prabowo Subianto. Dia menjadi pendukung Prabowo ketika pendiri Partai Gerindra itu maju menjadi calon presiden.

Partai yang bakal dideklarasikan Said Iqbal diyakini Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memiliki kans kuat untuk lolos parliamentary threshold jika mengikuti pemilu tahun 2024.

Keyakinan Dasco, antara lain didasarkan pada basis pendukung Partai Buruh yaitu kelas pekerja lintas sektoral serta isu yang diperjuangkan yakni mengenai nasib buruh.

"Kalau lihat peluang si besar ya, karena dengan persyaratan  empat persen  PT itu harusnya bisa lebih dicapai Partai Buruh dengan basis pekerja Indonesia banyak sekali jumlahnya," kata Dasco di  Senayan, Jakarta, Senin (4/10/2021).

Partai Gerindra yang dulu oposisi pemerintah dan sekarang menjadi pendukung setelah Prabowo dipilih Presiden Joko Widodo menjadi menteri pertahanan, mengapresiasi kelahiran Partai Buruh. 

Partai Gerindra berharap kelahiran Partai Buruh bisa benar-benar menjadi kendaraan untuk menyalurkan aspirasi buruh Indonesia. 

"Ada Partai Buruh bagus supaya aspirasi buruh bisa maksimal dari aspirasi sampai revisi UU, kami apresiasi kepada teman-teman pekerja dan saya ucapkan selamat berjuang menempuh jalan demokrasi," tuturnya.

Said Iqbal menjelaskan Partai Buruh didukung 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional, serikat petani dan nelayan, forum guru honorer dan guru swasta, dan sejumlah organisasi gerakan sosial.

Said Iqbal juga menyebut partai ini sudah mempunyai struktur kepengurusan di tingkat nasional (100 persen), tingkat Provinsi (80 persen), tingkat kabupaten dan kota (35 persen), tingkat kecamatan (masih kurang 15 persen sesuai persyaratan verifikasi KPU).

Mereka juga mengklaim sudah memiliki seribu anggota yang tersebar di 403 kabupaten dan kota.

Buruh Indonesia harus mendapat kesempatan yang sama di DPR untuk menyampaikan aspirasi, kata Said Iqbal.

Di luar negeri, Partai Buruh aktif ikut di gelanggang politik sehingga kepentingan mereka tersalurkan, hanya di Indonesia mati suri, kata Said Iqbal.

"Sehingga suara buruh di parlemen diabaikan oleh parpol yang ada. Disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja adalah kekalahan besar dan telak kaum buruh, petani, aktivis gerakan sosial secara politik," katanya.

"Semua kebijakan terkait kesejahteraan pasti diputuskan secara politik. Oleh karena itu perlu adanya partai yang secara politik mewakili buruh, petani, dan konstituen di parlemen melalui partai politik."

Habiburokhman mengatakan seandainya Partai Buruh tidak lolos ke Senayan, Gerindra akan menyalurkan aspirasi mereka.

"Kalau toh kenyataan berbicara lain, kami juga siap menampung dan menyalurkan aspirasi mereka," kata Habiburokhman.

Kunci sukses

Analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin meyakini jika para pendiri Partai Buruh mampu memainkan kunci sukses yaitu menyatukan buruh, bakal mengubah peta politik secara nasional.

"Jika mampu dipersatukan semua elemen kaum buruh, maka akan menjadi partai yang diperhitungkan."

Lain halnya kalau mereka tidak memiliki kemampuan menyatukan elemen buruh, "Sulit untuk bisa bersaing dalam pemilu nanti." 

"Kalau sudah solid dan bersatu, maka hambatan itu akan bisa teratasi."

"Karena dia (Said Iqbal) punya pengalaman dalam memimpin gerakan buruh dan hingga saat ini pun dia Ketum (Presiden) KSPI." 

Senada dengan Dasco, Ketua Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan partainya "Sangat menghormati hak tersebut." Hak untuk mendirikan partai.

Partai Buruh diharapkan dapat benar-benar mengikuti seluruh proses di KPU dengan lancar sehingga bisa menjadi peserta pemilu.

Deklarasi Partai Buruh rencananya akan disampaikan dalam kongres pada 4 sampai 5 Oktober 2021 di Jakarta. [rangkuman laporan reporter Suara.com]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

News | Senin, 06 April 2026 | 16:12 WIB

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

News | Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:32 WIB

FSPMI dan Partai Buruh Bakal Gelar Aksi di Kemenaker, Tolak Impor Mobil Pikap dari India

FSPMI dan Partai Buruh Bakal Gelar Aksi di Kemenaker, Tolak Impor Mobil Pikap dari India

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:48 WIB

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:04 WIB

1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!

1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:36 WIB

Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR

Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:38 WIB

Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri

Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:19 WIB

Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat

Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:18 WIB

Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung

Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania

Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:29 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB

Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir

Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:26 WIB

Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba

Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:20 WIB

3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks

3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:19 WIB

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:17 WIB

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB

Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab

Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB

Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang

Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:03 WIB

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:03 WIB