Musim Dingin di Afghanistan Kian Dekat, "Neraka Bumi" Mengintai

Siswanto, BBC

Selasa, 09 November 2021 | 10:22 WIB
Musim Dingin di Afghanistan Kian Dekat, "Neraka Bumi" Mengintai
BBC

Suara.com - Negara ini mulai merasakan ketakutan yang sangat nyata akan kelaparan.

Cuaca di Afghanistan berubah dari awal musim gugur yang hangat menjadi dingin yang tajam. Beberapa daerah melaporkan kekeringan, menambah rasa bencana yang semakin meningkat.

Di Maidan Wardak, 80 kilometer sebelah barat Kabul, beberapa ratus orang berkumpul dengan harapan mendapatkan tepung dari titik distribusi resmi.

Tepung ini disediakan oleh Program Pangan Dunia, World Food Program.

Tentara Taliban membuat kerumunan cukup tenang, tetapi orang-orang yang diberitahu bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk dibagikan menjadi marah dan ketakutan.

Baca juga:

"Musim dingin hampir tiba," kata seorang lelaki tua. "Saya tidak tahu bagaimana akan melewatinya jika saya tidak bisa membuat roti".

WFP sendiri dihadapkan pada keharusan untuk meningkatkan pasokannya ke Afghanistan untuk membantu lebih dari 22 juta orang.

Jika cuaca seburuk yang diperkirakan para ahli pada musim dingin ini, diperkirakan sejumlah besar orang akan terancam kelaparan akut dan kelaparan yang meluas.

baca juga

Saya berbicara dengan direktur eksekutif WFP, David Beasley, ketika dia berkunjung ke Kabul pada hari Minggu (07/11).

Analisisnya tentang situasi itu mengkhawatirkan.

"Ini seburuk yang bisa Anda bayangkan," kata Beasley. "Faktanya, kita sekarang sedang melihat krisis kemanusiaan terburuk di Bumi.

"Sembilan puluh lima persen orang tidak memiliki cukup makanan, dan sekarang kami melihat 23 juta orang berbaris menuju kelaparan," tambahnya.

"Enam bulan ke depan akan menjadi bencana besar. Ini akan menjadi neraka di Bumi."

Baca juga:

Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus, ada keyakinan bahwa pemerintahan Presiden Ashraf Ghani akan mampu mengatasi ancaman musim dingin yang buruk, dengan bantuan masyarakat internasional.

Bantuan itu pupus ketika pemerintahan Ghani runtuh.

Negara-negara Barat telah memotong bantuan mereka ke negara itu, karena mereka tidak ingin terlihat membantu rezim yang melarang anak perempuan mengenyam pendidikan dan mendukung penerapan kembali hukuman syariah secara penuh.

Tetapi apakah negara-negara itu akan diam saja sekarang dan membiarkan jutaan orang menghadapi kelaparan akut?

Beasley menantang pemerintah dan miliarder negara maju untuk membantu kebutuhan mendesak di Afghanistan.

"Kepada para pemimpin dunia, kepada para miliarder: bayangkan bila ini terjadi pada anak perempuan Anda atau anak laki-laki Anda, atau cucu Anda yang akan mati kelaparan," katanya.

"Anda akan melakukan semua yang Anda bisa, dan ketika ada kekayaan senilai US$400 triliun di bumi saat ini, memalukan bagi kami."

"Kami membiarkan setiap anak mati karena kelaparan. Kami malu. Saya tidak peduli di mana anak itu," tambahnya.

Di kota Bamiyan di Afghanistan tengah, di mana pada tahun 2001 Taliban menghancurkan patung Buddha kuno dan indah, yang diukir di sisi tebing pada abad keenam, kami pergi menemui seorang janda bernama Fatema dan tujuh anaknya yang berusia mulai dari tiga tahun hingga 16 tahun.

Suaminya meninggal karena kanker perut belum lama ini.

Mereka sangat miskin, dan tinggal di sebuah gua dekat dengan ceruk besar di tebing tempat salah satu patung Buddha dulu berdiri.

Baca juga:

Di bawah pemerintahan sebelumnya, Fatema bisa mendapatkan pasokan tepung dan minyak yang cukup teratur, tetapi pasokan itu langsung berhenti begitu Taliban mengambil alih kekuasaan.

Fatema dulu menghasilkan sedikit uang dengan menyiangi tanah untuk petani terdekat. Namun, sekarang, kekeringan yang melanda daerah ini berarti lebih sedikit hasil panen yang bertahan, dan tidak ada pekerjaan untuknya.

"Saya takut," katanya. "Saya tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada anak-anak. Tidak lama lagi saya harus keluar dan meminta-minta."

Beberapa orang tua telah menjual anak perempuan mereka kepada pria yang lebih tua untuk dinikahkan. Fatema telah menolak untuk melakukan itu. Tapi kecuali bantuan pasokan makanan dilanjutkan, dia dan anak-anaknya menghadapi kelaparan yang sebenarnya.

Sekarang salju mulai mengendap di puncak gunung terdekat dan angin pun mulai menusuk.

Musim dingin akan segera tiba, dan sejumlah besar orang seperti Fatema dan keluarganya akan berada di ambang malapetaka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:20 WIB

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Golden Kamuy Capai Klimaks di Arc Terakhir pada Musim Dingin Mendatang

Golden Kamuy Capai Klimaks di Arc Terakhir pada Musim Dingin Mendatang

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:01 WIB

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×