Apa Kabar Anggota FPI?

Siswanto

Senin, 20 Desember 2021 | 07:00 WIB
Apa Kabar Anggota FPI?
Ilustrasi -- anggota Front Pembela Islam (FPI) aksi demo memprotes film 'Innocence of Muslims' di Kedutaan Amerika Serikat, Jakarta, Senin (17/9/2012). (Antara/Dhoni Setiawan)

Suara.com - Pada Rabu, 30 Desember 2020, pemerintah mengumumkan pembubaran dan pelarangan organisasi Front Pembela Islam.

Semenjak itu, salah satu organisasi berpengaruh ini tidak boleh menunjukkan simbol dan atribut organisasi, apalagi melakukan aktivitas. Pembubaran itu melalui Surat Keputusan Bersama enam menteri dan kepala lembaga. 

Jumlah anggota organisasi yang didirikan Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawannya di Tangerang Selatan pada tahun 1998 tak sedikit, meskipun belum ada data pasti. Mereka tersebar di berbagai daerah. Yang menjadi pertanyaan, kemana ribuan anggota FPI setelah dibubarkan?

Zaenal Petir kebetulan sedang tak banyak pekerjaan ketika jurnalis Suara.com menghubunginya melalui telepon seluler. Salah seorang mantan tokoh FPI Jawa Tengah ini sedang berada di Semarang ketika itu. Dia baru saja dari Tegal.

Dia banyak menceritakan duduk perkara hukum mengenai pelarangan terhadap FPI. Demikian pula polemiknya.

Mengenai kemana mantan anggota FPI setelah rumah mereka dilarang berdiri oleh pemerintah, kata Zaenal Petir, sejak awal, semua keputusan sudah diserahkan kepada masing-masing orang.

“Mau ke ormas mana atau bentuk baru, itu kan tidak ada larangan karena dijamin konstitusi kita.”

Massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9), menolak Ahok [suara.com/Nur Ichsan]
Massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9), menolak Ahok [suara.com/Nur Ichsan]

Zaenal Petir juga menjelaskan sejumlah perundang-undangan yang memberikan jaminan kebebasan berkumpul dan berpendapat bagi setiap warga negara. Pada intinya dia ingin menekankan bahwa mantan anggota FPI berhak membentuk organisasi baru.

Pemerintah Indonesia, kata Zaenal Petir, membutuhkan keberadaan organisasi kemasyarakatan “karena fungsi ormas baik dan mulia.”

baca juga

Para mantan tokoh FPI kembali mendeklarasikan organisasi baru pada 2021. Singkatannya mirip-mirip wadah lama mereka. Kepanjangannya Front Persaudaraan Islam

Organisasi itu dipimpin Ahmad Qurthubi Jaelani, seorang tokoh Banten. Asas organisasi mereka yaitu Islam dan asas kebangsaannya Pancasila.

Anggota FPI yang lama kini berkumpul di sana.

Zaenal Petir lebih menjelaskan kiprah FPI yang lama. Di antaranya yang disebutkan Zaenal Petir, membantu orang-orang yang tertimpa musibah dan “tugas pokok” memberantas kemaksiatan.

Senapas dengan Zaenal Petir, Novel Bamukmin melalui Whatsapp mengatakan kepada Suara.com bahwa anggota FPI yang lama sekarang sudah bergabung dalam organisasi Front Persaudaraan Islam.

“Nggak kemana-mana, mas, masih di FPI yang baru.”

Novel Bamukmin dulu seorang sekretaris jenderal Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta, sekarang dia menjadi wakil sekretaris Persaudaraan Alumni 212.

Ketika Suara.com menyebut “mantan anggota FPI,” Novel Bamukmin tidak sependapat karena menurut dia “Nggak ada mantan. Cuma ganti baju doang. Front Persaudaraan  Islam.”

Tokoh sentral mereka, Habib Rizieq Shihab, kini dipenjara dalam kasus tes usap di RS Ummi Bogor.

Walaupun Rizieq berada dalam penjara, kata Novel, tidak menyurutkan semangat pendukung. Yang terjadi sebagaimana dikatakan Novel, justru sebaliknya. “Insya Allah mereka justru semakin terpacu semangatnya,” kata Novel.

Pandangan setelah FPI dilarang

Ketika masih eksis, FPI banyak melakukan kegiatan sosial kemanusiaan. Salah satu yang diceritakan Zaenal Petir, hampir tiap kali ada bencana alam, mereka terutama yang di daerah-daerah sering turun ke lapangan. Menggalang dana dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.

“Sekarang kan sedang marak musibah bencana yang bertubi-tubi, ini biasanya FPI paling terdepan membantu. Ketika terjadi seperti sekarang ini, masyarakat akan membutuhkan kehadiran teman-teman FPI.”

Mereka juga sering “bertindak tegas” dalam apa yang disebut Zaenal Petir sebagai pemberantasan penyakit masyarakat.

“Kaitan amar maruf nahi munkar, temen-temen paling getol pemberatasan  narkoba, miras, perjudian, prostitusi yang. Kami eliminir bagaimana supaya penyakit masyarakat tidak frontal, syukur-syukur tidak ada di bumi Indonesia tercinta ini.”

“Itu kerja pokok dari FPI. FPI sebenarnya  bantu pemerintah.”

Tapi sekarang FPI dilarang beraktivitas oleh pemerintah dan Zaenal Petir amat menyayangkannya.

Sebab, sejak FPI dilarang berkegiatan, kata Zaenal Petir, “terjadi kekosongan, sekarang judi, prositusi dan lain-lain merajalela. Kalau pemerintah bisa melakukan mungkin tanpa kehadiran FPI sudah bisa, tapi ternyata kedodoran, kan.”

Belum bersikap jelang pilpres

Basis massa organisasi yang dulu didirikan Habib Rizieq Shihab ini tidak dapat dianggap sepele. Kekuatan terbesar berada di Jakarta.

Boleh jadi, mereka juga diincar kalangan politik untuk meraup suara menjelang pemilu.

Menurut Zaenal Petir, “Temen-temen FPI sebetulnya lebih fokus pada politik amar maruf nahi mungkar. Bukan politik pemilu.”

Akan tetapi, kata Zaenal Petir, tiap-tiap mantan anggota maupun mantan pengurus FPI memiliki hak untuk ikut berpolitik praktis. Masing-masing bebas menentukan pilihan.

Menurut pandangan Zaenal Petir para mantan anggota FPI sejauh ini belum menentukan siapa tokoh yang akan dipilih menjadi calon presiden 2024. Masih tentatif.

“Ini kalau bicara politik, ini bisa berubah sewaktu-waktu, masih lama. Tunggu dulu aja, mana yang kira-kira yang bisa mensejahterakan umat. Mana yang punya semangat mengeliminir kemaksiatan.”

Tapi Zainal Petir meyakini para mantan anggota FPI hanya akan mendukung tokoh yang “mendekati visi misi dari maruf nahi mungkar, kita melihat itu nanti. Pemimpin yang tidak membikin gaduh negara. Pemimpin yang bisa melindungi semua umat.”

Sejauh ini, FPI yang baru belum mengeluarkan kesepakatan mengenai sikap politik jelang pemilu 2024.

Analis politik Arif Nurul Imam sudah memprediksi sejak awal bahwa mantan anggota FPI akan mencari kanal baru, atau organisasi yang ideologinya mirip-mirip FPI lama.

Hal itu, menurut Imam, menggambarkan bahwa organisasi memang bisa dibubarkan, tetapi ideologi tidak bisa dimatikan.

“Ideologi yang dianggap bertentangan, harus dilakukan deideologisasi. Mengenai tingkat keberhasilannya, tentu tergantung strategi dan pendekatan yang diambil. Tentu pula tidak ada yang berhasil 100 persen. Tapi seberapapun hasilnya, tentu langkah itu perlu dilakukan.”

Imam tidak berani menyimpulkan apakah wadah baru mantan anggota FPI nanti akan sekuat dan seberpengaruh kelompok yang lama.

Menentukan sebuah organisasi berpengaruh, kata Imam, variabelnya banyak.

“Bisa berpengaruh kalau dapat ruang politik. Kalau dirasakan manfaatnya banyak, akan memiliki daya pengaruh.”

“Tapi kalau cuma vakum tentu nilai tawarnya juga rendah. Apalagi FPI tidak mempunyai tokoh sentral seperti HRS yang kini dipenjara. Ketokohan HRS belum tergantikan anggota FPI yang lain. Kalaupun ada penggantinya saya duga tidak signifikan.”

Imam menyebut anggota FPI terbanyak berada di Ibu Kota Jakarta.

“DKI besar jumlahnya, daerah tidak. Cuma mereka ini kan vokal.”

Dalam kaitan dengan pemilu presiden 2024, menurut pandangan Imam, posisi mantan anggota FPI masih wait and see. Mereka masih melihat perkembangan politik.

“Kalau berlabuh ke partai, tentu partai yang bisa suarakan anggota dan simpatisan. Tentu saja partai berbasis Islam.”

Demikian pula siapa calon presiden yang akan didukung kelak. Mantan anggota FPI belum menentukan sikap.

“Kalau capres masih tentatif, karena kita juga belum tahu siapa yang maju. Masih bakal calon,” kata Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol

FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour

Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:56 WIB

Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei

Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:55 WIB

Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza

Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:22 WIB

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:05 WIB

Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah

Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:31 WIB

FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace

FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace

Video | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00 WIB

FPI Wanti-Wanti Pemerintah Soal Siasat Uang Iuran Dewan Perdamaian Jadi Modal Invasi Gaza

FPI Wanti-Wanti Pemerintah Soal Siasat Uang Iuran Dewan Perdamaian Jadi Modal Invasi Gaza

News | Senin, 02 Februari 2026 | 11:20 WIB

Terkini

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 01:50 WIB

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 00:02 WIB

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 23:55 WIB

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 23:31 WIB

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:16 WIB

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

×