Sejarah KKB Papua, Kelompok Separatis yang Diburu Kepolisian dan TNI hingga Sekarang

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:50 WIB
Sejarah KKB Papua, Kelompok Separatis yang Diburu Kepolisian dan TNI hingga Sekarang
Ilustrasi bentrok KKB Papua, sejarah KKB Papua [Dokumentasi Humas Polda Papua]

Suara.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga saat ini masih menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Papua. Baru-baru ini, tiga anggota TNI gugur diserang KKB di Kabupaten Puncak, Papua, tepatnya pada hari Kamis (27/1/2022). Seperti apa sejarah KKB Papua?

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengatakan, bahwa selain membuat gugur personel tentara, serangan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatisme itu juga membuat satu personel militer mengalami kritis akibat tembakan. Simak berikut sejarah KKB Papua.

Para personel TNI yang gugur, di antaranya adalah Serda Rizal Maulana Arifin (24 tahun), Dantim 2 Pos Koramil Gome. Kemudian ada Pratu Tupel Alomoan Baraza (24), Tabakpan Tim 2 Pos Koramil Gome. Dan Pratu Rahman Tomilawa (24), Tapakban Tim 3 Pos Koramil Gome. Sementara itu, personel TNI yang masih dalam perawatan medis adalah Pratu Syaiful. Lantas, bagaimana sejarah KKB Papua dan bagaimana terbentuknya?

Sejarah KKB Papua

Dikutip dari beberapa sumber, diketahui bahwa kelompok tersebut adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). OPM sendiri adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.

Menurut peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gerakan prokemerdekaan Papua adalah imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.

Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kalinya di Manokrawi pada tanggal 26 Juli 1965. Sedangkan dari laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang berjudul The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement (diterbitkan 24 Agustus 2015) menyebutkan bahwa organisasi ini terdiri dari faksi yang saling bersaing.

Faksi tersebut terdiri dari tiga elemen, yaitu kelompok bersenjata yang masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri (seperti di Pasifik, Eropa dan AS) yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.

Kemudian muncul juga keberadaan KKB atau yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB). Tokoh masyarakat Papua, Michael Menufandu, mengatakan bahwa ada perbedaan antara KKB dengan KSB. Sedangkan istilah KSB sering digunakan oleh TNI.

baca juga

Itulah sekilas mengenai sejarah KKB Papua. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Prajurit TNI Tewas Diserang OPM, Mahfud MD: TNI Sekarang Bersifat Defensif Tidak Lagi Ofensif

Tiga Prajurit TNI Tewas Diserang OPM, Mahfud MD: TNI Sekarang Bersifat Defensif Tidak Lagi Ofensif

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:57 WIB

Kapolda Papua Sebut TNI-Polri Tidak Gentar Lawan TPNPB-OPM, Sebby Sambom: Kami Akan Bunuh Lebih Banyak

Kapolda Papua Sebut TNI-Polri Tidak Gentar Lawan TPNPB-OPM, Sebby Sambom: Kami Akan Bunuh Lebih Banyak

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 13:06 WIB

Fakta 3 TNI Tewas Ditembak KKB Papua, Diserang Pagi Hari Saat Pergantian Jaga

Fakta 3 TNI Tewas Ditembak KKB Papua, Diserang Pagi Hari Saat Pergantian Jaga

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 11:21 WIB

Absen Rapat di DPR, Panglima TNI Jenderal Andika Pilih Terbang ke Papua usai 2 Prajurit Ditembak Mati OPM

Absen Rapat di DPR, Panglima TNI Jenderal Andika Pilih Terbang ke Papua usai 2 Prajurit Ditembak Mati OPM

News | Kamis, 27 Januari 2022 | 15:21 WIB

Klaim Bertanggung Jawab Atas Penyerbuan Pos Koramil, TPNPB-OPM: Kami yang Menembak Mati 2 Anggota TNI

Klaim Bertanggung Jawab Atas Penyerbuan Pos Koramil, TPNPB-OPM: Kami yang Menembak Mati 2 Anggota TNI

News | Kamis, 27 Januari 2022 | 12:39 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembakar Tempat Karaoke di Sorong Papua yang Tewaskan 17 Orang

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembakar Tempat Karaoke di Sorong Papua yang Tewaskan 17 Orang

Sumbar | Rabu, 26 Januari 2022 | 20:31 WIB

Terkini

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:46 WIB

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:42 WIB

Cashback 10% Setiap Pembayaran BRIVA Melalui Superapp BRImo

Cashback 10% Setiap Pembayaran BRIVA Melalui Superapp BRImo

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:39 WIB

Hari Statistik Nasional 2026, BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

Hari Statistik Nasional 2026, BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:38 WIB

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:29 WIB

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:25 WIB

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:21 WIB

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:19 WIB

×