Apa itu Rip Current: Arus Mematikan yang Berbahaya, Penyebab 11 Peserta Ritual Pantai Payangan Tewas

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 15 Februari 2022 | 15:44 WIB
Apa itu Rip Current: Arus Mematikan yang Berbahaya, Penyebab 11 Peserta Ritual Pantai Payangan Tewas
apa itu RIP Current (Phys.org)

Suara.com - Sebanyak 11 orang di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, tewas setelah tersapu ombak ketika menggelar ritual, pada Minggu (13/2/2022). Ternyata, peristiwa naas tersebut diduga disebabkan oleh Rip Current. Apa itu rip current?

Hal ini seperti informasi dari Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono yang mengatakan bahwa dalam dunia sains, arus laut yang sering menyeret korban ke tengah laut disebut sebagai Rip Current. Ingin tahu seputar apa itu Rip Current selengkapnya?

Pengertian Rip Current

Apa itu rip current? Melansir laman oceanpulse-indonesia,arus pecah atau dikenal Rip Current adalah arus laut yang mengalir menjauhi pantai yang dapat terjadi di area pesisir dengan karakter gelombang pecah. Arus pecah ini terjadi di permukaan laut dan memiliki kecepatan yang cukup kuat hingga dapat mencapai 2,5 m/detik, melebihi kecepatan berenang manusia.

Perlu diingat bahwa air selalu bergerak mengikuti bentuk wadahnya, begitu pula air laut yang akan mengalir mengikuti bentuk dasar laut dan bentuk pantainya.

Gelombang laut yang datang menuju pantai akan mengalir balik ke laut akan mengikuti bentuk morfologi pantai dan arah datang gelombangnya. Pada saat gelombang laut yang datang membentuk sudut dengan pantai, maka akan timbul arus sejajar dengan pantai. Arus sejajar pantai ini jika bergerak konvergen pada satu titik, maka akan menimbulkan arus balik yang berkecepatan cukup tinggi yang disebut dengan rip current atau arus pecah.

Mekanisme Rip Current

Penyebab utama timbulnya arus pecah adalah arah datang gelombang dan morfologi pantai. Jadi, apabila gelombang datang membentuk sudut dan mengarah pada satu titik, maka ada kemungkinan timbulnya arus pecah.

Morfologi pantai dengan bentuk pantai cekung atau adanya celah antara dua gosong (penumpukan sedimen di dasar laut) bisa menimbulkan terbentuknya arus pecah juga. Besarnya kecepatan arus pecah akan bergantung pada tinggi dan kecepatan gelombang yang datang, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh kecepatan angin dan bentuk dasar perairan.

baca juga

Arus pecah juga dapat terlihat jelas apabila dilihat dari ketinggian. Jika dari pantai, maka kita bisa mengenali ciri-cirinya dari bentuk gelombang pecah yang terbentuk, aliran sedimen atau sampah laut (rumput laut, ganggang, lamun, dan lainnya) yang mengapung di pesisir, dan bentuk pantainya itu sendiri.

Perairan dengan adanya arus pecah ini biasanya terlihat lebih tenang, berwarna lebih gelap, dan banyak sampah laut yang mengambang menjauhi pantai.

Rip Current Sangat Berbahaya

Perlu diketahui, bahwa arus pecah merupakan penyebab kematian tertinggi di pantai dibandingkan hiu, badai atau siklon, dan banjir. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada ketika berkunjung ke pantai. Tetap perhatikan rambu dan aturan yang ada, ya! Dan ketahui lokasi penjaga pantai setempat!

Itulah ulasan mengenai apa itu rip current yang menjadi penyebab tewasnya 11 peserta ritual Pantai Payangan Jember.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Video Diduga Ritual Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang

Beredar Video Diduga Ritual Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang

Malang | Selasa, 15 Februari 2022 | 14:52 WIB

BMKG Sebut Tinggi Gelombang Laut Capai 2,5 Meter saat Ritual Maut di Pantai Payangan Jember

BMKG Sebut Tinggi Gelombang Laut Capai 2,5 Meter saat Ritual Maut di Pantai Payangan Jember

Jatim | Selasa, 15 Februari 2022 | 13:15 WIB

Tunggal Jati Nusantara, Kelompok Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan Tidak Terdaftar di Pemerintahan

Tunggal Jati Nusantara, Kelompok Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan Tidak Terdaftar di Pemerintahan

Malang | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:15 WIB

Terkait Peristiwa Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan, NU Jember Sayangkan Ajaran Taqorrub ke Penunggu Laut

Terkait Peristiwa Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan, NU Jember Sayangkan Ajaran Taqorrub ke Penunggu Laut

Malang | Selasa, 15 Februari 2022 | 09:43 WIB

Ritual Pantai Payangan: Saya Sempat Lari, Tapi Datang Lagi Ombak Kedua

Ritual Pantai Payangan: Saya Sempat Lari, Tapi Datang Lagi Ombak Kedua

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 09:42 WIB

Belum Tetapkan Tersangka, Polisi Periksa 13 Saksi Di Kasus Ritual Maut Pantai Payangan

Belum Tetapkan Tersangka, Polisi Periksa 13 Saksi Di Kasus Ritual Maut Pantai Payangan

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 06:12 WIB

Terkini

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

×