Mengenal PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa yang Diserang Rusia

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:58 WIB
Mengenal PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa yang Diserang Rusia
Profil PLTN Zaporizhzhia Ukrain (Azernews.az)

Suara.com - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang terletak di kota Enerhodar, Ukraina diserang oleh pasukan militer Rusia pada Jumat, 4 Maret 2022 ini. Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih jauh mengenai PLTN Zaporizhzhia.

Pihak Ukraina menyerukan kepada Rusia untuk menghentikan serangan kepada PLTN Zaporizhzhia yang bisa saja memicu bencana nuklir. Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menyatakan bahwa jika Zaporizhzhia terus diserang dapat menyebabkan kerusakan 10 kali lipat lebih parah dari bencana Chernobyl pada tahun 1986 silam.

"Jika meledak, itu akan menjadi 10 kali lebih besar dari Chernobyl! Rusia harus segera menghentikan tembakan, mengizinkan petugas pemadam kebakaran, membangun zona keamanan," cuitan Menteri Kuleba yang dikutip AFP.

Sementara itu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa serangan Rusia tidak mengenai peralatan penting di pembangkit nuklir sehingga tidak berpengaruh terhadap kebakaran. Pihak Amerika Serikat (AS) juga mengatakan tidak ada indikasi peningkatan radiasi di PLTN Zaporizhzhia.

Berikut ini adalah profil PLTN terbesar di Eropa, PLTN Zaporizhzhia yang diserang oleh Rusia.

PLTN Zaporizhzhia terletak di tepi waduk Kakhovka sungai Dnieper, kota Enerhodar, Ukraina. Zaporizhzhia berjarak sekitar 200 kilometer dari wilayah Donbas dan 550 kilometer dari Kiev.

PLTN Zaporizhzhia dibangun pertama kali pada tahun 1979 dan mulai dioperasikan pada tahun 1984. PLTN Zaporizhzhia memiliki 6 reaktor nuklir yang dapat membangkitkan energi listrik hingga 6.000 megawatt. Hampir 47 persen energi listrik yang dihasilkan oleh PLTN Ukraina berasal dari Zaporizhzhia.

Dilansir Energoatom, PLTN Zaporizhzhia dapat memantau radiasi dari lokasi industri PLTN, melindungi sanitasi dan zona kontrol dengan radius 30 kilometer.

Sebelum diserang oleh pasukan militer Rusia, PLTN Zaporizhzhia ini pernah mengalami kerusakan yang menyebabkan 1 reaktor nuklir harus dipadamkan. Hal ini menyebabkan Ukraina mengalami pemadaman bergilir pada Desember 2014.

baca juga

Pada tahun 2017, pemerintah Ukraina melakukan modernisasi pada 3 reaktor nuklir PLTN Zaporizhzhia sehingga masa operasionalnya masih dapat digunakan hingga tahun 2027 mendatang. Selain PLTN Zaporizhzhia, Ukraina memiliki 3 PLTN yang masih beroperasi yakni PLTN South Ukraine, PLTN Khmelnytskyi, dan PLTN Rivine. Sementara itu, Ukraina juga masih membangun 3 PLTN di wilayah Chyhyryn, Kharkiv dan Odessa.

Itulah profil singkat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN Zaporizhzhia milik Ukraina yang diserang oleh pasukan militer Rusia pada Jumat, 4 Maret 2022 ini.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Ekonomi Universitas Jember Sebut Invasi Rusia-Ukraina Bisa Berimbas pada Lonjakan Harga Minyak

Pengamat Ekonomi Universitas Jember Sebut Invasi Rusia-Ukraina Bisa Berimbas pada Lonjakan Harga Minyak

Jatim | Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:56 WIB

Harga Minyak Dunia Rebound Dipicu Kekhawatiran Ekspor Rusia dan Potensi Bencana Nuklir Ukraina

Harga Minyak Dunia Rebound Dipicu Kekhawatiran Ekspor Rusia dan Potensi Bencana Nuklir Ukraina

Bisnis | Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:47 WIB

BUMN Bisa 'Babak Belur' Terdampak Konflik Rusia - Ukraina, Pakar: Sektor Batu Bara Harus Bersiap

BUMN Bisa 'Babak Belur' Terdampak Konflik Rusia - Ukraina, Pakar: Sektor Batu Bara Harus Bersiap

Bisnis | Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:30 WIB

WHO Sebut bahwa Konflik Rusia-Ukraina Bisa Tingkatkan Penularan Virus Corona, Begini Pemaparannya

WHO Sebut bahwa Konflik Rusia-Ukraina Bisa Tingkatkan Penularan Virus Corona, Begini Pemaparannya

Health | Jum'at, 04 Maret 2022 | 16:25 WIB

Dubes Rusia: 8 Tahun Militer dan Neo Nazi Ukraina Membunuhi Warga Donbas, Kenapa Barat Tak Pernah Berteriak?

Dubes Rusia: 8 Tahun Militer dan Neo Nazi Ukraina Membunuhi Warga Donbas, Kenapa Barat Tak Pernah Berteriak?

News | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:43 WIB

Indonesia Masih Jadi Negara Konsumtif, Konflik Ukraina Buat Ekonomi Negara Makin Terdesak

Indonesia Masih Jadi Negara Konsumtif, Konflik Ukraina Buat Ekonomi Negara Makin Terdesak

Bisnis | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×