facebook
abcaustralia

Dari Perumahan Rakyat ke Kursi PM Australia, Inilah Sosok Anthony Albanese

Siswanto | ABC
Dari Perumahan Rakyat ke Kursi PM Australia, Inilah Sosok Anthony Albanese
PM Australia terpilih Anthony Albanese. Foto menunjukkan Albanese berbicara selama debat pertama pemimpin pada pemilihan federal 2022 di stadion olahraga Gabba di Brisbane, Rabu (20/4/2022). ANTARA/AAP/ Jason Edwards via REUTERS/tm

Gubernur Jenderal Australia baru saja melantik Anthony Albanese sebagai Perdana Menteri yang ke-31, Senin pagi (23/05). Tapi siapakah Anthony Albanese?

Suara.com - Gubernur Jenderal Australia baru saja melantik Anthony Albanese sebagai Perdana Menteri yang ke-31, Senin pagi (23/05). Tapi siapakah Anthony Albanese?

Sebagai putra dari ibu tunggal yang dibesarkan di kompleks perumahan rakyat yang dibangun pemerintah, Anthony Albanese sudah lama bercita-cita menduduki kursi Perdana Menteri.

Dari hasil pemilu federal hari Sabtu (21/05), ia menggantikan Scott Morrison dari Partai Liberal yang telah menjadi Perdana Menteri sejak Agustus 2018.

Perjalanan politiknya bermula ketika ia tiba di Canberra ketika John Howard, Perdana Menteri Australia ke-25 berkuasa di tahun 1996.

Baca Juga: Anthony Albanese Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Australia

Anthony mendalami bidang ekonomi di universitas namun kelihatannya sudah ditakdirkan untuk berkarier di politik.

"Saya lahir sebagai pendukung tiga hal: Partai Buruh, Gereja Katolik dan (tim ragby) South Sydney Rabbitohs," ujar Anthony.

Dikenal dengan nama panggilan "Albo", ketua Partai Buruh tersebut menjalani sebagian besar karier politiknya di garda terdepan partai, meski kebanyakan sebagai oposisi.

Dalam 26 tahun karier politiknya, Anthony hanya muncul enam kali dalam Pemerintahan Australia, di mana ia menangani urusan infrastruktur.

Namun penempatannya sebagai Perdana Menteri Australia bukanlah hal baru bagi Anthony, yang sempat menggantikan Perdana Menteri ke-26, Kevin Rudd untuk sementara di tahun 2013.

Baca Juga: Kemenangan Caleg Partai Buruh Sam Lim Mengejutkan dalam Pemilu Australia

Anthony yang berusia 59 tahun memiliki seorang putra dan sudah bercerai.

Sepanjang masa kampanye, ia didampingi pasangannya, Jodie Haydon. Mereka bertemu di tahun 2019 waktu Anthony menjadi pimpinan Partai Buruh.

Anthony sempat mencalonkan diri sebagai ketua Partai Buruh di tahun 2013, namun dikalahkan Bill Shorten yang kemudian memimpin selama dua periode.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak menonjolkan diri dan mengatakan akan "berjuang keras" memenangkan pemilu.

Beberapa pihak dalam Partai Buruh khawatir Anthony sudah terlalu biasa menjadi anggota partai oposisi, sehingga tidak mampu memimpin Partai Buruh saat duduk di pemerintahan.

Ia berubah total sejak kecelakaan mobil di awal tahun 2021.

Berat badannya turun drastis, gaya berpakaiannya menjadi lebih baik, dan menyatakan "bersikeras" menjadi Perdana Menteri.

Selama pandemi, Anthony aktif mengangkat isu vaksinasi COVID-19 dan ketersediaan alat tes rapid antigen untuk mempromosikan dirinya dan Partai Buruh.

Di masa kampanye, ia berhasil menebus kesalahannya menjawab angka pengangguran Australia dan mengedepankan isu biaya hidup dan turunnya upah minimum warga.

Anthony dinobatkan sebagai Perdana Menteri ketika tingkat inflasi sedang tinggi-tingginya, angka pengangguran rendah dan hutang APBN Australia sebanyak $1 triliun.

Ia adalah anggota faksi kiri dan mewakili DPR daerah Grayndler di Sydney.

'Kehormatan besar'

Dalam acara partai di malam penghitungan hasil Pemilu, Anthony Albanese menyampaikan apresiasinya atas dukungan rakyat Australia terhadap Partai Buruh.

"Ini adalah suatu kehormatan besar," katanya.

"Saya katakan kepada warga Australia, terima kasih atas kehormatan yang luar biasa ini. Hari ini warga Australia telah mendukung perubahan," katanya.

"Saya merasa terhormat dengan kemenangan ini dan atas kesempatan memimpin sebagai Perdana Menteri Australia yang ke-31."

Dengan terpilihnya Partai Buruh untuk memimpin Australia, pihaknya akan fokus kepada isu seperti perubahan iklim, pemberantasan korupsi di tingkat nasional, dan isu sosial seperti penitipan anak.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Komentar