Kerja di Child Care Bisa Bantu Jadi Penduduk Tetap di Australia

Siswanto, ABC

Jum'at, 16 September 2022 | 08:36 WIB
Kerja di Child Care Bisa Bantu Jadi Penduduk Tetap di Australia
Ilustrasi warga Australia [(ANTARA/AAP Image/Mick Tsikas via Reuters/hp]

"Pada dasarnya kita mengasuh anak-anak itu setiap hari sebagai tugas kita. Tetapi untuk anak-anak yang berusia tiga tahun ke atas ada program belajar yang akan dibuat oleh guru pra-sekolah sesuai dengan kurikulum di negara bagian masing-masing," kata Djayani.

Keterlibatan Djayani dengan pengasuhan dan pengajaran anak-anak berbeda dengan pekerjaan sebelumnya di bidang pertambangan.

Perempuan asal Yogyakarta ini mengatakan pada awalnya dia gamang untuk bekerja mengasuh balita namun sekarang dengan belajar menjadi guru pra-sekolah, dia menemukan banyak pengetahuan yang diharapkannya bisa diterapkan untuk membantu anak-anak di Australia.

"Dahulu saya takut sama anak-anak, takut bagaimana harus merawat bayi, tapi setelah kursus dan sekalian praktik, akhirnya saya sangat menikmati," katanya.

"Sekarang dalam pekerjaan saya, kita tidak hanya berpikir mengenai perkembangan anak dari sisi fisik saja, tapi juga perkembangan sosial."

"Jadi apa yang saya pelajari untuk menjadi guru bisa diterapkan ke anak-anak, terutama pada mereka yang memiliki masalah perilaku."

'Banyak yang berhenti karena kelelahan'

Industri tempat pengasuhan anak di Australia sudah berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. 

Pemerintah Australia memberikan subsidi kepada keluarga yang memenuhi syarat untuk bisa menitipkan anak-anak mereka, sehingga kedua orang tua bisa bekerja.

Pada awalnya, fungsi pengasuhan lebih ditekankan pada kesejahteraan fisik saja, namun belakangan anak-anak balita juga dipersiapkan secara pengetahuannya untuk memasuki sekolah dasar.

baca juga

Julia Bladen asal Jakarta sudah bekerja selama 12 tahun terakhir di sebuah 'child care' di Queensland.

Sebelumnya, Julia pernah bekerja sebagai sekretaris di Indonesia, namun kemudian pindah ke Sydney dan menikah dengan warga Australia.

Setelah anaknya berusia 10 tahun, Julia memutuskan untuk bekerja paruh waktu menjadi asisten di 'child care' setelah mendapatkan Sertifikat 3, kualifikasi terendah untuk bisa bekerja di bidang ini.

Menurutnya, sekarang ini banyak tenaga kerja dibutuhkan untuk bekerja di bidang pengasuhan balita karena pekerja yang memutuskan untuk berhenti atau beralih ke pekerjaan lain.

"Banyak yang berhenti karena kelelahan disebabkan dalam beberapa tahun terakhir banyak peraturan tambahan, mereka harus menulis laporan, jadi sebagian memutuskan untuk keluar dan pindah ke tempat lain," katanya kepada ABC Indonesia.

Sebagian pekerja di bidang 'child care' juga mengeluhkan bayaran yang tidak sesuai dengan tanggung jawab dalam pekerjaan mereka.

7 September lalu, ribuan pekerja 'child care' di seluruh Australia menggelar aksi mogok dan unjuk rasa, menuntut sistem pembayaran yang lebih baik dan peningkatan kondisi kerja mereka.

Pemogokan selama sehari tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 70 ribu keluarga karena tidak dibukanya tempat pengasuhan anak-anak mereka.

Saat ini bayaran pekerja di 'child care' ada yang AU$5 lebih tinggi dari gaji minimum per jam di Australia yaitu $21,85, atau lebih dari Rp220.000.

Menurut Helen Gibbons, direktur pendidikan pra-sekolah dari Serikat Pekerja United Workers Union (UWU) tindakan pemogokan tersebut merupakan protes terbesar yang pernah terjadi di sektor tersebut di Australia.

Ada tiga tuntutan yang diajukan mereka menurut Helen Gibbons.

"Bayar kami sesuai dengan kepantasan yang harus diterima sehingga kami mau tetap bekerja di sektor ini," katanya.

"Kedua hargai pendidikan pra-sekolah sebagai hal yang sama pentingnya dengan pendidikan di sekolah".

"Dan ketiga, pentingkan anak-anak bukanya mencari keuntungan".

Beberapa pekerja 'child care' yang melakukan unjuk rasa juga mengatakan mereka kadang hanya dianggap sebagai pengasuh anak saja, bukannya tenaga kerja yang mendidik anak-anak.

Ada juga kesan pekerjaan di 'child care' dianggap "kurang bergensi", tapi Djayani tidak merasa malu bekerja di bidang ini.

"Saya kira semua pekerjaan itu baik saja, masing-masing orang memiliki bakat dan minat masing-masing, saya tidak memiliki perasaan rendah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:47 WIB

Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?

Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:28 WIB

Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:05 WIB

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:05 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:38 WIB

Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat

Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026

Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:13 WIB

Tumbangkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Tumbangkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:07 WIB

Terkini

Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket

Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:01 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

×