Puan: Jangan Ada Satu Negara yang Merasa Kuat Sendiri Hadapi Krisis

Kamis, 06 Oktober 2022 | 20:24 WIB
Puan: Jangan Ada Satu Negara yang Merasa Kuat Sendiri Hadapi Krisis
Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Suara.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan kepada dunia internasional bahwa jangan sampai ada satu negara yang tertinggal dan juga jangan ada satu negara yang merasa paling kuat menghadapi krisis.

"Namun bagaimana semuanya itu bisa dirasakan bersama-sama sebagai satu kesatuan dunia atau masyarakat global yang memang sama-sama peduli akan perdamaian dunia," kata Puan terkait dengan ketahanan pangan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi yang berujung pada krisis sosial.

Ancaman krisis juga dibahas bersama perwakilan negara-negara dalam Sidang The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit di gedung DPR/MPR.

"Jadi kami di sini berusaha untuk mendorong, menyatukan pendapat melalui dialog dan diplomasi agar terkait pasokan mata rantai pangan dan terkait juga ketahanan pangan itu jangan sampai kemudian membuat rakyat di suatu negara itu kemudian tidak bisa mendapatkan haknya dalam kesejahteraan hidup mereka," kata Puan.

Presiden Joko Widodo membuka Sidang The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit di gedung DPR/MPR padaa Kamis (6/10/2022).

Jokowi berharap forum tersebut bisa menjadi ajang yang tepat untuk membangun kebersamaan bukan hanya pada taraf nasional, tetapi juga internasional.

"Saya berharap forum ini merupakan ajang yang tepat untuk membangun kebersamaan dengan rakyat, membangun kebersamaan lintas negara, membangun perdamaian dunia, serta bekerja bersama memecahkan masalah-masalah kemanusiaan dan membangun dunia yang lebih makmur dan berkeadilan," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan di tengah tantangan berat yang tengah dihadapi oleh seluruh negara sekarang ini, penyelenggaraan Summit P20 ini bisa menambah optimisme akan kekuatan masing-masing negara bekerja bersama dan antara negara saling belajar dan berkolaborasi.

Jokowi menyampaikan bahwa dunia tengah menghadapi tantangan yang sangat berat. Disaat pandemi belum sepenuhnya berakhir, konflik geopolitik menimbulkan dampak global ancaman krisis energi krisis pangan dan krisis keuangan menghantui semua negara.

Baca Juga: Jelang P20, Indonesia-Inggris Dukung Penerapan Ekonomi Hijau

Kemudian pada saat yang bersamaan semua negara akan menghadapi dampak perubahan iklim yang juga menimbulkan gangguan pada produksi pangan sehingga menurutnya ancaman kelaparan muncul di depan mata.

"Karena itu saya yakin forum parlemen G20 ini menjadi sangat strategis untuk membicarakan agenda-agenda bersama dunia yang memerlukan dukungan politik dari parlemen untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata yang dihadapi seluruh warga dunia," kata dia.

Kepala Negara menerangkan bahwa dalam mengatasi masalah, seluruh pihak harus bekerja bersama-sama serta menurunkan ego masing-masing.

"Kita harus berupaya keras mengatasi perbedaan perbedaan memperbanyak dan memperkuat titik temu untuk mendorong pemulihan ekonomi dunia serta mengatasi krisis lebih efektif," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI