Ukraina Sedang Perang, Bagaimana Presiden Zelensky Bisa Terbang ke Amerika Serikat?

Diana Mariska | BBC | Suara.com

Sabtu, 24 Desember 2022 | 08:06 WIB
Ukraina Sedang Perang, Bagaimana Presiden Zelensky Bisa Terbang ke Amerika Serikat?
Bagaimana Presiden Volodymyr Zelensky bisa terbang ke Amerika Serikat? (BBC)

Suara.com - Sejumlah langkah yang luar biasa rumit harus dilalui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, agar bisa berangkat dari Ukraina hingga tiba di ibu kota Amerika Serikat.

Hal ini menunjukkan betapa krusialnya hubungan antara kedua negara tersebut.

Setelah mengunjungi wilayah garis depan di Ukraina Timur pada Selasa (20/12/2022), Zelensky memulai perjalanannya ke Washington DC.

Dia menggunakan kereta malam ke Polandia sebelum berangkat dengan pesawat Angkatan Udara AS.

Menurut laporan, penerbangan ini didukung oleh pesawat mata-mata NATO dan sebuah jet tempur F-15.

Kabar kunjungan Zelensky ke Washington sudah beredar sejak awal pekan ini.

Tetapi baru dikonfirmasi pada Rabu (21/12) pagi, ketika pejabat AS merasa yakin bahwa pemimpin Ukraina itu berada di jalur yang aman menuju ibu kota AS.

Dan kunjungan itu sudah dibahas selama berbulan-bulan, namun persiapan akhir berlangsung dalam waktu yang mepet.

Kedua presiden membicarakan kunjungan itu pada 11 Desember lalu dan undangan resmi dikirim tiga hari kemudian.

Hanya setelah kunjungan itu dikonfirmasi, barulah berbagai rencana akhir bisa dieksekusi.

Tak heran jika tidak ada informasi resmi yang diterbitkan mengenai kunjungan tersebut.

Soalnya, pada umumnya, pengamanan cukup ketat di sekitar kunjungan presidensial saat waktu damai, apalagi untuk kunjungan pemimpin dalam masa perang. Risikonya tentu lebih besar.

Dengan adanya ancaman rudal Rusia membuat penerbangan dari Ukraina terlalu berbahaya, sehingga Zelensky menggunakan perjalanan kereta rahasia dari Ukraina ke Polandia.

Dia terlihat di stasiun kereta api di kota perbatasan Przemysl, Rabu (21/12).

Tangkapan gambar dari media TV Polandia memperlihatkan satu rombongan mendampingi Zelensky saat berjalan di peron dengan kereta biru-kuning Ukraina di belakangnya.

Rombongan itu kemudian masuk ke dalam sederet mobil konvoi yang sudah menunggu.

Di antara mobil-mobil tersebut terdapat beberapa Chevrolet Suburbans warna hitam, yakni model mobil favorit pemerintah AS.

Sebelumnya, banyak pemimpin Barat telah berpergian dengan kereta untuk mengunjungi Zelensky di Kyiv, namun ini pertama kalinya ia berangkat ke luar negeri sejak perang Rusia mulai.

Tak lama kemudian, data penerbangan mencatat sebuah pesawat Boeing angkatan udara AS C-40B - yang diyakini mengantar Zelensky - berangkat dari Bandara Rzeszow sekitar 80 kilometer ke arah barat.

Pesawat itu terbang ke arah barat laut menuju Inggris, tapi sebelum memasuki wilayah udara di atas Laut Utara, sebuah pesawat mata-mata NATO memonitor area. Laut Utara dikenal sebagai wilayah patroli kapal selam Rusia.

Lalu, sebuah jet tempur AS F-15, yang berangkat dari Inggris, mendampingi penerbangan Zelensky untuk sebagian dari perjalanannya.

Akhirnya, sekitar jam 12 waktu Washington - hampir 10 jam setelah keberangkatan ditambah perjalanan lebih lama lagi bagi presiden Ukraina - pesawat itu mendarat di dekat Washington.

Saat ia tiba, Zelensky menerima perlindungan dari dinas rahasia Secret Service, seperti pemimpin negara pada umumnya.

Namun, dengan Zelensky menyandang status pemimpin negara yang sedang perang lawan Rusia, aparat keamanan harus lebih berhati-hati.

"Kami sangat sadar bahwa Rusia memiliki aset di negara ini dan mungkin akan mencoba melakukan sesuatu," kata seorang pejabat senior kepada ABC News. "Kami tahu apa yang dipertaruhkan."

Kunjungan itu berlangsung dengan mulus, dan pada Kamis (22/12), Zelensky sudah pulang ke tanah Eropa.

Ia pun membagikan pesan di Telegram bahwa ia berhenti di Polandia untuk bertemu Presiden Polandia Andrzej Duda.

Kini, Zelensky dilaporkan sudah melewati perbatasan Ukraina, tetapi para pejabat keamanan AS belum bisa duduk tenang hingga sang pemimpin sampai di Kyiv dengan aman.

Seorang pejabat mengatakan kepada ABC News, "Putin dan Kremlin tahu bahwa ia harus pulang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jordi Amat Cs Ganyang Kamboja Di Piala AFF, Rusia Ikut Bangga: Uraaa!

Jordi Amat Cs Ganyang Kamboja Di Piala AFF, Rusia Ikut Bangga: Uraaa!

News | Sabtu, 24 Desember 2022 | 07:54 WIB

Vladimir Putin Ungkap Keinginan Akhiri Konflik Ukraina: Semakin Cepat Lebih Baik

Vladimir Putin Ungkap Keinginan Akhiri Konflik Ukraina: Semakin Cepat Lebih Baik

Your Say | Jum'at, 23 Desember 2022 | 08:10 WIB

Mengenal M-55S, Tank Klasik Sumbangan Slovenia dalam Perang Rusia-Ukraina

Mengenal M-55S, Tank Klasik Sumbangan Slovenia dalam Perang Rusia-Ukraina

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 13:20 WIB

Vladimir Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Bukan Salah Rusia

Vladimir Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Bukan Salah Rusia

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 13:01 WIB

SEJARAH HARI INI: Lika-liku Rencana Pembelian Sukhoi SU-35 Pesanan Militer Indonesia

SEJARAH HARI INI: Lika-liku Rencana Pembelian Sukhoi SU-35 Pesanan Militer Indonesia

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 12:10 WIB

Zelensky Berkunjung ke Washington, Adakan Pertemuan dengan Biden

Zelensky Berkunjung ke Washington, Adakan Pertemuan dengan Biden

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 12:16 WIB

Terkini

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:37 WIB

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:45 WIB

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:04 WIB