Teori Konspirasi Di Balik Gempa Turki, Benarkah Hasil Buatan Manusia?

Bangun Santoso

Kamis, 09 Februari 2023 | 10:40 WIB
Teori Konspirasi Di Balik Gempa Turki, Benarkah Hasil Buatan Manusia?
Gambar udara menunjukkan penduduk, dibantu oleh alat berat, mencari korban dan penyintas di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di desa Besnia dekat Harim, di provinsi Idlib, Suriah, Senin (6/2/2023). [Omar HAJ KADOUR/AFP]

Suara.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7.8 yang mengguncang wilayah Turki dan Suriah telah menewaskan tak kurang dari 12 ribu jiwa. Termasuk dari informasi terkini ada dua orang WNI jadi korban meninggal.

Beberapa hari usai gempa terjadi, berbagai informasi berseliweran di media sosial. Ada yang menyebut gempa tersebut telah diprediksi tiga hari sebelum kejadian, bahkan empat bulan sebelumnya. Meski pada dasarnya belum ada teknologi yang bisa memprediksi terjadinya gempa.

Bahkan, ada pula yang menyebut dan mengaitkan dengan teori konspirasi, bahwa gempa dahsyat di Turki dan Suriah adalah hasil rekayasa atau buatan manusia.

Di sejumlah cuitan di Twitter beberapa akun memberikan analisa soal gempa Turki, bahkan beberapa di antaranya mengunggah video detik-detik gempa terjadi.

Salah satunya adalah video sambaran kilat beberapa detik jelang terjadinya gempa. Meski video itu belum bisa terkonfirmasi kebenarannya, apakah benar video sebelum gempa atau video lama.

Operasi HAARP

Meski belum banyak yang membantah, banyak kalangan di Twitter yang menyebut bahwa gempa Turki adalah bagian dari operasi intelijen berbasis teknologi yakni HAARP.

HAARP sendiri adalah kepanjangan dari High Frequency Active Auroral Research Program. Sesuai namanya HAARP adalah sebuah lembaga penelitian atau riset tentang ionosfer yang didukung oleh militer Amerika Serikat dan Universitas Alaska.

Salah satu perangkat terpenting dari riset ini adalah Ionospheric Research Instrument atau IRI yang terletak di Alaska. Perangkat ini terdiri dari 180 antena radio yang bisa mentransmisikan gelombang radio frekuensi tinggi ke atmosfer.

baca juga

Para ilmuwan kemudian akan mengamati reaksi yang terjadi di ionosfer akibat paparan gelombang frekuensi tinggi tersebut. Reaksi ini mirip dengan proses paparan badai Matahari yang memicu aurora karenanya eksperimen ini disebut aurora buatan, tetapi dengan skala lebih kecil.

Informasi tentang HAARP terbuka dan bisa diakses oleh publik.

Sementara sambaran kilat atau petir jelang gempa Turki kemarin diduga merupakan fenomena earthquake lights atau EQL. Para pakar geofisika sejak lama telah mengenal fenomena ini.

Kilat atau petir saat gempa besar bisa terjadi akibat muatan listrik yang dihasilkan oleh beberapa jenis batuan yang bereaksi saat terjadinya aktivitas seismik. Batu basalt dan gabro diketahui bisa melepaskan listrik ke udara.

Teori ini salah satunya diyakini oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

"Fenomena pencahayaan (lightning) saat pelepasan energi gempa satu hal yang sangat lazim terjadi di berbagai tempat di muka bumi, itu aktivitas gelombang elektrimagnetic," terang Daryono di Twitter sembari membantah soal HAARP.

Aktivita EQL saat gempa ini pernah terekam terjadi saat Gempa Meksiko pada 2017 yang berkekuatan 8,1; gempa Quebec pada 1988; gempa Pisco di Peru pada 2007; dan gempa L'Aquila di Italia pada 2009.

Penjelasan lain soal sambaran kilat itu terkait dengan infrastruktur kelistrikan. Diduga saat terjadi gempa, infrastruktur listrik tumbang dan rusak sehingga memicu percikan listrik mirip petir.

Pakar dan lembaga peneliti kegempaan, termasuk BMKG, sebelumnya sudah menjelaskan bahwa gempa Turki dipicu oleh aktivitas tektonik lempeng Anatolia Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Haru Korban Gempa Suriah Tertawa Saat Diselamatkan dari Reruntuhan, Tim SAR Takbir

Momen Haru Korban Gempa Suriah Tertawa Saat Diselamatkan dari Reruntuhan, Tim SAR Takbir

News | Kamis, 09 Februari 2023 | 10:19 WIB

Dikritik Lambat, Erdogan Akui Sempat Kesulitan Tangani Gempa di Turki

Dikritik Lambat, Erdogan Akui Sempat Kesulitan Tangani Gempa di Turki

Your Say | Kamis, 09 Februari 2023 | 10:13 WIB

Fakta Terbaru Gempa Turki: Korban Jiwa Tembus 12 Ribu Orang, Kantong Jenazah Langka di Suriah

Fakta Terbaru Gempa Turki: Korban Jiwa Tembus 12 Ribu Orang, Kantong Jenazah Langka di Suriah

Sumatera | Kamis, 09 Februari 2023 | 09:40 WIB

Hyeri Donasi 50 Juta Won untuk Korban Gempa Turki dan Suriah Melalui UNICEF

Hyeri Donasi 50 Juta Won untuk Korban Gempa Turki dan Suriah Melalui UNICEF

Your Say | Kamis, 09 Februari 2023 | 09:17 WIB

Update Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas Capai 12.000 Orang, Pasukan Militer Turun Gunung

Update Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas Capai 12.000 Orang, Pasukan Militer Turun Gunung

Sumedang | Kamis, 09 Februari 2023 | 08:55 WIB

Update Gempa Turki-Suriah: Korban Meninggal Capai 12.000 Jiwa

Update Gempa Turki-Suriah: Korban Meninggal Capai 12.000 Jiwa

Cianjur | Kamis, 09 Februari 2023 | 08:35 WIB

Kondisi Christian Atsu Simpang Siur, Kini Manajer Bilang Masih Hilang karena Gempa Turki 7,8 SR

Kondisi Christian Atsu Simpang Siur, Kini Manajer Bilang Masih Hilang karena Gempa Turki 7,8 SR

Bola | Kamis, 09 Februari 2023 | 08:32 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×