Antisosial Anak Pejabat, Salah Pola Asuh

Erick Tanjung | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 27 Februari 2023 | 18:31 WIB
Antisosial Anak Pejabat, Salah Pola Asuh
Ilustrasi Mario Dandy Satriyo. [Suara.com/Iqbal]

Suara.com - Kelakuan brutal Mario Dandy Satrio jadi sorotan masyarakat. Senin malam pada pekan lalu, anak pejabat pajak itu menganiaya David, putra pengurus Gerakan Pemuda Ansor NU.

Mario menghajar David secara membabi buta layaknya tak tahu belas kasih. Dari video yang beredar luas di media sosial, Mario menendang kepala dan perut David hingga terkulai. Tindakan tak berperikemanusiaan itu mengakibatkan David koma di rumah sakit hingga saat ini.

AKSI kekerasan Mario itu mendulang kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Pemuda 20 tahun itu juga dipandang sebagai pribadi arogan lantaran kerap pamer kekayaan dan kegarangan mengendarai kendaraan mewah. Salah satunya mobil Jeep Rubicon yang dikendarainya saat menghajar David.

Kendaraan mewah yang digunakan Mario pemberian dari orang tuanya. Mulai dari Jeep Rubicon hingga sepeda motor Harley Davidson. Ayahnya adalah pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Rafael Alun Trisambodo yang memiliki harta kekayaan mencapai Rp56 Miliar, berdasarkan LHKPN. Belakangan harta Rafael dipertanyakan karena dinilai janggal untuk seorang pejabat level eselon III.

Perangai Mario itu dinilai sebagai sikap orang yang antisosial. Sikap yang tidak bisa melihat norma-norma yang berlaku di masyarakat. Berperilaku semaunya sendiri, egois, indivisualis dan didukung oleh kemampuan ekonomi keluarga yang serba mewah. “Dia bisa memamerkan kendaraan mewah itu adalah bagian dari sikap antisosial tersebut,” kata Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat kepada Suara.com, Senin (27/2/2023).

Kelakuan pamer kemewahan Mario itu menggambarkan dirinya tidak peduli dengan orang lain. Kenyataan ada orang yang tidak bisa makan, rumah kebakaranm nyawa terancam, dia tak peduli sama sekali. Yang penting dia bisa eksis, unjuk diri dengan status kekayaannya di media sosial ke publik. “Itu menggambarkan kondisi antisosial dari si pelaku,” terangnya.

Manurut Rakhmat, sikap antisosial menjadi paradoks, menjadi ironi karena didukung tindakan biadab seperti yang dilakukan Mario terhadap David. Hal ini semakin menunjukkan bahwa tindakan antisosial itu tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan.

Sosok Perempuan Inisial A kekasih Mario Dandy (twitter.com)
Mario Dandy Satrio pelaku penganiayaan David bersama pacarnya berinisial AG. (twitter.com)

Selain itu, latar belakang pendidikan Mario yang tak pernah tuntas juga turut berpengaruh. Mario bermasalah secara pendidikan dan edukasi. Ia sempat sekolah di Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, namun dikeluarkan dan kembali ke Jakarta. “Itu menunjukkan bahwa ada relasi nilai edukasi yang diberikan oleh keluarganya bermasalah,” ujar Rakhmat.

“Karena itu tidak maksimal proses pendidikannya. Kalau keluarganya punya nilai-nilai pendidikan yang bagus dan baik, tentu saja tidak terjadi seperti itu kan,” lanjutnya.

Rakhmat menduga, orang tua Mario yang seorang pejabat eselon tiga di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan kurang memiliki waktu bersosialisasi dengan anaknya. Nilai-nilai edukasi menjadi hilang, menjadi sesuatu yang absurd di keluarganya. Sehingga Mario dan saudaranya akhirnya mencari eksistensi dengan pamer kekayaan, seperti mobil mewah di media sosial. “Jadi secara edukasi, dia megalami krisis edukasi di keluarganya,” tutur dia.

Hukuman Pidana dan Sosial

Atas tindakan kejinya, Mario mendapatkan dua ancaman hukuman, yakni pidana penjara dan hukuman sosial. Hukuman pidana, kini masih dalam tahap proses penyidikan di kepolisian yang nantinya bisa berlanjut ke pengadilan.

Sedangkan hukuman sosial, Mario mendapat kecaman dan hujatan dari masyarakat luas se-Indonesia. Bahkan hukuman sosial itu merembet ke keluarganya. Kedua hukuman itu harus diterima Mario.

Menurut Rakhmat, Mario harus menerima dan menjalani hukuman pidana untuk memulihkan kesadaran sosialnya. “Kenapa harus hukuman pidana itu harus ditempuh Mario, karena dengan cara itu dia bisa kembali diterima masyarakat, yang disebut sebagai proses resosialisasi,” kata Rakhmat.

Proses resosialisasi itu penting bagi Mario karena dia gagal bersosialisasi, disebabkan sikap antisosial. Pasalnya, Mario tidak mengerti norma-norma di masyarakat, tidak mengerti soal kepekaan, soal sensitivitas orang-orang miskin yang tak bisa makan. Maka proses hukuman pidana harus dijalani Mario, mulai dari di kepolisian, pengadilan, vonis penjara hingga di Lapas. “Harapan kita adalah dengan dia dihukum, berapa pun vonis nanti, dia akan merasakan efek jera,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Terbaru Jejak Keluarga Eks Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo di Jogja, Punya Istana Mewah hingga Ditegur Warga Gegara Knalpot Brong

5 Fakta Terbaru Jejak Keluarga Eks Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo di Jogja, Punya Istana Mewah hingga Ditegur Warga Gegara Knalpot Brong

| Senin, 27 Februari 2023 | 18:24 WIB

Klub Moge Dibubarkan Buntut Anak Pejabat Pajak Bikin Anak Pengurus GP Ashor Koma: Mau Citrakan Hidup Sederhana

Klub Moge Dibubarkan Buntut Anak Pejabat Pajak Bikin Anak Pengurus GP Ashor Koma: Mau Citrakan Hidup Sederhana

| Senin, 27 Februari 2023 | 18:01 WIB

Lusa KPK Panggil Rafael Alun, Klarifikasi Harta Kekayaan yang Fantastis

Lusa KPK Panggil Rafael Alun, Klarifikasi Harta Kekayaan yang Fantastis

| Senin, 27 Februari 2023 | 17:43 WIB

Terkini

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:18 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB