Tiga Organ Relawan Prabowo-Gibran Tawarkan Blue Print: Kami Tak Ingin Kemenangan Sia-sia!

Erick Tanjung | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 25 April 2024 | 01:05 WIB
Tiga Organ Relawan Prabowo-Gibran Tawarkan Blue Print: Kami Tak Ingin Kemenangan Sia-sia!
Relawan Prabowo-Gibran. [Suara.com/Yasir]

Suara.com - Tiga organ relawan pendukung akan menawarkan kerangka kerja terperinci atau blue print untuk mengawal jalannya pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ketiga organ relawan tersebut, yakni Jaringan Nasional Aktivis '98 (Jarnas '98), Aliansi Indonesia Raya (Adonara), dan Penggerak Jaringan Nusantara (PJN).

Ketua Jarnas ‘98, Sangap Surbakti mengatakan ini usai menggelar acara Refleksi Kemenangan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, pada Rabu (24/4/2024) malam. Mereka menegaskan tak ingin kemenangan Prabowo-Gibran menjadi sia-sia.

“Kami tiga relawan yaitu Jarnas ‘98, Adonara dan JPN merefleksikan diri bagaimana kemudian kemenangan ini tidak sia-sia, dalam pengertian adalah kami para organ relawan yang beraliansi coba berkumpul bersama-sama membangun satu platform untuk dibawa ke pemerintah,” kata Sangap.

Demi mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, Sangap menilai diperlukan blue print dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Seperti apa sih peranan para aktivis pergerakan, milenial dan Gen Z dalam mengisi pemerintahan ini. Jadi, di balik refleksi ini ada sebuah gagasan yang kami tawarkan,” ujarnya.

Terlebih menurut Sangap para aktivis yang tergabung di sejumlah organ relawan berperan besar di balik pemenang Prabowo-Gibran. Sehingga dia berharap Prabowo-Gibran tidak hanya sekadar mendengar masukan dari sejumlah partai politik pendukung.

“Jadi buat presiden terpilih bukan cuma parpol yang harus didengar tetapi juga para relawan dan juga masyarakat yang mendukung kemenangan tersebut,” tuturnya.

Jarnas '98 bersama Adonara, dan PJN kekinian dikatakan Sangap tengah merumuskan blue print tersebut. Rencananya hasil rumusan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Prabowo-Gibran.

“Mulai malam ini kami akan bersama-sama, karena ada tiga organ relawan plus yang lain-lain yang hadir di sini, yang mesti kami ajak bersama seperti apa dalam membangun pemerintahan ke depan ini," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui KPU RI telah resmi menetapkan Prabowo-Gibran sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024-2029. Penetapan tersebut diputuskan lewat Rapat Pleno yang digelar di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat siang tadi.

Seusai resmi ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo dan Gibran langsung melakukan safari politik. Prabowo menemui Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Sementara Gibran menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Pada malam harinya, Prabowo-Gibran melanjutkan safari politiknya dengan menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Menghadap Jokowi Selama 2 Jam, Prabowo Keluar Dari Istana Jam 10 Malam

Usai Menghadap Jokowi Selama 2 Jam, Prabowo Keluar Dari Istana Jam 10 Malam

News | Rabu, 24 April 2024 | 23:35 WIB

Momen Prabowo Gemas ke Anies Usai Pidato di KPU, Warganet: Jangan Diajak Lho Pak

Momen Prabowo Gemas ke Anies Usai Pidato di KPU, Warganet: Jangan Diajak Lho Pak

News | Rabu, 24 April 2024 | 23:23 WIB

Rencana Pertemuan dengan Prabowo, Bagaimana Peluang PKS Gabung Pemerintahan Baru?

Rencana Pertemuan dengan Prabowo, Bagaimana Peluang PKS Gabung Pemerintahan Baru?

News | Rabu, 24 April 2024 | 21:31 WIB

Terkini

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:16 WIB

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12 WIB

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:03 WIB