Awas Pandemi Baru! Inggris Kelimpungan Hadapi Judi Online Sepak Bola, Indonesia?

Galih Prasetyo | Suara.com

Rabu, 19 Juni 2024 | 21:45 WIB
Awas Pandemi Baru! Inggris Kelimpungan Hadapi Judi Online Sepak Bola, Indonesia?
Ilustrasi judi bola. (Dok: Istimewa)

Menurut psikolog Mark Gaskell, judi di Inggris sudah membuat banyak orang menjadi korban. Bahkan menurutnya peraturan hukum dari negara tak bisa berbuat banyak mengatasi hal itu.

"Perjudian bisa jadi merupakan sesuatu yang dilakukan sebagai hiburan untuk bersenang-senang. Namun di Inggris, kita tidak menciptakan industri perjudian yang mendunia hanya karena melihat masifnya pangsa penjudi," kata Gaskell seperti dikutip dari Menshealth.com.

"Industri judi tidak menarik Anda untuk bersenang-senang. Mereka ingin membuat Anda menjadi lebih adiktif. Dan sayangnya undang-undang dan peraturan kita tidak bisa melindungi itu semua, mulai dari anak-anak hingga remaja di usia produktif. Ini bahaya yang sangat besar," sambungnya.

Menurut Gaskell, di klinik yang ia buka untuk para penjudi, banyak remaja usia produktif datang sembuh dari kecanduan. Gaskell mengatakan bahwa mayoritas pasiennya ialah penggemar sepak bola.

Faktanya memang ada pandemi, begitu kata James 51 tahun seorang penggemar Manchester City melihat masifnya judi online sepak bola.

James mengaku bahwa ia telah berjudi bertahun-tahun dan menghabiskan setengah juta pound, 90 ribu poundsterling diantaranya ialah hipotek milik ibunya.

"Ada ribuan anak yang selalu ingin bertaruh di pertandingan sepak bola. Percayalah. Mereka akan sulit lepas dari itu. Itu sudah ada dipikiran mereka dan tidak akan pernah berhenti," kata James.

Pemerintah Inggris sendiri ramai dikritik. Hal ini lantaran baru tahun lalu pemerintah menerbitkan draft rancangan undang-undang baru mengenai industri judi.

Draft baru ini dianggap terlembat karena saat ini industri judi telah bermutasi dan semakin ganas di era daring. Apalagi di draft baru undang-undang itu tidak diatur dengan tegas terkait pembatasan iklan judi via daring.

Apalagi khsuus di Liga Inggris, sponsor rumah judi terpampang nyata di jersey klub. Baru pada musim 2026/2027, sponsor judi dilarang ada di jersey klub.

Meski aturan ini ditentang oleh Dewan Taruhan dan Permainan atau BGC--lembaga yang mengatur industri judi di Inggris.

Sebelumnya, pemerintah Tony Blair pada 2005 meliberalisasi undang-undang perjudian.

Undang-undang ini membuat pelaku industri judi untung besar. Isi undang-undang itu diantaranya taruhan maksimum 2 pounsterling atau setara Rp41 ribu pada mesin slot daring.

Perjudian daring sendiri dianggap mayoritas masyarakat Inggris paling merusak. Menariknya, sejumlah lembaga independen yang melakukan penelitian bahayanya judi justru didanai industri judi itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadi Tjahjanto Jamin Satgas yang Dipimpinnya Bersih dari Aparat TNI-Polri Pemain Judi Online

Hadi Tjahjanto Jamin Satgas yang Dipimpinnya Bersih dari Aparat TNI-Polri Pemain Judi Online

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 21:33 WIB

Siap-siap! Pembelian Top Up Game Di Minimarket Bakal Ditutup Gegara Ramai Judi Online

Siap-siap! Pembelian Top Up Game Di Minimarket Bakal Ditutup Gegara Ramai Judi Online

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 19:55 WIB

Gawat! 80 Ribu Anak Indonesia Usia di Bawah 10 Tahun Sudah Main Judi Online, Transaksi Mulai Rp10 Ribu

Gawat! 80 Ribu Anak Indonesia Usia di Bawah 10 Tahun Sudah Main Judi Online, Transaksi Mulai Rp10 Ribu

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 19:10 WIB

Uang Dari Ribuan Rekening Terkait Judi Online Bakal Masuk Kas Negara, Bandar Siap-siap Dipenjara

Uang Dari Ribuan Rekening Terkait Judi Online Bakal Masuk Kas Negara, Bandar Siap-siap Dipenjara

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 19:08 WIB

Menkominfo Beber Cara Melawan Judi Online: SMS Blast, Sosialisasi, dan Edukasi

Menkominfo Beber Cara Melawan Judi Online: SMS Blast, Sosialisasi, dan Edukasi

Tekno | Rabu, 19 Juni 2024 | 19:00 WIB

Terkini

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB