Uni Emirat Arab Desak Prancis Berikan Layanan Konsuler Kepada Pendiri Telegram Pavel Durov

Bella | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2024 | 14:16 WIB
Uni Emirat Arab Desak Prancis Berikan Layanan Konsuler Kepada Pendiri Telegram Pavel Durov
Pavel Durov (Instagram @durov)

Suara.com - Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) secara resmi meminta Pemerintah Prancis untuk memastikan bahwa pendiri Telegram, Pavel Durov, menerima semua layanan konsuler yang diperlukan setelah penangkapannya di Paris. Permintaan ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri UAE pada Senin lalu.

Durov, yang merupakan warga negara UAE, ditahan oleh otoritas Prancis di Bandara Paris–Le Bourget pada Sabtu malam. Penangkapannya menjadi bagian dari investigasi yang lebih luas terkait aplikasi pesan instan Telegram.

Sumber yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa Kantor Pencegahan Kekerasan terhadap Anak (OFMIN) Prancis telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Durov dalam penyelidikan awal atas dugaan pelanggaran, termasuk penipuan, perdagangan narkoba, perundungan siber, kejahatan terorganisir, dan promosi terorisme. Durov dituduh tidak mengambil tindakan yang memadai untuk mengatasi penyalahgunaan platformnya oleh kelompok-kelompok kriminal.

Menanggapi penangkapan ini, Telegram, melalui pernyataan yang diposting di platformnya, menegaskan bahwa aplikasi tersebut mematuhi hukum Uni Eropa, dan moderasinya sudah sesuai dengan standar industri yang terus meningkat.

"Sungguh absurd mengklaim bahwa sebuah platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut," tulis Telegram.

"Hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia menggunakan Telegram sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi vital. Kami menantikan penyelesaian cepat atas situasi ini. Telegram bersama kalian semua," lanjutnya.

Dukungan terhadap Durov datang dari berbagai pihak, termasuk Elon Musk, pemilik X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), yang dalam unggahannya menyatakan dukungan dengan tagar "#freePavel". Musk dikenal sebagai pendukung kuat kebebasan berbicara.

Pavel Durov, lahir di Leningrad (sekarang Saint Petersburg) pada masa Soviet, menghabiskan masa kecilnya di Italia sebelum membangun VKontakte (VK), jejaring sosial terbesar di Rusia saat itu, di usia awal 20-an. Setelah meninggalkan Rusia satu dekade lalu, Durov mendirikan Telegram dan menetap di Dubai. Forbes memperkirakan kekayaan Durov saat ini mencapai $15,5 miliar.

Sebagai aplikasi pesan terenkripsi yang berbasis di Dubai, Telegram telah memposisikan dirinya sebagai alternatif dari platform yang dimiliki AS, yang kerap dikritik karena eksploitasi komersial data pribadi pengguna. Telegram juga berkomitmen untuk tidak pernah mengungkapkan informasi tentang penggunanya.

Dalam wawancara langka dengan pembawa acara talk show Tucker Carlson pada bulan April, Durov mengungkapkan bahwa ia ingin meluncurkan aplikasi pesan terenkripsi setelah mendapat tekanan dari pemerintah Rusia saat bekerja di VK. Setelah mencoba menetap di Berlin, London, Singapura, dan San Francisco, Durov akhirnya memilih Dubai, yang dipuji karena lingkungan bisnisnya dan "netralitasnya."

Kementerian Luar Negeri UAE menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi ini dengan cermat, fokus pada perlindungan hak-hak Durov dan memastikan bahwa ia mendapatkan dukungan yang tepat sepanjang proses hukum ini berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telegram Jadi Juara Baru di App Store Prancis dan AS, Ini Penyebabnya

Telegram Jadi Juara Baru di App Store Prancis dan AS, Ini Penyebabnya

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:48 WIB

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Kenapa Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov Ditahan di Paris?

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:17 WIB

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Profil Pavel Durov, CEO Telegram Diciduk Polisi di Prancis

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:38 WIB

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

Presiden Emmanuel Macron Buka Suara Alasan Prancis Tahan CEO Telegram

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 09:01 WIB

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

CEO-nya Ditangkap di Prancis! Ketahui Cara Backup Data Telegram Sebelum Ditutup

Tekno | Senin, 26 Agustus 2024 | 20:52 WIB

Bocor Rahasia Negara? Penangkapan CEO Telegram Bikin Gempar Dunia

Bocor Rahasia Negara? Penangkapan CEO Telegram Bikin Gempar Dunia

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 19:36 WIB

"Zuckerberg Rusia" Dibekuk di Paris, Telegram di Pusaran Kontroversi

"Zuckerberg Rusia" Dibekuk di Paris, Telegram di Pusaran Kontroversi

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 18:40 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB