Kemen PPPA akan Bentuk Tim Khusus Selidiki Mental Remaja Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Minggu, 08 Desember 2024 | 16:42 WIB
Kemen PPPA akan Bentuk Tim Khusus Selidiki Mental Remaja Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Kesehatan mental MAS, anak 14 tahun di Cilandak, akan terus ditelusuri untuk mengungkapkan motifnya membunuh ayah dan neneknya sendiri. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berencana membuat tim khusus untuk mengungkap hal tersebut.

"Kemen PPPA akan bentuk tim khusus asesment untuk kebutuhan layanan lebih lanjut agar kasus ini komprehensif dan tuntas," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar di Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Tim khusus tersebut akan terdiri dari pihak Kemen PPPA, psikolog, juga pekerja sosial. Nahar menjelaskan, assesment lebih detail mengenai kondisi psikis MAS sangat penting dilakulan karena akan memengaruhi proses hukum serta jerat hukuman yang akan menimpanya.

Kasus tersebut makin membuat publik heran karena anak pelaku dikenal pintar dan taat kepada orang tua. Dikayakan juga oleh Nahar kalau MAS mampu bersikap sopan ketika ditemui oleh pihak Kemen PPPA beberapa waktu lalu.

"Jadi kesimpulannya sih dia anak baik. Hanya saja, anak baik itu kan menurut pandangan kita, belum tentu sesuai dengan pandangan ahli kan. Uadi tunggu aja," tuturnya.

Nahar belum bisa memastikan terkait dugaan MAS apakah memiliki keterbatasan mental. Untuk memastikan hal tersebut dibutuhkan waktu lebih lama untuk menggali kondisi psikis MAS yang kemungkinan dipengaruhi pola asuh dari orangtua serta lingkungannya.

Nantinya, hasil kondisi psikis tersebut akan menentukan kelayakan MAS diproses secara hukum atau tidak. Bila MAS dinyatakan sehat secara mental, maka proses hukumnya akan berlanjut sebagaimana mestinya. Tapi, bila ditemukan kalau dia memiliki gangguan psikis, maka kata Nahar, perlu ada penyesuaian proses hukum karena dianggap sebagai disabilitas mental.

"Ini yang harus ada keputusan dari ahli yang menetapkan bahwa dia masuk kategori memiliki keterbatasan mental atau tidak. Kalau memiliki keterbatasan mental artinya perlu dipertimbangkan tentang kecakapan dia bertanggung jawab secara hukum," ucap Nahar.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Sebut Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Rajin Ibadah, Motif Belum Terungkap

Menteri PPPA Sebut Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Rajin Ibadah, Motif Belum Terungkap

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 14:35 WIB

Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Tetap Dapat Hak Pendidikan, Kemen PPPA: Baru Ikut UAS

Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Tetap Dapat Hak Pendidikan, Kemen PPPA: Baru Ikut UAS

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 13:36 WIB

Oknum Polisi Bunuh Ibu Kandung Terancam 15 Tahun Penjara, Motif Masih Misterius

Oknum Polisi Bunuh Ibu Kandung Terancam 15 Tahun Penjara, Motif Masih Misterius

News | Sabtu, 07 Desember 2024 | 18:13 WIB

KontraS Sebut Ada 29 Vonis Mati untuk 57 Terpidana dalam 1 Tahun Terakhir

KontraS Sebut Ada 29 Vonis Mati untuk 57 Terpidana dalam 1 Tahun Terakhir

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 12:55 WIB

Kasus ABG Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus: Meski Nyaris Tewas, Sang Ibu Maafkan Aksi Sadis MAS

Kasus ABG Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus: Meski Nyaris Tewas, Sang Ibu Maafkan Aksi Sadis MAS

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 22:55 WIB

Punya Harta Rp 679 Miliar, CEO UnitedHealthcare Tewas Ditembak

Punya Harta Rp 679 Miliar, CEO UnitedHealthcare Tewas Ditembak

Bisnis | Kamis, 05 Desember 2024 | 07:55 WIB

Fakta Baru! ABG 14 Tahun Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Ternyata Suka Video Lucu, Isi Ponsel Tak Aneh-aneh

Fakta Baru! ABG 14 Tahun Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Ternyata Suka Video Lucu, Isi Ponsel Tak Aneh-aneh

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 06:25 WIB

Terkini

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:32 WIB

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:25 WIB

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:23 WIB

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:20 WIB

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:57 WIB

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

×