ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!

Tasmalinda

Senin, 07 April 2025 | 21:35 WIB
ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!
Negara-negara ASEAN harus bersatu lawan tarif AS [istock]

Suara.com - Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) didorong untuk memperkuat sinergi dan menyatukan kekuatan ekonomi kolektif mereka guna menghadapi tekanan global yang semakin intens, khususnya dari kebijakan proteksionis yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Seruan ini datang dari Presiden Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Malaysia, William Ng, yang menilai bahwa langkah Washington dalam mengenakan tarif terhadap berbagai negara termasuk mitra dagang utam telah menciptakan gelombang gangguan perdagangan yang berisiko menekan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Menurut Ng, jika ASEAN tetap berjalan sendiri-sendiri, maka negara-negara anggotanya akan lebih rentan terhadap guncangan pasar dan manuver dagang global.

Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan ekonomi regional yang tidak hanya bertumpu pada pasar ekspor besar seperti AS dan Tiongkok, tetapi juga dengan memperkuat jaringan perdagangan intra-ASEAN serta mendukung transformasi digital dan inovasi di sektor UMKM.

"Saatnya ASEAN tidak hanya menjadi pasar potensial, tapi juga kekuatan tawar global yang solid," tegasnya.

Melansir ANTARA, tarif-tarif itu kemungkinan besar akan secara signifikan memengaruhi ekspor Malaysia, terutama di bidang produk listrik dan elektronik, turunan minyak kelapa sawit, produk berbasis karet, serta tekstil dan garmen, mengingat produk-produk tersebut merupakan kontributor utama bagi perdagangan Malaysia-AS, ungkap Ng kepada Xinhua.

"Tarif yang makin tinggi akan menyebabkan peningkatan biaya bagi pengimpor maupun pengekspor, mengurangi daya saing kita, tidak hanya di pasar AS tetapi juga di pasar-pasar negara lain, serta berpotensi memengaruhi lapangan kerja dan investasi di kalangan UKM," kata William Ng melansir ANTARA.

"Kami mendorong pemerintah dan UKM untuk mengambil tindakan guna mengurangi risiko dan memanfaatkan peluang baru. Para pelaku usaha harus belajar mendiversifikasikan sumber bahan baku dan pelanggan mereka, yaitu memastikan risiko rantai pasokan mereka dimitigasi. Ini merupakan praktik yang baik terlepas dari dampak penerapan rentetan tarif ini," tuturnya.

"Kita dapat memperkirakan periode ketidakpastian yang singkat karena perekonomian di seluruh kawasan dan perekonomian lain yang terdampak telah menyesuaikan kembali strategi mereka guna melawan atau mengurangi imbas rangkaian tarif AS tersebut. Di dalam negeri, dampaknya akan berkisar dari minimal hingga moderat, dengan barang-barang yang diimpor dari AS kemungkinan akan menjadi lebih mahal dalam jangka menengah," jelas Ng.

baca juga
ilustrasi tarif ekspor Amerika Serikat
ilustrasi tarif ekspor Amerika Serikat

Menyebut tarif AS sebagai "peringatan" bagi negara-negara anggota ASEAN, Ng memaparkan bahwa Malaysia, sebagai ketua ASEAN tahun ini, harus mendorong dimulainya kembali perundingan mengenai pembentukan pasar tunggal ASEAN, yang memungkinkan pendirian suatu bentuk serikat pabean, yang secara lebih lanjut akan mengurangi hambatan nontarif.

"Kohesi intrakawasan ini sangat penting, mengingat ukuran masing-masing pasar yang relatif kecil. Secara kolektif, ASEAN berada di jalur yang tepat untuk menjadi perekonomian terbesar keempat di dunia pada 2030," ujarnya.

William Ng juga mendorong UKM untuk beradaptasi dalam menghadapi tantangan baru dan memanfaatkan peluang yang pasti akan muncul dari disrupsi ini.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan strategi yang tepat, kalangan bisnis dapat beradaptasi dan bahkan mendapatkan keuntungan dari pergeseran dinamika perdagangan global tersebut.

"Kami mendorong pemerintah dan UKM untuk mengambil tindakan guna mengurangi risiko dan memanfaatkan peluang baru. Para pelaku usaha harus belajar mendiversifikasikan sumber bahan baku dan pelanggan mereka, yaitu memastikan risiko rantai pasokan mereka dimitigasi. Ini merupakan praktik yang baik terlepas dari dampak penerapan rentetan tarif ini," tutur Ng.

"Di tingkat ASEAN, urgensi untuk menurunkan hambatan nontarif menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Diskusi mengenai pembentukan pasar tunggal ASEAN harus segera dibuka kembali, dengan tujuan untuk menciptakan semacam serikat pabean yang dapat menguntungkan kita sebagai blok pengekspor dan pasar regional yang besar," lanjutnya.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4) mengumumkan tarif dasar sebesar 10 persen untuk impor dari semua mitra dagangnya, dan tarif tambahan yang lebih tinggi untuk beberapa mitra tertentu.

Keputusan Trump itu memicu kritik tajam dari kalangan ekonom, pakar perdagangan, dan pemerintah asing yang melihatnya sebagai upaya keliru untuk menggunakan tarif sebagai instrumen dalam mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih 50 Negara Protes Tarif Impor AS, Minta Negosiasi

Lebih 50 Negara Protes Tarif Impor AS, Minta Negosiasi

News | Senin, 07 April 2025 | 19:43 WIB

Besok Prabowo Umumkan Sikap RI Soal Tarif Impor Trump

Besok Prabowo Umumkan Sikap RI Soal Tarif Impor Trump

News | Senin, 07 April 2025 | 18:51 WIB

Samsung Pede Tarif Impor Donald Trump Tak Pengaruhi Produknya

Samsung Pede Tarif Impor Donald Trump Tak Pengaruhi Produknya

Tekno | Senin, 07 April 2025 | 18:39 WIB

DPR Akui Kekosongan Dubes Indonesia di AS Berdampak, Tapi Soal Tarif Menteri yang Harus Negosiasi

DPR Akui Kekosongan Dubes Indonesia di AS Berdampak, Tapi Soal Tarif Menteri yang Harus Negosiasi

News | Senin, 07 April 2025 | 18:31 WIB

PM Malaysia Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Tarif Dagang AS yang Mengguncang Ekonomi Regional

PM Malaysia Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Tarif Dagang AS yang Mengguncang Ekonomi Regional

News | Senin, 07 April 2025 | 17:44 WIB

Cegah Situasi Perang Dagang Gegara Tarif Trump Berujung PHK, Waka DPR Kasih Usulan Begini

Cegah Situasi Perang Dagang Gegara Tarif Trump Berujung PHK, Waka DPR Kasih Usulan Begini

News | Senin, 07 April 2025 | 16:11 WIB

Pemerintah RI Melunak, Mau Tawarkan Proyek Kilang Minyak ke AS Imbas Tarif Impor Trump

Pemerintah RI Melunak, Mau Tawarkan Proyek Kilang Minyak ke AS Imbas Tarif Impor Trump

Bisnis | Senin, 07 April 2025 | 15:36 WIB

Trump Naikkan Tarif Impor, JK: Cuma Isu Politik, Indonesia Tenang Saja

Trump Naikkan Tarif Impor, JK: Cuma Isu Politik, Indonesia Tenang Saja

Video | Senin, 07 April 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×